Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Muliakan Dhuafa, PLN Berbagi 15.000 Paket Sembako

Published

on

JAKARTA – PLN kembali berbagi kebahagiaan memuliakan kaum dhuafa di bulan suci nan berkah dengan memberikan 15.000 paket sembako secara serentak di 15 titik Jabodetabek, Selasa (21/5/2019). Kegiatan yang diinisiasi PLN Peduli (CSR PLN) membagikan 15.000 paket sembako kepada 70 kelompok seperti para supir, petugas kebersihan, petugas keamanan, para pedagang di lingkungan PLN dan lainnya.

Paket sembako ini sebagai bentuk kepekaan sosial PLN sebagai bagian dari BUMN hadir untuk negeri. Adapun paket sembako yang dibagikan masing-masing berisi beras, minyak goreng, gula pasir, kecap manis, biskuit, sirup, dengan harga rata-rata sembako adalah Rp 250.000 per paket ditambah bantuan transport uang tunai Rp 100.000 per orang. Dengan begitu, total yang digelontorkan oleh PLN Peduli adalah sebesar Rp5.4milyar. Dalam acara tersebut PLN juga memberikan bantuan untuk pembangunan dan renovasi masjid senilai masing masing Rp 10 juta.

Acara dihadiri oleh pimpinan wilayah PLN di masing-masing lokasi. Selain itu tak lupa PLN juga membagikan sembako untuk warga yang berada di sekitar kantor pusat PLN.

PLH Executive Vice President Corporate Communication & CSR – Dwi Suryo mengucap syukur bahwa PLN telah berbagi kebahagiaan dengan memberikan sembako kepada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PLN. Semoga bantuan yang diberikan mampu memberikan kebahagian kepada warga yang menerimanya.

“Pembagian sembako ini sejatinya agar PLN mendapatkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia demi kelancaran pembangunan kelistrikan di Tanah Air. Pembagian sembako Ini bukti keberkahan untuk PLN dan kita ingin berbagi dengan masyarakat,” ungkap Dwi.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian program PLN dengan tema ‘Berbagi Kebahagiaan Bersama’ Ramadhan 1440 H di lingkungan PLN yang juga diikuti dengan program lainnya seperti Berbuka Bareng Anak Yatim dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kebutuhan utama kaum dhuafa se-Indonesia.
Untuk PLN UID Banten sendiri menyalurkan pembagian sembako sebanyak 2.000 Bingkisan plus transport serta Bantuan Masjid sebesar Rp.10.000.000 per lokasi yang dibagi menjadi 2 titik, yakni Masjid Jami Baiturrahman Kecamatan Cisauk dan Musholla Assyuhada, Kampung Poris Plawad Indah, Cipondoh. Kegiatan Pembagian sembako ini dikoordinir oleh PLN UP3 Cikokol dan PLN UP3 Serpong dan dihadiri oleh Perwakilan Direksi, Manajemen PLN UID Banten dan UP3 Serpong dan UP3 Cikokol serta Pemuka Agama dan Tokoh Masyrakat lainnya.

Sinergi BUMN, Pangan Murah Untuk 120 ribu Warga

Di hari yang sama, PLN juga ambil bagian dari aksi kepedulian sosial bertajuk Pangan Murah Ramadhan 1440 H yang digelar oleh BUMN, acara ini dilakukan secara serentak di 40 Kecamatan di 3 Propinsi dari 18 hingga 21 Mei 2019.

Untuk PLN, gelaran pangan murah Ramadhan sinergi BUMN dilakukan di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebanyak 3000 warga desa Ciasem Girang dan Sukamandi Jaya, Kecamatan Ciasem berkesempatan mendapatkan paket pangan murah dari PLN.

Anik (42) warga Desa Sukamandi Jaya menyatakan kegembiraannya mendapat paket pangan murah. “Sangat membantu sekali pak paket murah ini, biasanya harga (sembako) naik pas mau lebaran,” ujar Anik.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Senior Manager General Affair PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Iwan Ridwan menyatakan bahwa seluruh dana hasil dari penjualan pangan murah ini akan dikembalikan kepada warga Ciasem dalam bentuk bantuan dana bagi Pondok Pesantren An Nahlaa Ciasem.

“Kegiatan ini bukan semata-mata jualan. Semua hasil dari pembelian oleh warga, kami serahkan ke pondok pesantren, Kami pun memberikan dana khusus CSR bantuan sarana fasilitas untuk pondok pesantren An Nahlaa sebesar 30 juta rupiah,” imbuh Iwan.

Untuk Kabupaten Subang, selain Kecamatan Ciasem, kegiatan Pangan Murah Ramadhan ini juga digelar di 4 Kecamatan lainnya, yakni Cipunagara, Pamanukan, Pusakanagara, dan Pasukajaya.

Dari 40 perusahaan BUMN, yang disalurkan mencapai 120 Ribu Pangan Murah dan disalurkan di 3 Propinsi.(*/yogi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EVENT-EXHIBITION

Diresmikan Wapres, RS Mata Achmad Wardi Kini Punya Layanan Retina & Glaukoma Center

Published

on

SERANG – Pada tahun 2017 Badan Wakaf Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika, membangun Rumah Sakit Mata Achmad Wardi sebagai Rumah Sakit Mata pertama yang dibangun dan dikembangkan berbasis Wakaf.

Pada tahun 2020 Badan Wakaf Indonesia melakukan penghimpunan dana wakaf dengan nilai donasi yang terhimpun adalah Rp 50,849,000,000. Dana tersebut dibelikan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dengan diskonto dan Imbal hasilnya digunakan untuk membiayai Pembangunan Retina Center Rumah Sakit Mata Achmad Wardi.

Untuk mengakselerasi Pembangunan Retina Center, Rumah Sakit Mata Achmad Wardi juga mendapat dukungan pembiayaan dari BNI Syariah dengan nilai pembiayaan Rp. 8,8 miliar dengan sumber pembayaran dari kupon CWLS. Kombinasi investasi dana wakaf di CWLS dan pembiayaan perbankan syariah menjadi terobosan untuk mengembangkan aset wakaf produktif sehingga diharapkan dapat direplikasi untuk pembangunan rumah sakit mata berbasis wakaf di daerah lain.

Pengoperasian Rumah Sakit Mata Achmad Wardi beserta fasilitas Katarak, Retina dan Glukoma Center menjadi tonggak sejarah Ekosistem Wakaf yang Paripurna, dimana menggabungkan pengelolaan harta benda wakaf bergerak dan tidak bergerak, penghimpunan wakaf uang bertagline “WAKAF ANDA UTUH DAN DAPAT DIMILIKI KEMBALI, dimana hasil penghimpunan diinvestasikan pada sukuk Wakaf, diskonto serta kuponnya digunakan untuk penambahan fasilitas layanan Retina Centre di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi melalui skema pembiayaan Syariah dari LKS PWU.

Peresmian Retina dan Glaukome Center Rumah Sakit Mata Achmad Wardi dilakukan secara daring oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Acara peresmian dilakukan secara virtual (on-line) maupun kehadiran secara langsung (offline) di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi dengan tetap memperhatikan protocol Covid-19, Selasa (21/10/2020).

Hadir secara langsung Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. H. Mohammad NUH, DEA, Gubernur Banten Dr. Drs. H. Wahidin Halim, M.Si dan Walikota Serang H.Syafrudin, S.Sos, M.Si, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi, Penasehat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Prof Dr. dr. Nila Moeloek, SpM (K). Sementara hadir secara online yaitu Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, S.E, M.Sc.,Ph.D, Menteri Agama RI Fachrul Razi, S.I.P.,S.H.,M.H, Ketua Badan Pelaksana BPKH Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc.

Pada acara tersebut juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Badan Wakaf Indonesia dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provisni Jawa Barat dalam hal Pendirian Rumah Sakit Mata Berbasis Wakaf di Provinsi Jawa Barat. Kerjasama sama ini merupakan sinegi pertama kalinya dalam hal pengelolaan Wakaf dan Zakat untuk aset wakaf produktif.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU dengan UNDP Indonesia untuk pembangunan yang berkelanjutan. Badan Wakaf Indonesia juga menerima Komitmen penghimpunan wakaf uang dari Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Rumah Sakit Mata Achmad Wardi juga menerima bantuan senilai Rp 1 miliar untuk Operasi Vitrektomi dan Glukoma bagi dhuafa yang diserahkan Ketua Yayasan Dompet Duafa Republika, Nasyith Majidi.

Kinerja Rumah Sakit Mata Achmad Wardi dinilai sangat baik. Dalam kurun waktu 2 tahun beroperasi, pada akhir tahun 2019 telah berhasil membukukan laba bersih senilai Rp. 3,3 miliar. Kesuksesan dalam mengoperasikan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi menginspirasi untuk mendirikan fasilitas kesehatan mata berbasis wakaf di seluruh Indonesia. Berdasarkan data gangguan indera penglihatan di Indonesia yang bersumber dari Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016, menunjukkan prevalensi kebutaan terjadi pada penduduk yang berusia 50 tahun ke atas adalah sebesar 3,0% atau berjumlah sekitar 7,8 juta penduduk Indonesia. Angka Prevalensi ini jauh di atas standar kebutaan menurut WHO sebesar 0,5%. Atas dasar inilah maka pembangunan fasilitas kesehatan mata berbasis wakaf sangat dibutuhkan agar Indonesia terhindar dari tsunami katarak dan kebutaan mata. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Napi di Lapas Kelas I Tangerang Dilatih Menjadi DAI

Published

on

TANGERANG – Dalam upaya memberikan Pembinaan Kepribadian serta Kerohanian Bagi Warga Binaan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang bekerjasama dengan Yayasan Dompet Dhuafa menggelar asesmen calon peserta program Pendidikan Kader DAI (PKD).

Bertempat di Lapas Kelas I Tangerang, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil Audiensi Program pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, para pejabat struktural Lapas Kelas I Tangerang, Serta beberapa tim dari Yayasan Dompet Dhuafa.

Dalam paparannya, Kepala Lapas Kelas I Tangerang Jumadi menyampaikan bahwa asesmen ini bertujuan untuk melakukan seleksi calon peserta, apakah dinilai layak mengikuti Pendidikan Kader Dai selama 5 bulan ke depan.

“Proses asesmen dilaksanakan oleh tim Dompet Dhuafa sejumlah 8 orang, jumlah calon peserta 100 orang. Calon peserta yang diterima dan dianggap layak mengikuti Pendidikan Kader Dai sejumlah 50 orang, dan akan disampaikan hasilnya 7 hari setelah proses Asesmen,” ungkap Kalapas.

Lanjutnya, Kalapas berharap kegiatan ini adalah untuk Program Pembinaan Kepribadian dalam rangka mewujudkan pribadi-pribadi yang baik bagi warga binaan peserta Program Kader DAI tersebut, dan dapat diimplementasikan di pesantren Lapas maupun di masyarakat kelak ketika mereka sudah bebas.

Sementara itu, Ustad Muhajir salah satu tim Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa pihaknya bisa membantu dengan program napi menjadi DAI, agar nanti mereka bisa punya kepercayaan diri dan mendapat kesempatan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

Published

on

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual. Diselenggarakan pada Senin (19/10) hingga Sabtu (24/10), CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia, sebagai sarana untuk menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakeholders dan publik.

Acara ini dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Opening Ceremony CMSE 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut. Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia.

Tujuan lain dari diadakannya CMSE 2020 ini adalah guna mendukung pencapaian target penambahan jumlah Perusahaan Tercatat baru maupun nilai penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia. CMSE 2020 ini ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 orang peserta yang terdiri dari calon investor, investor, Perusahaan Tercatat, dan calon Perusahaan Tercatat, serta menjadi ajang bertemunya seluruh stakeholders di pasar modal dan masyarakat umum secara virtual.

CMSE 2020 menggunakan aplikasi berbasis website, pada alamat cmse.id, yang dibangun khusus sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang akan menghadiri acara ini. Pengunjung dapat mengakses booth/expo secara virtual dan menyaksikan seminar yang sedang berlangsung, melalui alamat website cmse.id tersebut.

Konsep Acara

CMSE 2020 kali ini menghadirkan beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Kegiatan pertama adalah seminar utama pada hari pertama yang akan mengambil tema “Perkembangan Ekonomi Terkini dan Ketahanan Sektor Keuangan”, dengan pembicara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sedangkan seminar utama pada hari kedua akan mengambil tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Sektor Riil” yang akan disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Perindustrian.

Selain seminar utama, pada acara CMSE 2020 juga terdapat kegiatan seminar dan talk show lainnya terkait investasi di pasar modal. Seminar dan talk show CMSE 2020 menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, antara lain tokoh dari Perusahaan Tercatat dan investor yang inspiratif, perencana keuangan, profesional, praktisi, dan/atau figur publik di industri pasar modal. Dalam CMSE 2020 juga terdapat pameran (expo) virtual dari para stakeholders di pasar modal seperti dari Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, asosiasi, dan regulator. Pameran ini juga memudahkan para pengunjung untuk dapat membuka rekening saham dan reksa dana secara langsung.

Selain itu juga diadakan Workshop Go Public, yakni kegiatan sosialisasi pasar modal kepada calon-calon Perusahaan Tercatat. Workshop Go Public ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan CMSE 2020 lainnya adalah pemberian apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pengembangan Pasar Modal Indonesia. Beberapa pihak yang akan diberikan penghargaan pada CMSE 2020 ini adalah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, atas dukungannya yang konsisten dalam meningkatkan jumlah Perusahaan Tercatat di BEI. J

Selain itu diberikan juga & kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi terhadap terciptanya mekanisme Single Investor Identification (SID) dalam pendataan investor pasar modal sejak 2012 serta dukungannya atas upaya Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek yang dilakukan oleh Perusahaan Efek Anggota Bursa. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending