Connect with us

MEETING

Polda Banten Gelar Apel Wisata Libur Natal Dan Tahun Baru Di Mercusuar Anyer

Published

on

CILEGON – Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui biro ops Polda Banten menyiagakan personel untuk mengamankan wisata Anyer pada Libur Natal dan Tahun Baru, Sabtu (28/12/19).

Karo Ops Polda Banten diwakilkan oleh Pamatwil Cilegon Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi P, S.I.K.,MH Polda Banten memimpin apel pam wisata Anyer di mercusuar Cikoneng Anyer.

Dalam amanatnya Kabid Humas Polda Banten menyampaikan ucapan terimakasih dari Kapolda Banten kepada personil Polda Banten yang dinilai Baik dan telah berhasil melakukan Pengamanan Misa dan Hari Natal 2019.

“Pertama-tama Kapolda Banten mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah melaksankan kegiatan pengamanan Misa dan Hari Natal tanggal 24 dan 25 Desember kemaren,” kata Kabid Humas Polda Banten, saat pelaksanaan apel PAM Wisata di Mercusuar Anyer.

Menurutnya, ada empat sasaran operasi yang harus dijalankan, yang pertama adalah orang, yang kedua adalah barang, yang ketiga adalah lokasi ataupun tempat dan yang terakhir adalah kegiatan.

“Mulai hari ini kita akan fokus pengamanan pada object wisata baik di Anyer maupun di carita, dan beberapa lokasi lainnya yang akan di kunjungi masyarakat yang wisata, sesuai dengan karakteristik dan kerawanannya ini bagian dari dinamika yang harus kita jalankan,” ujarnya.

Edy juga menegaskan jajarannya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat dan memberikan himbauan agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

“Keberadaan kita dan pos Pam disini wajib menghadirkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat jangan sampai ada masalah laka laut orang tenggelam, kemacetan atupun pencopetan dan hal hal yang tidak diinginkan lainnya,” pungkasnya. (*/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Tangkal Corona, Bank BJB Bantu Alkes Untuk Tangsel

Published

on

CIPUTAT – Kota Tangsel sudah menetapkan status tanggap darurat. Berbagai pihak memberikan atensi dan perhatiannya. Salah satunya Bank BJB yang memberikan bantuan beberapa alat kesehatan dan pencegahan. Bantuan tersebut saat ini sudah dimanfaatkan oleh Pemkot Tangsel dan dibagikan ke beberpa rumah sakit di daerah Tangsel.

Kepala Bank BJB Cabang Tangsel, Ockie Castrena, menjelaskan, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) sebagai bagian integral dari Pemerintah Kota Tangetang Selatan, menilai perlu adanya partisipasi untuk dapat membantu pihak-pihak terkait khususnya Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dalam penanganan penyebaran COVID-19.

“Penyaluran CSR juga sebagai bentuk komitmen bank bjb dimana dalam menjalankan usahanya, berpegang pada prinsip triple bottom line, disamping dituntut untuk mendapatkan keuntungan (profit), juga harus peduli terhadap pemberdayaan masyarakat (people) dan juga peduli terhadap kelestarian lingkungan (planet),”ungkapnya.

Adapun bentuk penyaluran CSR dalam upaya penanganan penyebaran COVID-19 berbentuk 3 Disinfectant Chamber and Gate (Ruang khusus semprot disinfectant otomatis), 200 Alat pelindung diri (APD), 200 Face Shield, 60 Alat Spray Disinfectant, dan 300 Liter Disinfectant.

“Ini adalah bentuk CSR dari BJB. Dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid-19 ini di Kota Tangsel,” ujar Ockie.

Ockie menyampaikan bahwa BJB terus berupaya hadir dalam setiap situasi. Hal tersebut dibuktikan bukan hanya di Kota Tangsel melainkan daerah lain. Dimana BJB ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan untuk penanggulangan wabah ini.

“Daerah lain sudah ada juga yang mendapatkan bantuan dari BJB. Tapi di Tangsel merupakan salah satu cabang yang cepat tanggap,” kata dia.

Sampai saat ini, BJB terus berkoordinasi dengan pemerintah dan gugus tugas. Untuk mencaritahu apa saja yang dibutuhkan oleh mereka dalam rangka penangana Covid19 ini. Sehingga apaoun program dan barang csr yang BJB lakukan bisa bermanfaat.

“Jadi koordinasi itu kami juga upayakan apa saja yang dibutuhkan oleh pemerintah. Nanti kami upayakan,” tutupnya. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Kabid Humas Polda Banten, Sosialisasikan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Published

on

SERANG – Beberapa cara jitu dalam mencegah penyebaran virus (Covid-19) adalah melalui sterilisasi tempat kerja dengan semprotan disinfektan, mengenakan masker penutup mulut, dan menjaga jarak agar kontak fisik antartubuh manusia atau dengan medium yang berpotensi dihinggapi virus covid-19 tidak terjadi.

Kabid Humad Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata,S.I.K,M.H Kamis (26/3/2020) sosialisasikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Berbeda dari hari-hari sebelumnya, dimulai hari ini, protokol kesehatan sebelum memasuki ruang rapat, setiap personel harus memakai masker, dicek suhu tubuh, jarak rapat diatur, menyiapkan hand sanitizer di tempar rapat.

Edy Sumardi menyampaikan standar protokol kesehatan harus diterapkan sebagai kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran dan penularan covid-19 sekaligus guna memutus rantai virus corona (covid-19) sebagai contoh penerapan standar protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan rapat yang harus di laksanakan dengan tatap muka.

“Jadi sebelum masuk ruangan rapat, siapapun itu harus mematuhi standar protokoler kesehatan yang di berlakukan, diantaranya cek suhu tubuh menggunakan thermometer infrared, menggunakan masker, cuci tangan menggunakan hand sanitizer atau sabun, jaga jarak, dan peserta rapat tidak lebih dari 10 orang” kata Edy Sumardi.

Lebih lanjut Edy Sumardi menyampaikan alangkah baiknya bilamana kegiatan rapat tersebut dapat di lakukan dengan fasilitas video confrence namun bilamana hal tersebut tidak dapa t di lakukan langkah utama yaitu terapkan protokol standar kesehatan. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Dialog Kebangsaan : Bedah Buku Gagal Faham Khilafah di Banten

Published

on

SERANG – Dialog Kebangsaan dan Bedah Buku “Gagal Faham Khilafah: Hizbut Tahrir Indonesia” Mmnghadirkan tiga pemantik dalam diskusi ini diantaranya dari Unsur GP Ansor Banten, tokoh muda Banten dan penulis buku yang bertempat di studio Sultan TV, Banjarsari, Cipocok Jaya, Serang (20/03/2020).

Mendirikan sebuah Bangsa Indonesia yang mewujudkan Baldatun Thoyyibun wa Robbun Gofur diera 1940an ini memang tidak mudah dan tidak sulit.

Kiai Hamdan Suhaimi menjelaskan bahwasanya Di era 1970an yang dibawa oleh kaum ekstrem kanan membawa sebuah faham panislamisme dibumi Indonesia. Yang saya kritik dari pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani bahwa ‘La Islama Bila Khilafatin’ yang artinya tidak disebut Islam kalau tidak Menerapkan Khilafah nah ini satu konsep yang menurut saya pemaksaan kehendak diantaranya menabrak ‘Maqosidussyari’ah’ yang sudah disepakati oleh alim ulama di Indonesia.

Penerapan Khilafah Islamiyyah bukannya di Tolak jika ada Indonesia tapi tertolak karena sudah menabrak konsesus alim ulama dan konsesus bangsa yang diprakarsai oleh Founding Father. “Jargon kita jelas, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya, Indonesia Milik Kita,” ujar, Kiai Hamdan Selaku Wakil Ketua PW GP Ansor Banten.

Abdul Muhit Hariri menjabarkan bahwa ada yang lebih bahaya dari virus yang hari ini sedang ramai yaitu virus Pemahaman Khilafah kepada generasi muda Indonesia khususnya Banten. Walaupun, HTI ini sudah dibubarkan oleh pemerintah. Tetap saja mereka masih berkeliaran dengan menggunakan baju-baju yang berbeda orang dan pelaku mendoktrin generasi muda untuk tidak menerima ideologi Pancasila.

Di dunia perguruan tinggi baik umum maupun agama pada era tahun 2013 mereka melalui organisasi Gema Pembebasan yang mana mereka terafiliasi oleh Hizbut Tahrir Indonesia yang sering menggembor-gemborkan ialah Tolak Pancasila, Pancasila Thought. “Ini jelas merusak kehidupan bangsa, harus kita bumi hanguskan faham model seperti ini,” tegasnya.

“Pemuda hari ini harus mulai berani show up untuk berani mengatak bahwa Khilafah buka ideologi Bangsa Indonesia lalu kuasai media-media sosial diantaranya untuk menebarkan Islam yang ramah,” tambah salah satu tokoh muda Banten Muhit.

Muhammad Makmun Rasyid mengungkapkan bahwasanya Gerakan politik yang skala internasional yang lebih populer dengan istilah transnasional. Gerakan Khilafah di republik ini sudah dihentikan dengan keluarnya Perpu dari Kemenkopolhukam di tahun 2017 walaupun demikian tetap saja gerakannya masih masif di bumi Indonesia ini.

“Mereka membuka gerbong di Indonesia sebelum era reformasi dan sasaran yang jadi prioritas ialah kaum intelektual yaitu kampus. Narasi yang pertama kali dibangun oleh mereka ialah ‘Maksiyatun Min Akbarin Na’si,” imbuh Penulis Buku Kang Makmun.

Bedah Buku Gagal Faham Khilafah ini dimoderatori oleh Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) Ahmad Sayuti, dalam ruang diskusi tersebut bagaimana Asal-usul Faham Khilafah, Efek Domino sekaligus mengcounter paham untuk masyarakat dan generasi milenial di Indonesia khususnya Banten. (*/hendri)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending