Connect with us

MEETING

Ditresnarkoba Polda Banten Amankan 45 Tersangka Dalam Sebulan

Published

on

SERANG – Dalam satu bulan, Jajaran Ditresnarkoba Polda Banten dan polres Jajaran berhasil mengungkap 38 kasus dan 45 tersangka dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Hal tersebut di gelar dalam konferensi pers di ruang Bidhumas Polda Banten, Serang, Jum’at (1/11/2019).

Hadir dalam Prees Conference tersebut Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kabidhumas Polda Banten, Wadirresnarkoba Polda Banten, Balai Besar POM Provinsi Banten atau yang mewakili, Para Kasatresnarkoba Jajaran Polda Banten, Para Kasubdit dan penyidik Ditresnarkoba Polda Banten.

Dalam keterangan Persnya, Direktur Reserse Narkoba Polda Banten Kombes Pol Yohanes Hernowo, S.IK., MH., menyampaikan data jumlah ungkap kasus penyalahgunaan obat-obatan Polda Banten dan Jajaran selama bulan September dan Oktober 2019, sebanyak 38 kasus dan 45 orang tersangka dari seluruh jajaran Polres dan Polda Banten.

“Untu Ditresnarkoba Polda Banten berhasil mengungkap 9 kasus, dan 11 tersangka, dengan barang bukti Obat jenis Tramadol 4.498 butir, heximer 8819 butir, uang tunai Rp. 9.002.00 dan 1 unit R4 toyota Yaris,” kata Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Yohanes Hernowo, dalam keterangan Persnya.

Sedangkan untuk Polres Jajaran Polda Banten, Polres Tangerang 7 kasus, 7 tersangka, dengan barang bukti, tramadol 968 butir, heximer 3.778 butir dan obat lainnya 116 butir, Polres Serang 4 kasus, 5 tersangka dan barang bukti Tramadol 210 butir, heximer 1028 butir dan uang tunai Rp. 235.000;

Untuk Polres Pandeglang sebanyak 7 kasus, dan 7 tersangka, dengan barang bukti Tramadol 23.315 butir, heximer 343.586 butir, trihexipenidil 17.010 butir, obt polos 2.752 butir, obat kuat 25 jenis bermacam merk dan uang tunai Rp. 4.987.000

Sementara Polres Cilegon dengan 4 kasus, dan 7 tersangka, dengan barang bukti tramadol 412 butir, heximer 4.400 butir, obat polos 490 butir alparazolam 40 strip dan 1 buah Hp. Dan Polres Lebak sebanyak 3 kasus, dan 3 tersangka, dengan barang bukti tramadol 276 butir, heximer 2438 butir.

Dan Polres Serang Kota sebanyak 4 kasus, dengan 5 tersangka, dengan barang bukti obat jenis tramadol 1.667 butir, heximer 610 butir, trihexiphenidil 70 butir, obat kuning 762 butir, obat polos 71 butir dan uang tunai Rp. 2.145.000.

“Untuk para tersangka kita kenakan Pasal 196,197 dan 198, UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah),” tegasnya. (*/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Tangkal Corona, Bank BJB Bantu Alkes Untuk Tangsel

Published

on

CIPUTAT – Kota Tangsel sudah menetapkan status tanggap darurat. Berbagai pihak memberikan atensi dan perhatiannya. Salah satunya Bank BJB yang memberikan bantuan beberapa alat kesehatan dan pencegahan. Bantuan tersebut saat ini sudah dimanfaatkan oleh Pemkot Tangsel dan dibagikan ke beberpa rumah sakit di daerah Tangsel.

Kepala Bank BJB Cabang Tangsel, Ockie Castrena, menjelaskan, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) sebagai bagian integral dari Pemerintah Kota Tangetang Selatan, menilai perlu adanya partisipasi untuk dapat membantu pihak-pihak terkait khususnya Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dalam penanganan penyebaran COVID-19.

“Penyaluran CSR juga sebagai bentuk komitmen bank bjb dimana dalam menjalankan usahanya, berpegang pada prinsip triple bottom line, disamping dituntut untuk mendapatkan keuntungan (profit), juga harus peduli terhadap pemberdayaan masyarakat (people) dan juga peduli terhadap kelestarian lingkungan (planet),”ungkapnya.

Adapun bentuk penyaluran CSR dalam upaya penanganan penyebaran COVID-19 berbentuk 3 Disinfectant Chamber and Gate (Ruang khusus semprot disinfectant otomatis), 200 Alat pelindung diri (APD), 200 Face Shield, 60 Alat Spray Disinfectant, dan 300 Liter Disinfectant.

“Ini adalah bentuk CSR dari BJB. Dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid-19 ini di Kota Tangsel,” ujar Ockie.

Ockie menyampaikan bahwa BJB terus berupaya hadir dalam setiap situasi. Hal tersebut dibuktikan bukan hanya di Kota Tangsel melainkan daerah lain. Dimana BJB ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan untuk penanggulangan wabah ini.

“Daerah lain sudah ada juga yang mendapatkan bantuan dari BJB. Tapi di Tangsel merupakan salah satu cabang yang cepat tanggap,” kata dia.

Sampai saat ini, BJB terus berkoordinasi dengan pemerintah dan gugus tugas. Untuk mencaritahu apa saja yang dibutuhkan oleh mereka dalam rangka penangana Covid19 ini. Sehingga apaoun program dan barang csr yang BJB lakukan bisa bermanfaat.

“Jadi koordinasi itu kami juga upayakan apa saja yang dibutuhkan oleh pemerintah. Nanti kami upayakan,” tutupnya. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Kabid Humas Polda Banten, Sosialisasikan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Published

on

SERANG – Beberapa cara jitu dalam mencegah penyebaran virus (Covid-19) adalah melalui sterilisasi tempat kerja dengan semprotan disinfektan, mengenakan masker penutup mulut, dan menjaga jarak agar kontak fisik antartubuh manusia atau dengan medium yang berpotensi dihinggapi virus covid-19 tidak terjadi.

Kabid Humad Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata,S.I.K,M.H Kamis (26/3/2020) sosialisasikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Berbeda dari hari-hari sebelumnya, dimulai hari ini, protokol kesehatan sebelum memasuki ruang rapat, setiap personel harus memakai masker, dicek suhu tubuh, jarak rapat diatur, menyiapkan hand sanitizer di tempar rapat.

Edy Sumardi menyampaikan standar protokol kesehatan harus diterapkan sebagai kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran dan penularan covid-19 sekaligus guna memutus rantai virus corona (covid-19) sebagai contoh penerapan standar protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan rapat yang harus di laksanakan dengan tatap muka.

“Jadi sebelum masuk ruangan rapat, siapapun itu harus mematuhi standar protokoler kesehatan yang di berlakukan, diantaranya cek suhu tubuh menggunakan thermometer infrared, menggunakan masker, cuci tangan menggunakan hand sanitizer atau sabun, jaga jarak, dan peserta rapat tidak lebih dari 10 orang” kata Edy Sumardi.

Lebih lanjut Edy Sumardi menyampaikan alangkah baiknya bilamana kegiatan rapat tersebut dapat di lakukan dengan fasilitas video confrence namun bilamana hal tersebut tidak dapa t di lakukan langkah utama yaitu terapkan protokol standar kesehatan. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Dialog Kebangsaan : Bedah Buku Gagal Faham Khilafah di Banten

Published

on

SERANG – Dialog Kebangsaan dan Bedah Buku “Gagal Faham Khilafah: Hizbut Tahrir Indonesia” Mmnghadirkan tiga pemantik dalam diskusi ini diantaranya dari Unsur GP Ansor Banten, tokoh muda Banten dan penulis buku yang bertempat di studio Sultan TV, Banjarsari, Cipocok Jaya, Serang (20/03/2020).

Mendirikan sebuah Bangsa Indonesia yang mewujudkan Baldatun Thoyyibun wa Robbun Gofur diera 1940an ini memang tidak mudah dan tidak sulit.

Kiai Hamdan Suhaimi menjelaskan bahwasanya Di era 1970an yang dibawa oleh kaum ekstrem kanan membawa sebuah faham panislamisme dibumi Indonesia. Yang saya kritik dari pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani bahwa ‘La Islama Bila Khilafatin’ yang artinya tidak disebut Islam kalau tidak Menerapkan Khilafah nah ini satu konsep yang menurut saya pemaksaan kehendak diantaranya menabrak ‘Maqosidussyari’ah’ yang sudah disepakati oleh alim ulama di Indonesia.

Penerapan Khilafah Islamiyyah bukannya di Tolak jika ada Indonesia tapi tertolak karena sudah menabrak konsesus alim ulama dan konsesus bangsa yang diprakarsai oleh Founding Father. “Jargon kita jelas, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya, Indonesia Milik Kita,” ujar, Kiai Hamdan Selaku Wakil Ketua PW GP Ansor Banten.

Abdul Muhit Hariri menjabarkan bahwa ada yang lebih bahaya dari virus yang hari ini sedang ramai yaitu virus Pemahaman Khilafah kepada generasi muda Indonesia khususnya Banten. Walaupun, HTI ini sudah dibubarkan oleh pemerintah. Tetap saja mereka masih berkeliaran dengan menggunakan baju-baju yang berbeda orang dan pelaku mendoktrin generasi muda untuk tidak menerima ideologi Pancasila.

Di dunia perguruan tinggi baik umum maupun agama pada era tahun 2013 mereka melalui organisasi Gema Pembebasan yang mana mereka terafiliasi oleh Hizbut Tahrir Indonesia yang sering menggembor-gemborkan ialah Tolak Pancasila, Pancasila Thought. “Ini jelas merusak kehidupan bangsa, harus kita bumi hanguskan faham model seperti ini,” tegasnya.

“Pemuda hari ini harus mulai berani show up untuk berani mengatak bahwa Khilafah buka ideologi Bangsa Indonesia lalu kuasai media-media sosial diantaranya untuk menebarkan Islam yang ramah,” tambah salah satu tokoh muda Banten Muhit.

Muhammad Makmun Rasyid mengungkapkan bahwasanya Gerakan politik yang skala internasional yang lebih populer dengan istilah transnasional. Gerakan Khilafah di republik ini sudah dihentikan dengan keluarnya Perpu dari Kemenkopolhukam di tahun 2017 walaupun demikian tetap saja gerakannya masih masif di bumi Indonesia ini.

“Mereka membuka gerbong di Indonesia sebelum era reformasi dan sasaran yang jadi prioritas ialah kaum intelektual yaitu kampus. Narasi yang pertama kali dibangun oleh mereka ialah ‘Maksiyatun Min Akbarin Na’si,” imbuh Penulis Buku Kang Makmun.

Bedah Buku Gagal Faham Khilafah ini dimoderatori oleh Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) Ahmad Sayuti, dalam ruang diskusi tersebut bagaimana Asal-usul Faham Khilafah, Efek Domino sekaligus mengcounter paham untuk masyarakat dan generasi milenial di Indonesia khususnya Banten. (*/hendri)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending