Connect with us

PERSONA

Hendriana: Sukses Wakili Banten Sabet Penghargaan di Kancah Nasional

Published

on

SERANG – Hendriyana, salah satu mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang ikut mewakili kegiatan Pra-Kongres dan Musyawarah Wilayah III Jateng-DIY Forkomnas (Forum Komunikasi Nasional) KPI yang diselenggarakan di Purwokerto, 21-23 Februari 2019 dinobatkan sebagai Duta KPI Nasional bersama Sitta Channa dari IKHAC Mojokerto, Jawa Tengah

Sebelum dinobatkan menjadi Duta KPI Nasional, beberapa finalis yang berasal dari berbagai daerah diantaranya Palembang, Bogor, dan Banten ikut dalam seleksi berkas yaitu membuat karya tulis dengan tema ‘Dari KPI Untuk Indonesia.’ Setelah pengumuman seleksi berkas, para peserta duta masuk ke dalam sesi wawancara langsung dengan Pengurus Pusat Forkomnas dan Duta KPI Nasional tahun lalu, Dyah Tribuwana.

Kegiatan Pra-Kongres ini rutin diselenggarakan yakni selama 2 tahun sekali dan tahun ini bertempat di IAIN Purwokerto dan dilanjut di Baturraden, Purwokerto.

“Setelah diumumkan Finalis 3 Besar Duta KPI Nasional, saya bersama finalis yang lain naik ke atas panggung kemudian memaparkan karya tulis hasil pribadi dan menampilkan bakat masing-masing,” ujar Hendri kepada BantenEvent, Senin (25/2/2019).

Dalam karya tulisnya, Hendri mengangkat judul ‘Mahasiswa KPI Pelopor Anti Hoax’ salah satu pemaparannya adalah ingin lebih mendedikasikan apa itu Hoax dan bagaimana penanganan untuk hoax dengan cara meningkatkan Literasi, salah satunya Literasi Media dan Literasi Membaca.

“Tujuan saya sebenarnya hanya satu, saya ingin menangkis penafsiran orang terhadap jurusan KPI bahwasanya Lulusan KPI nantinya akan menjadi seorang Da’i. Sebenarnya kita sama saja seperti jurusan ilmu komunikasi pada umumnya tapi KPI itu lebih spesial, karena ada kata Penyiaran Islam artinya selain mempelajari tentang dunia komunikasi (Broadcasting), kita juga mempelajari tentang komunikasi keislaman. Karena bersyiar itu bisa melalui Mimbar, Lembar dan Layar,” lanjutnya.

“Enggak nyangka bisa kepilih, karena niat saya sih sebenarnya cuma ingin ikut berpartisipasi saja karena saya juga Duta di jurusan KPI UIN jadi ya dikirim untuk mewakili jurusan di nasional. Saya kira yang akan terpilih itu dari UIN Raden Fatah Palembang eh ternyata UIN BANTEN,” tutup Hendri. (*/lusi/yogi)

PERSONA

Bahrul Ulum: Pimpin Karang Taruna Kabupaten Serang

Published

on

SERANG – Temu Karya Daerah (TKD) sukses melakukan estafet kepemimpinan Karang Taruna Kabupaten Serang. Seluruh pemilik hak suara secara aklamasi memilih Bahrul Ulum menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Serang masa bakti 2019-2024.

Tokoh pemuda asal Kecamatan Carenang tersebut menyatakan siap mengemban amanah dan memajukan Karang Taruna Kabupaten Serang. “Sebelum mencalonkan diri, saya sudah melakukan komunikasi dan menyerap aspirasi dari pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan bahkan Karang Taruna tingkat Desa, Insya Allah, kami akan lebih memberdayakan pemuda di Kabupaten Serang,” ujar Ulum di Aula Tb Suwandi, Setda Pemkab Serang, Senin (13/5/2019).

Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Serang terpilih ini menambahkan, Karang Taruna adalah organisasi sosial sekaligus tempat bernaung para pemuda untuk lebih berdaya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. ”Ke depan, pemuda tidak menjadi objek, tetapi subjek pembangunan. Sinergi dengan pemerintah daerah pun harus dilakukan lebih baik lagi,” ujarnya.

Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Banten Pilar Saga Ichsan menyatakan, semua kader Karang Taruna harus mengikuti perkembangan, seiring dengan revolusi industri 4.0. “Organisasi ini sangat besar dan ke depan harus punya program yang berkualitas, serta melakukan akselerasi pembangunan di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Ia pun meminta Karang Taruna bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat. “Karang Taruna merupakan potensi kesejahteraan sosial. Hadir dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa. Potensi ini harus punya peran strategis memajukan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyatakan, akan terus bersinergi dengan Karang Taruna Kabupaten Serang. Ia ingin, Karang Taruna menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dan pemberdayaan masyarakat. “Sinergi harus dilakukan, kita fokus pada persoalan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, Tatu meminta Karang Taruna Kabupaten Serang bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Sosial serta Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa. “Pengangguran dan kemiskinan masih menjadi masalah signifikan di Kabupaten Serang. Karang Taruna merupakan ujung tombak pembangunan di tingkat desa, maka sinergi bersama sangat kami butuhkan,” ujarnya. (*/lusi/ygi)

Continue Reading

PERSONA

Tomsi Tohir: Terima Kasih Pemilu Banten Berlangsung Aman & Damai

Published

on

BANTEN – Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir, Msi kembali mengingatkan arti pentingnya Pemilu Damai dalam menciptakan proses demokrasi agar tidak menyebabkan perpecahan.

“Pentingnya kesadaran bersama untuk mewujudkan pemilu damai di 2019 ini, bahwa proses demokrasi ini sebagai bagian terpenting dari memilih pemimpin Bangsa dan para wakil rakyat sesuai dengan hati nurani,” kata Irjen Pol Tomsi Tohir, Rabu (17/4/2019).

Menurutnya, pemilu damai dapat terwujud manakala didiukung oleh semua elemen masyarakat, baik para Timses, Parpol, penyelenggara, pengamat dan masyarakat, bahkan pemerintah.

“Semua itu dapat terwujud jika seluruh komponen penyelenggara pemilu dan masyarakat menyatukan visinya, yakni Pemilu 2019 yang aman, dan damai,” ujar Kapolda Banten.

Ia mengajak kepada seluruh tokoh ulama dan masyarakat, khususnya wilayah Provinsi Banten bersama-sama menciptakan Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi yang jujur dan adil serta tidak terpengaruh kepada golongan tertentu.

“Mari Wujudkan pemilu banten yg aman, aman, sejuk dan damai. Jaga Persaudaraan kita dan hargai perbedaan. Peran serta para tokoh ulama dan masyarakat setempat, turut andil dalam penyejuk suasana di Pemilu 2019 ini,” Seru Irjen Pol Tomsi Tohir.

Polisi nomor satu di Banten ini berharap, untuk menunggu dari hasil dari Rekapitulasi Manual KPU selaku penyelenggara pemilu yang akan merekap hasil dari penghitungan suara scr manual.

“Kita bersabar menunggu hasil resmi dari rekapitulasi surat suara dari KPU selaku penyelenggara Pemilu dan kita hormati dan hargai apapun hasilnya,” imbuhnya.

Polri dan TNI menjamin keamanan warga serta siap menjaga Kamtibmas. Jadikan pemilu sebagai ajang pemersatu, bukan sarana sebagai pemecah belah persatuan bangsa

Doa dan harapan seluruh masyarakat, semoga selalu aman dan sukses semua kegiatan pemungutan suara dan penghitungan suara hingga akhirnya pemilu ini.

Serta berdoa seluruh tahapan pemilu hingga nanti masa pelantikan presiden dan wakil rakyat terpilih dapat berjalan dengan aman, damai serta terus jaga persaudaran sesama anak bangsa.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Banten yang sudah menyalurkan hak suaranya. Terima kasih sudah ikut menentukan masa depan bangsa indonesia untuk lima tahun ke depan,” tandasnya mengakhiri. (*/yogi)

Continue Reading

PERSONA

Asep Yusuf Zamzami: Komitmen Lestarikan Seni Qasidah

Published

on

DI PERHELATAN Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-5 tingkat Provinsi Banten yang diadakan di Alun-alun Kota Cilegon akhir pekan lalu, pria ini tampak sibuk mondar-mandir di lokasi acara. Kadang ada di depan panggung, di belakang bahkan membantu tim mengurus logistik peserta.

“Sebagai ketua pelaksana, saya tidak bisa diam saja. Saya harus memastikan semuanya beres dan tidak ada kesalahan baik dari jalannya acara hingga urusan konsumsi peserta,” kata Asep.

Pria yang selama masa mudanya menjadi pemain bola ini juga mengaku sangat bersyukur dipercaya menjadi ketua pelaksana FSQ Banten 2019. “Ini amanah organisasi, dan sebaik-baiknya amanah haruslah dijalankan dengan ikhlas,” ujar pria bernama lengkap Asep Yusuf Zamzani tersebut.

Berbicara seni qasidah, pria yang sudah malang melintang di berbagai lomba qasidah di Kota Cilegon dan Banten ini mengaku sangat berharap seni qasidah bisa lebih dicintai oleh generasi muda.

“Anak muda sekarang lebih banyak suka budaya K-Pop atau semua yang berbau Korea dan asing. Padahal semua itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Mencintai seni qasidah ini membuat kita belajar lebih banyak agama Islam lewat seni,” kata Ketua DPD Lasqi Kota Cilegon ini.

Asep pun ingin mengubah image Qasidah yang biasanya dibawakan di desa dan kampung-kampung selesai pengajian, kini bisa dinikmati dimana saja, bahkan di pusat-pusat perbelanjaan dan mall, sekolah bahkan kampus.

“Seperti saat ini kami bikin di Alun-alun Kota Cilegon agar semua orang bisa melihat, mengetahui dan paham akan seni qasidah. Mudah-mudahan dengan adanya penyelenggaraan Festival Pemilihan Duta Qasidah tingkat Provinsi Banten ini mampu memotivasi anak muda dalam mensyiarkan seni Islami, khususnya qasidah masuk kepada para millenial,” tutup Asep. (yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending