Connect with us

CONFERENCE

Wisuda UPH 2019 Siap Lahirkan Lulusan yang Mahir Menghadapi Era Industri 4.0

Published

on

TANGERANG – Pada Kamis (20/6/2019), Universitas Pelita Harapan (UPH) kembali mengadakan upacara wisuda, yang meluluskan 1.602 wisudawan dari jenjang S1, S2, maupun S3. Upacara ini dihadiri oleh Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III DKI Jakarta, yang menyempatkan diri untuk membagikan pesan kepada para lulusan dan berpesan pada mereka agar menjadi profesional yang selalu mengikuti perkembangan zaman.

“Untuk menghadapi era industri 4.0, yang terpenting bukan lagi belajar hafalan. Soft skill yang dimiliki mahasiswa jauh lebih penting guna diterima di masyarakat. Untuk mentransformasi sekitar, yang dibutuhkan bukan hanya pengetahuan, tetapi soft skill,” katanya.

Soft skill yang dimaksud mencakup kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi secara cepat di dunia saat ini. Dalam kata sambutannya, Illah menjelaskan bahwa generasi lulusan adalah generasi yang volatile, atau yang berganti-ganti secara sangat cepat, dari dunia digital, kepada dunia artificial intelligence serta big data.

Lulusan universitas yang baik harus dapat memiliki kreatifitas untuk menggunakan sarana-sarana ini untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Otomatis, sistem pembelajaran di perguruan tinggi pun harus berubah – fokusnya bukan pada ilmu teori, tetapi pada fleksibilitas mahasiswa.
Sebagai universitas yang telah banyak berkontribusi dalam skala nasional, UPH sudah menerapkan sistem pembelajaran baru ini dalam kurikulumnya. Penekanan pembelajaran yang holistis membekali lulusan UPH untuk memimpin generasi baru di kemudian hari. Di UPH, mahasiswa bukan hanya dituntut untuk menguasai ilmu yang tinggi sesuai dengan bidang mereka – mereka juga diwajibkan mengikuti program-program kepemimpinan yang mengasah kemampuan relasional. Dalam kelas, mahasiswa juga diajak untuk lebih fokus pada kemahiran mempraktekkan ilmu mereka dalam dunia nyata. Hal ini berarti mahasiswa sudah mengenal dunia pekerjaan nyata dalam bidang mereka masing-masing sebelum mereka lulus.

Meresponi Dr. Illah, Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. bersyukur karena UPH selalu didukung oleh pemerintah dan juga telah diakui 100% taat asas. Hal ini juga ditegaskan Dr. Illah dalam sambutannya. Dukungan pemerintah terhadap UPH ini telah nyata ditunjukkan dalam beragam kegiatan UPH. Salah satunya hadir Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. – Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia didampingi Prof. Dr. Ismunandar, Dirjen Belmawa (Pembelajaran dan Kemahasiswaan) Ristek Dikti; yang menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional ke-3 Sains, Rekayasa, dan Teknologi (SNSRT) pada 26-27 Juni 2019 di UPH Kampus Lippo Village. Seminar SNSRT ini mengambil tema ‘Tantangan dan Peluang Ketahanan Pangan, Kesehatan, dan Mitigasi Kebencanaan di Era Industri 4.0’.

UPH mengucapkan selamat kepada para lulusan, dan diharapkan pembekalan yang telah diberikan institusi ini tidak menghasilkan orang-orang yang terengah-engah dalam menghadapi perubahan, melainkan menghasilkan pemeran-pemeran penting dalam transformasi negara. (*/yogi)

CONFERENCE

Tanjung Lesung Bangkit! RHINO X-TRI 2019 Jadi Pembuka Experience Tanjung Lesung

Published

on

PANDEGLANG – Ajang kejuaraan terbuka triathlon lintas alam (Cross Triathlon) pertama di Indonesia yang terdiri dari lomba berenang, balap sepeda dan lari melintasi keindahan dan tantangan alam Tanjung Lesung yang akan dihelat pada 28 – 29 September 2019,

Rhino Cross Triathlon resmi diluncurkan bersamaan dengan Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun serta Kampanye Experience Tanjung Lesung sebagai bagian dari upaya bersama pemulihan Kawasan Tanjung Lesung pasca bencana alam yang terjadi di akhir tahun 2018 lalu.

Perhelatan akbar yang dikemas dalam sebuah acara bertajuk Pasar Kalitjaa akan menghelat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang akan dilaksanakan secara serempak di darat (Pantai Kalicaa), laut dan udara oleh komunitas warga Badui, keluarga besar Tanjung Lesung, kelompok atlit kayak, paddle board, serta paramotor.

President Director Banten West Java, Poernomo Siswoprasetjo menyampaikan, Tanjung Lesung siap menggelar edisi ketiga Rhino Cross Triathlon pada hari Sabtu-Minggu, tanggal 28-29 September 2019 mendatang.

“Hari ini kami melaksanakan syukuran atas Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun, juga sekaligus persiapan pelaksanaan Rhino X-Tri 2019 serta momen pemulihan dan bangkitnya kawasan pasca bencana alam 2018 lalu. Di momen istimewa ini Tanjung Lesung menggelar Upacara Pengibaran Bendera di darat, laut dan udara serta Pasar Kalitjaa, pesta jajanan dan oleh-oleh khas Banten di area Kalicaa Beachfront Tanjung Lesung Beach Hotel,” ujarnya.

Lebih jauh Poernomo Siswoprasetjo mengajak seluruh masyarakat dan komunitas pegiat olahraga sepeda, lari dan berenang untuk meramaikan dan berpartisipasi di Rhino X-Tri tahun ini.

“Kami menyediakan hadiah total ratusan juta untuk para juara Rhino X-Tri dan Rhino MTB XCM (Mountain Bika Cross Country Marathon). Registrasi peserta sudah dibuka sejak 1 Agustus lalu melalui website event: www.rhinoxtriathlon.com. Ada promo harga khusus, early bird dan flash sale bagi peserta yang mendaftarkan diri hingga 31 Agustus 2019,” katanya.

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dihelat secara istimewa dengan melaksanakan pengibaran bendera di darat bersama warga Badui dan keluarga besar Tanjung Lesung, yaitu di lapangan area Kalicaa Beachfront, dan di laut bersama para atlit kayak dan paddle board serta di udara bersama atlit paramotor.

Setelah acara tersebut, Pasar Kalitjaa dibuka, menghadirkan beragam jajanan dan oleh-oleh khas Banten, antara lain berupa nasi gonjleng, jojorong, otak-otak Pandeglang, kerang lamis, urab dan gado-gado Pandeglang, pais burih, salad dan telur asin Panimbang, nasi timbel dan rangginang Cikadu, kripik sampeuk, wajik mayit, kripik bonggol pisang, madu odeng, abon ikan tuna, kopi tumbuk gula aren dan beragam cinderamata. Komunitas Badui dalam perhelatan ini menampilkan pertunjukan seni Angklung Buhun yang akan berkolaborasi dengan Patriot Bambu dan Akustik Senandung Nusantara.

Technical Manager Rhino X-Tri 2019, Taufik Hidayat menjelaskan, sesuai keinginan peserta tahun lalu, Rhino X-Tri 2019 akan menjadi kompetisi yang lebih menantang. Rhino X-Tri digelar dalam 2 kategori yaitu Kategori Rhino yang melombakan nomor renang 1000 meter, balap sepeda 20 kilometer dan lari 10 kilometer serta kategori Bull yang melombakan renang 500 meter, balap sepeda 10 kilometer dan lari 5 kilometer.

“Di ajang Rhino Mountain Bike XCM akan dipertandingkan kategori-kategori; Women Open, Men Open, Men Junior dan Men Master,” tuturnya. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

CEC 2019 Siap Hadirkan Keragaman Budaya Nusantara

Published

on

CILEGON – Perhelatan kesenian dan budaya Cilegon Ethnic Carnival 2019 (CEC) Tahun 2019 kembali digelar pada 24 Agustus mendatang di Kota Cilegon.

Cilegon Ethnic Carnival 2019 merupakan rangkaian dari HUT ke-20 Kota Cilegon yang akan menampilkan berbagai macam kebudayaan dan etnik yang berkembang di Kota Cilegon tanpa menghilangkan budaya asli kota ini.

Keragaman adat budaya warga yang tinggal di Cilegon memang menjadi daya tarik tersendiri.

Sebagai leading sektor kepariwisataan di Banten, Dinas Pariwisata Banten akan mendukung kegiatan atraksi budaya ini.

Kadispar Provinsi Banten Eneng Nurcahyati meyakini CEC 2019 mampu menghadirkan turis domestik maupun mancanegara.

Sehingga menurutnya pendapatan sektor wisata akan bertambah seperti pendapatan dari hotel dan restoran.

Eneng yakin, CEC 2019 akan memberikan multiplier effect sektor pariwisata di daerah, diantaranya menghidupkan industri-industri kreatif dan meningkatkan hunian hotel di Kota Cilegon.

“Melalui CEC 2019 ini, kita bisa mempromosikan potensi wisata di Kota Cilegon dan potensi Banten secara umum,” Eneng menjelaskan.

Ia berharap, adanya event tersebut dapat memikat turis domestik dan asing untuk datang ke Banten melalui paket wisata.

Hal ini mengingat ada banyak potensi di Banten yang belum sepenuhnya dikenal wisatawan.

Dengan demikian, secara tidak langsung pendapatan sektor wisata akan bertambah seperti pendapatan dari hotel dan restoran.

“Kesempatan ini juga harus digunakan untuk mempromosikan potensi wisata di Kota Cilegon,” katanya.

Jadi kata Eneng, dampaknya juga akan berpengaruh kepada PAD. Apalagi, banyak destinasi menarik di Kota Cilegon yang bagus buat dikunjungi.

“Kesempatan ini juga harus digunakan untuk mempromosikan potensi wisata di Kota Cilegon,” katanya.

Jadi kata Eneng berharap, dampaknya juga akan berpengaruh kepada PAD. Apalagi, banyak destinasi menarik di Kota Cilegon yang bagus buat dikunjungi.

Dalam gelaran Cilegon Ethnic Carnival 2019 tahun ini, juga akan menampilkan berbagai multi etnis yang ada di Kota Cilegon seperti Paguyuban Padang, Tapanuli, Bali, Malang, Manado, Makassar, Dayak, Sunda, Palembang, Papua, dan Tionghoa.

Eneng menjelaskan, ada banyak destinasi menarik di Kota Cilegon yang bisa mengundang wisatawan.

Apalagi, topografi wilayah Cilegon yang berupa hamparan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dari sini pula, pengunjung akan melihat hamparan pesisir barat Kota Cilegon dari Gunung Batu Lawang dan Gunung Batur yang merupakan salah satu tujuan wisata argo. (Hendri/ygi)

Continue Reading

CONFERENCE

Pertama Kalinya, Tatu Terima Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Published

on

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk pertama kali meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Hotel Sheraton, Makassar, Selasa (23/7/2019) malam. Penghargaan ini diraih atas kerja keras serta berbagai program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dalam menjamin hak-hak anak di Kabupaten Serang.

Menurut Tatu, dengan penilaian yang begitu ketat dari Kementerian PPPA, Pemkab Serang sempat psimistis bisa mendapatkan penghargaan ini. “Kami merasa masih banyak yang kurang di sana-sini. Tetapi ternyata saat penilaian, banyak kriteria yang masuk untuk meraih penghargaan ini,” kata Tatu dalam siaran pers, Rabu (24/7/2019).

Salah satu nilai faktor yang menguatkan Kabupaten Serang mendapat penghargaan ini, karena sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Bukan hanya itu, telah terbentuk Forum Anak di seluruh kecamatan dan Gugus Tugas KLA di desa, serta terus dilakukan pembinaan oleh Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Serang.

Selain itu, Pemkab Serang juga punya perhatian khusus terhadap anak melalui program beasiswa SD dan SMP hingga 4.000 lebih siswa yang menerima. Tidak hanya itu, beasiswa dan insentif pun diberikan kepada pendidik pendidikan anak usia dini. Pemkab Serang pun rutin memperingati hari anak hingga menggelar Lebaran Anak Yatim.

Menurut Tatu, penghargaan yang diterimanya bukan hanya hasil kerja keras dirinya bersama Wakil Bupati Pandji Tirtayasa, tetapi seluruh jajaran Pemkab Serang. Ia pun yakin, jika jajaran Pemkab Serang kompak, maka berbagai masalah bisa terselesaikan dengan baik. “Saya ini hanya kebagian menerima penghargaan saja. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran OPD Pemkab Serang. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Serang,” ujarnya.

Sekadar diketahui, KLA merupakan daerah yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan. Baik dalam kebijakan hingga program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Penilaian dilakukan dalam empat tahap. Pertama adalah penilaian mandiri terhadap 24 indikator oleh masing-masing kabupaten/kota secara daring. Selanjutnya, tim yang terdiri atas tim independen dan tim dari kementerian/lembaga terkait melakukan verifikasi administratif, verifikasi lapangan, hingga verifikasi final.

Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak terdiri atas lima predikat, yaitu Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kabupaten/Kota Layak Anak. Belum ada kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih predikat Kabupaten/Kota Layak Anak.

Sementara itu, sebanyak 135 kabupaten/kota di Indonesia berhasil meraih predikat Pratama, 86 kabupaten/kota meraih predikat Madya, dan 23 kabupaten/kota meraih predikat Nindya. Peraih penghargaan tahun ini bertambah sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2019 sebanyak 247 kabupaten/kota, sementara pada 2018 hanya 177 kabupaten/kota.

“Penghargaan itu adalah komitmen negara untuk menjamin pelindungan anak, termasuk kewajiban pemerintah daerah untuk melaksanakan pelindungan anak,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise. (*/lusi/ygi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending