Connect with us

MEETING

Pemkab Serang Komitmen Jalankan Keterbukaan Informasi Publik

Published

on

SERANG – Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bisa terus mempertahankan penghargaan sebagai kualifikasi informatif sebagai badan publik. Mengingat, pada Tahun 2018 lalu Pemkab Serang mendapatkan nilai 93,75, kualifikasi informatif dari KI Banten.

Hal itu disampaikan Ketua KI Provinsi Banten, Hilman didimpingi Anggota KI Banten, Suwardi usai melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Aula KH.Syam’un Setda Kabupaten Serang pada Senin (7/10/2019).

Tim Monev KI Provinsi Banten diterima oleh, Kepala Dinas Komunikasi Informatikan Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya didampingi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama, yang juga Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informasi Publik, Hartono.

“Kalau penilaian secara umum tentu kita belajar dari pengalaman bahwa tahun 2018 Pemkab Serang sudah menampilkan salah satu indikatornya itu informatif itukan nilainya 90 sampai 100 agar bisa dipertahankan. Tidak tahu kalau tahun ini meningkat atau turun. Nanti Tanggal 29 Oktober 2019 kita umumkan,” ujarnya.

Dikatakan Hilman, monitoring dan evaluasi badan publik tingkat kabupaten/kota ini rutin dilakukan setiap tahun dan Kabupaten Serang hari ini sedang visitasi sebagai tindak lanjut Self Assessment Questionnaire (angkat penilaian diri) yang diserahkan ke KI Banten. Jadi KI Banten meminta klarifikasi terkait poin-pin apa saja yang sudah diberikan Pemkab Serang.

“Tentu ada beberapa indikator yang menjadi perhatian konsen kami dari KI Banten, intinya adalah dari empat indikator itu agar supaya badan publik khususnya Pemkab Serang agar lebih transfaran terhadap informasi yang menjadi domain PPID,” katanya.

Salah satu indikator itu adalah, sambung Hilman, tentang kesiapan sarana prasarana yang menunjang terutama KI Banten lebih konsen kepada website yang disediakan oleh Pemkab Serang seperti apa. Itu indikator yang mudah dilihat di era digital ini.

“Karena kita berharap bahwa masyarakat Kabupaten Serang, Indonesia umumnya apabila ingin melihat informasi di Kabupaten Serang tidak usah datang kesini cukup buka di website saja. Tadi kita mendengar ada aplikasi terbaru sialip (Sistem aplikasi layanan informasi publik), sialip tersebut diharapkan KI memberikan jawaban kebutuhan informasi bagi masyarakat Kabupaten Serang umumnya Indonesia,” terangnya.

Apakah adanya catatan pada monev tersebut, Hilman mengatakan secara khusus tidak ada. Hanya saja ada satu yang perlu diperbaiki peningkatan aplikasi sialip. “Tapi itu itu wajar karena menggunakan IT itu tidak mudah. Pada intinya website atau aplikasi agar mudah diakses,” jelas Hilman.

Seraya berharap Pemkab Serang harus terbuka dan transparan terkait informasi karena sekarang eranya keterbukaan berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi.
Sementara Kepala Diskominfosatik Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya mengatakan, bahwa pertanyaan yang disampaikan pihak KI Provinsi Banten sejauh mana kesiapan Pemkab Serang dalam melayani berbagai permintaan informasi dari masyarakat. Baik dari kalangan masyarakat, LSM, universitas atau perorangan.

“Alhamdulilah tadi kami bisa menjawab semua pertanyaan KI Banten. Karena kita punya inovasi aplikasi sialip. Sedangkan inovasi lain kita juga satu pintu kalau ada permintaan informasi dari masyarakat meminta data OPD (organisasi perangkat daerah). Kita menekankan kepada OPD agar tidak boleh lebih dari 10 hari untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Bahkan hasil dari catatan LHKPN dengan KPK pun sudah terlink,” ujarnya. (*/lusi/yogi)

MEETING

Ditlantas Polda Banten Gelar Lat Pra Ops Zebra Kalimaya 2019

Published

on

SERANG – Menjelang digelarnya Operasi Zebra Kalimaya tahun 2019 yang akan dimulai besok, Rabu 23 Oktober 2019 sampai 5 November 2019, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten Melakukan Latihan Pra Opresi (Lat pra ops) Zebra Kalimaya Tahun 2019 di Aula Mapolda Banten, Selasa (22/10/2019).

Kegiatan Lat pra ops tersebut dibuka langsung oleh Wakapolda Banten Brigjend Pol Drs. Tomex Korniawan dengan tema “Melalui Pelatihan Pra Operasi Kepolisian Terpusat, Polri Siap Meningkatkan Kesadaran Dan Kepatuhan Masyarakat Di Bidang Kamseltibcar Lantas”

Dalam sambutannya Wakapolda Banten mengatakan bahwa Polda Banten dan jajarannya akan melaksanakan operasi zebra 2019 selama 14 hari yang akan dimulai dari tanggal 23 Oktober sampai 05 November 2019

“Polda Banten dan Jajaran akan melaksanakan operasi dengan sandi ‘Zebra Kalimaya Tahun 2019’ Yang akan dilaksanakan selama 14 hari mulai dari tanggal 23 Oktober sampai dengan 5 November 2019, guna cipta kondisi menjelang hari natal Tahun 2019 dan perayaan Tahun baru 1 Jauniari 2020,” ujarnya

Lebih lanjut wakapolda Banten mengatakan bahwa pelatihan tersebut memiliki makna yang sangat strategis sebagai perwujudan asta siap (8 Acuan Polri) yang juga merupakan sarana untuk memastikan kesiapan personil yang terlibat serta untuk membentuk pola tindak yang satu persepsi dalam tugas.

“Pelatihan ini memiliki makna yang sangat strategis selain sebagai perwujudan asta siap pelatihan ini juga merupakan sarana untuk memastikan, bahwa personel yang terlibat dalam operasi, siap secara fisik dan mental, Memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni, serta untuk membentuk pola tindak yang satu persepsi dalam pelaksanaan operasi,” ucapnya

Sementara itu Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo, S.I.K.,M.Hum mengatkaan kegiatan ini diikuti oleh 388 personel terdiri atas Satgas Polda Banten dan Satgas Jajaran Polda Banten, mereka mendapatkan arahan tentang tata cara melakukan operasi, seperti cara memberhentikan kendaraan dan langkah anggota dalam memberikan sanksi kepada para pelanggar lalu lintas, ucapby

Ia menghimbau kepada masyarakat yang ada di wilayah hukum Polda Banten agar selalu tertib dalam berlalu lintas. “Tertib dalam berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari Operasi yang digelar petugas, namun untuk keselamatan diri dan kenyamanan saat berkendara sehingga tercapainya ketertiban berlalu lintas,” papar Wibowo.

Selain itu, Wibowo pun mengimbau hal-hal berikut: pengendara agar melengkapi administrasi pengemudi dan kendaraan berupa STNK, STUK, dan Ijin Trayek serta SIM, melengkapi dan menstandartkan kendaraan sesuai laik jalan serta mengenakan helm bagi pengendara dan penumpang kendaraan roda dua.

Sementara bagi pengendara roda empat, Dirlantas Polda mengimbau agar pengendara tidak mengangkut muatan yang melebihi tonase dan kapasitas serta bagi kendaraan bak terbuka dilarang mengangkut orang.

Larangan lainnya adalah, para pengendara juga agar tidak menggunakan trotatoar, tidak menyalakan lampu sirine bagi kendaraan yang tidak peruntukannya, tidak melanggar ketentuan parkir dan berhenti, tidak berkendara melawan arah dan setiap kendaraan wajib memasang Plat nomor (TNKB) sesuai ketentuan. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Himanura UNSERA Undang Faldo Maldini Bahas Isu Politik

Published

on

SERANG – Mengikuti perkembangan isu-isu politik yang beredar saat ini, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Himanura) Universitas Serang Raya (UNSERA) mengadakan Seminar Milenial Peka Politik dengan tema Menumbuhkan Jiwa Responsif Mahasiswa Milenial Terhadap Isu-Isu Politik yang digelar di aula Unsera, Selasa (22/10/2019).

Bukan hanya tema milenial yang diangkat, narasumber yang mengisi acara tersebut pun terbukti sedang hangat diperbincangkan oleh kaum millenial, yaitu Faldo Maldini.

Faldo Maldini adalah seorang politkus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM Universtas Indonesia.

Menurut Faldo, pemikiran kritis milenial khususnya mahasiswa diperlukan untuk membantu pengawasi pemerintahan. “Formula yang tepat untuk menjadi mahasiswa lebih responsif terhadap perkembangan isu politik adalah dengan menggunakan media sosial yang bijak, melek terhadap apa saja isu yang tengah berkembang, bukan hanya menajdi followers tapi mahasiswa memang dituntut untuk responsif tapi dengan sikap yang positif,” ujar Faldo Maldini.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan Rahmi Mulyasih, M.Si beserta dosen Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Hukum, Presma dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA).

Selain menghadirkan narasumber milenial, Himanura turut mengundang Akademisi UNSERA Dr. Arif Nugroho, MAP.

Pembahasan keseluruhan yang disampaikan oleh narasumber memang mengenai hubungan antara milenial dengan politik dan pentingnya politik bagi millennial.

Ketua Umum Himanura menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai politik. “Memang negara demokrasi seperti kita, mau ngga mau harus paham politik secara utuh, makanya kami memfasilitasi acara ini untuk mahasiswa dengan harapan mahasiswa jadi lebih melek dengan politik dan kemudia merespon setiap isu dengan baik dan bijak,” ujar Ketua Umum Himanura, Ilmam Isrof. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Disnakertrans Kabupaten Serang Raih SNI ISO 9001:2015

Published

on

SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang mencatatkan standar mutu pelayanan yang membanggakan. Melalui peraihan sertifikat Standar Nasional Indonesia-International Organization for Standardization (SNI ISO) 9001:2015 tentang Quality Management System.

Disnakertrans Kabupaten Serang dinilai punya pelayanan bermutu bidang penerbitan kartu tanda pendaftaran pencari kerja (AK I), kartu data pencari kerja (AK II), kartu permintaan tenaga kerja (AK III), kartu pemanggilan pencari kerja (AK IV), dan surat pengantar dari dinas kabupaten/kota kepada pemberi kerja (AK V).

Penyerahan sertifikat diberikan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Aris Wahyudi kepada Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Senin malam (21/10). “Kita termasuk dari 15 kabupaten/kota yang menerima sertifikat SNI ISO 9001:2015,” kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang R Setiawan melalui siaran pers.

Menurutnya, tidak mudah mendapatkan sertifikat SNI ISO 9001:2015 karena terlebih dahulu dilakukan audit khusus selama lima bulan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan konsultan independen yang ditunjuk Kemenaker. “Kita turut berbangga karena dinilai punya standar kualitas pelayanan yang bermutu,” ujar Setiawan.

Ia merinci, salah satu keunggulan Diskankertrans Kabupaten Serang yakni telah menerapkan sistem online untuk pelayanan penertiban AK I, AK II, AK III, AK IV, dan AK V. “Setelah diaudit, kami layak mendapatkan ISO SNI. Tentu ini adalah kado ulang tahun Kabupaten Serang ke 493,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengungkapkan, awal 2019 lalu Inspektorat Kabupaten Serang pertama di Indonesia yang menggabungkan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

“Kali ini, Disnakertrans Kabupaten Serang yang mencatatkan prestasi. Tentu prestasi peraihan sertifikat ISO SNI ini harus diikuti oleh organisasi perangkat daerah lainnya,” ujar Pandji.

Menurut Pandji, di tengah tantangan dan tuntutan masyarakat, pelayanan yang diberikan pemerintah daerah yang semakin cepat dan mudah. Oleh karena itu, Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan sebuah keniscayaan. “Kami punya lebih dari 50 inovasi daerah, baik yang bersifat internal maupun pelayanan kepada masyarakat. Kami akan lebih maksimalkan dalam rangka percepatan dan kemudahan pelayanan,” ujarnya. (*/lusi/ygi))

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending