Connect with us

PERSONA

Daru Harti: Pakai ‘Kacamata Kuda’

Published

on

SERANG – Berkarir di sebuah perusahaan besar selama 21 tahun adalah hal yang tidak mudah, apalagi untuk perusahaan otomotif Internasional sekelas Mitsubishi.

Daru Harti (kiri) saat menggelar podcast peringatan 21 Tahun bekerja di Mitsubishi Banten, Rabu (9/9/2020).

Hal ini yang juga dirasakan oleh Daru Harti Business Manager PT. DIPO International Pahala Otomotif Serang diler Mitsubiahi area Banten yang mengawali karirnya dari seorang sales di PT. Mayangsari Berlian Motor di Kota Jember Jawa Timur di tahun 1999 lalu.

Berkat kegigihannya menjual produk Mitsubishi di seantero Jember dan Jawa Timur selama 11 tahun, wanita yang hobi bersepeda dan berkebun ini pun mendapat promosi menjadi Assistant Business Manager di Banten pada tahun 2010.

“Alhamdulillah selama 11 tahun di Jember saya dipercaya hingga posisi supervisor dan mendapat promosi jabatan ke Banten. Ada sedihnya juga harus meninggalkan teman-teman di Jember. Tapi demi profesionalitas pekerjaan, masa depan dan menjawab tantangan yang diberikan saya berangkat ke Banten,” cerita wanita yang akrab disapa bunda Daru ini.

Di tahun 2010, lanjut Daru, ia pun dipercaya menjadi Assistant Business Manager di diler Mitsubishi Cilegon. Hingga akhirnya di tahun 2012 dia diangkat menjadi Business Managar PT. Setiakawan Menara Motor yang kini berubah menjadi PT. DIPO.

“Perjuangan belum berakhir, justru di Banten saya harus memulai beberapa hal dengan baru seperti mengenal wilayah dan karakter masyarakatnya. Dengan banyak belajar, akhirnya saya bisa sampai di titik seperti sekarang ini,” katanya lagi.

Ya, Daru Harti bagi kalangan otomotif di Banten baik ATPM, diler bahkan komunitas/klub otomotif dikenal sangat loyal dan profesional dengan pekerjaannya.

Dia tak segan untuk menghadiri banyak kegiatan dalam sehari mulai dari diler, pemerintahan, pihak swasta hingga turing bersama klub mobilnya.

“Menjalin silaturahmi selalu bersyukur dan berpikiran positif adalah salah satu kunci saya dalam menjalani keseharian. Dan juga tetap optimis,” ujarnya bersemangat.

Saat ditanya apakah mimpinya yang belum tercapai, mengingat semuanya sudah pernah diraih selama 21 tahun berkarir di Mitsubishi mulai dari award regional, nasional hingga pelesir ke berbagai negara setiap tahunnya.

“Mimpi saya yang belum tercapai adalah punya usaha sendiri. Saya mengaku sampai saat ini masih enjoy dan bersyukur masih jadi karyawan di Mitsubishi. Namun sebagai manusia, saya juga punya impian punya usaha sendiri yang bisa menunjang masa depan saya dan keluarga nantinya,” harapnya.

Kacamata Kuda
Satu lagi kunci kesuksesan Daru Harti dalam menjalani 21 tahun karir bisnisnya yaitu menerapkan prinsip Kacamata Kuda.

Fokus pada apa yang telah disiapkan, percaya diri dan yakin hingga bersikap masa bodo dengan segala omongan negatif orang di luar.

“Kerja dengan prinsip kacamata kuda maksudnya, kita harus fokus pada tujuan kita di depan jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang bisa merusak semangat kita,” tegasnya. (yogi)

EVENT-EXHIBITION

Kemal: Bank Banten Berencana Perkuat Modal Inti

Published

on

SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Perseroan) berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna mendukung rangkaian aksi korporasi untuk memperkuat modal Perseroan. Penambahan modal melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) ini rencananya akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 2 Oktober 2020.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum menegaskan peran penting permodalan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur, ketahanan dan daya saing industri perbankan sehingga mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, serta sebagai upaya untuk mendorong industri perbankan mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi. Berdasarkan POJK tersebut, OJK mewajibkan kepada setiap Bank Umum untuk meningkatkan Modal Inti Minimum (MIM) yang dimiliki sebesar Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah).

“Secara umum, pelaksanaan PMHMETD akan memberikan dampak secara langsung terhadap struktur permodalan dan likuiditas saham Perseroan. Dan tentunya hal tersebut penting dilakukan guna meningkatkan kinerja perseroan dan memberikan daya dobrak untuk melakukan pengembangan usaha sebagai Bank Pembangunan Daerah yang sehat,” jelas Direktur Bank Banten, Kemal Idris.

“Rangkaian aksi korporasi yang tengah berjalan saat ini adalah wujud nyata kemandirian Provinsi Banten. Semua dukungan dan kepercayaan yang diberikan telah membangun asa baru untuk Perseroan. Melihat kondisi ekonomi yang tidak menentu dalam waktu singkat ini, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Banten selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) serta segenap pemangku kepentingan lainnya, kami optimis peraturan OJK untuk penambahan Modal Inti Minimum tersebut dapat dipenuhi,” tutup Kemal. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Bank Banten Segera Laksanakan Rangkaian Aksi Korporasi

Published

on

SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) berencana melaksanakan penambahan modal melalui penerbitan saham baru, yang akan dikeluarkan melalui pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI & VII dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Kegiatan Aksi Korporasi tersebut guna mengakomodir rencana penambahan modal Bank Banten oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Ke Dalam Modal Saham Perseroan Terbatas Banten Global Development untuk Pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten sebesar Rp1.551.000.000.000.-

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa

“Dengan dilakukannya aksi korporasi ini, dukungan yang telah diberikan oleh Pemprov Banten akan mampu meningkatkan kinerja Perseroan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam membangun Bank Banten sebagai simbol kemandirian Provinsi Banten,” terang Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, Kamis (27/08/2020).

Perseroan akan menerbitkan saham baru dengan seri dan nominal yang berbeda yaitu saham Seri C dengan nominal Rp50,-. Jumlah saham baru yang rencananya akan diterbitkan melalui PMHMETD adalah sebanyak-banyaknya 60.820.296.033 saham Seri C dengan nilai nominal Rp50,- per lembar saham. Jumlah tersebut setara 90,46% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

“Penguatan modal yang berasal dari hasil dana PMHMETD tersebut akan kami gunakan untuk melakukan pengembangan bisnis Bank Banten terutama di sektor penyaluran kredit serta penguatan struktur keuangan Perseroan sesuai dengan ketentuan Perbankan,” ungkapnya.

Untuk mendukung kelancaran Aksi Korporasi tersebut dan memenuhi ketentuan Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait minimum harga pelaksanaan saham tambahan dari rencana aksi korporasi PUT VI dan PUT VII PMHMETD, Perseroan berencana melakukan Penggabungan Nilai Saham Perseroan (Reverse Stock). Reverse Stock merupakan rangkaian dari rencana Penambahan Modal melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI & VII dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

“Reverse Stock akan dilakukan sebelum pelaksanaan PUT VI. Kami akan mengajukan persetujuan terlebih dahulu kepada RUPSLB untuk melakukan penggabungan nilai nominal saham Perseroan dengan rasio setiap 10 (sepuluh) saham lama menjadi 1 (satu) saham dengan nilai nominal baru. Kami harap dengan pelaksanaan Reverse Stock ini dapat memenuhi persyaratan peraturan perdagangan saham di BEI,” tutup Fahmi. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

Fahmi: Pengurus Siap Hadapi Gugatan Pemalsuan Laporan Bank Banten

Published

on

SERANG – Dewan Komisaris dan Direksi Bank Banten menampik dengan tegas tudingan kredit fiktif sekitar Rp150 miliar yang terdapat di Bank Banten. Pasalnya, semua laporan keuangan Bank Banten diaudit oleh Kantor Akuntan Publik yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Kredit Bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) yang setiap tahunnya mengalami perbaikan merupakan bukti hasil kinerja Bank Banten dalam mengatasi kredit bermasalah. Rasio kredit bermasalah Bank Banten tahun 2019 terus membaik seiring dengan penurunan portofolio kredit UMKM, dan ekspansi kredit konsumer yang memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan pendapatan bunga perseroan semenjak bertransformasi menjadi Bank Pembangunan Daerah.

Adapun indikator perbaikan kinerja Bank Banten pasca akuisisi Bank Pundi terdiri atas NPL gross yang pada 2018 sebesar 5,90 persen turun pada 2019 menjadi 5,01 persen. Sedangkan NPL Net tercatat dari 4,92 persen pada 2018 menjadi 4,01 persen di 2019.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa menjelaskan, bahwa sebagaimana perbankan lainnya yang berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Banten senantiasa patuh dan bergerak dalam kerangka tata kelola perusahaan yang baik, serta menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi.

“Jadi kami menjamin dan memastikan bahwa kredit fiktif ataupun pemalsuan laporan kredit di Bank Banten itu tidak ada. Turunnya NPL Bank Banten 2019 murni dari hasil upaya manajemen dalam melakukan perbaikan kinerja Bank Banten pasca akuisisi dari Bank Pundi,” jelasnya.

Pelaksanaan Good Corporate Government (GCG) dalam setiap aktivitas Bank Banten adalah upaya dalam menjamin para pengambil keputusan untuk dapat mempertanggungjawabkan kepada pihak yang terperngaruh keputusan tersebut, dalam hal ini kewajaran transaksi serta keterbukaan informasi bagi para pemangku kepentingan. GCG merupakan suatu mekanisme tata kelola sumber daya organisasi. Mekanisme tersebut dilakukan secara efisien, efektif, ekonomis dengan prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan keadilan oleh Manajemen Bank Banten.

“Upaya-upaya perbaikan kinerja keuangan Bank Banten yang telah berhasil kami catatkan senantiasa patuh dan berlandaskan dengan kerangka tata kelola perusahaan yang baik serta menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi,” lanjut Fahmi.

Sebelumnya, M Ojat Sudrajat telah melaporkan laporan keuangan Bank Banten tahun 2019 ke Bareskrim Mabes Polri akhir Juli lalu. “Saya mengadukan Laporan Keuangan Bank Banten tahun 2019 ke Bareskrim Mabes Polri pada 27 Juli. Hal tersebut lantaran rasio kredit bermasalah secara neto (Non Performing Loan/NPL net) Bank Banten sebesar 4,01 persen namun ditetapkan sebagai Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI) oleh OJK pada 19 Juni 2019 lalu. Sedangkan pada saat NPL net Bank Banten tahun 2018 sebesar 4,92 persen, kondisi Bank Banten baik-baik saja.” Paparnya.
M Ojat Sudrajat mengatakan, selain kejanggalan laporan rasio kredit bermasalah secara neto atau non performing loan (NPL nett), pihaknya juga melakukan investigasi lebih lanjut terhadap Bank Banten. Hasilnya, diduga terdapat kredit fiktif yang nilainya di atas Rp150 miliar dari jenis kredit Komersial. Dia menyebut kredit itu diberikan oleh PT X sebagai inisialnya.

Menanggapi gugatan tersebut, Fahmi mengaku bahwa pihaknya siap menghadapi gugatan hukum yang dilayangkan oleh Ojat Sudrajat. “Kami siap hadapi gugatan hukum terkait pemalsuan laporan Ban Banten. Kami akan siapkan bukti-bukti yang dapat mendukung argumentasi kami saat memberikan keterangan. Kami akan ikuti alur prosesnya jika memang diperlukan,” pungkas Fahmi. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending