Connect with us

CONFERENCE

BPJAMSOSTEK Gencarkan Pelatihan Vokasi di Setiap Daerah

Published

on

SERANG – BPJAMSOSTEK kembali gencar melakukan sosialisasi masif terkait pelatihan vokasi yang secara resmi telah dilaksanakan sejak September 2019. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja Indonesia sehingga selaras dengan salah satu prioritas kerja pemerintah, yaitu pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Khrisna Syarif menjelaskan, selama masa piloting, pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para pekerja di mana tercatat 5.321 peserta yang telah mendaftar. Dengan menggandeng 54 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), BPJAMSOSTEK berhasil melatih 2.963 peserta dengan persentase kelulusan 88.62 persen dan sudah tersertifikasi. “Saat ini BPJAMSOSTEK akan memberdayakan seluruh Kantor Cabang untuk pelaksanaan pelatihan vokasi di wilayah masing-masing,” kata Khrisna usai membuka acara sosialisasi vokasi di Cikande, Kabupaten Serang Senin (16/3/2020).

Melalui Vokasi Indonesia Bekerja ini, lanjut dia, BPJAMSOSTEK akan mendampingi pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan putus kontrak untuk selanjutnya melakukan reskilling maupun upskilling sehingga mampu bekerja kembali atau menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Khrisna menuturkan, di tahun 2020 BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pada seluruh aspek pendukung pelatihan vokasi. Salah satunya dengan perluasan kriteria peserta, serta sinergi bersama Pemerintah terkait kolaborasi dengan BLK Pemerintah seperti Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), UPTD dan lainnya.

Partisipasi swasta saat ini sangat penting sebagai stakeholder BPJAMSOSTEK untuk memperluas jangkauan pelatihan ke pelosok dan meningkatkan kapasitas peserta pelatihan vokasi sehingga dapat merambah di seluruh propinsi, ke tiap kota hingga tiap kecamatan dan di pedesaan.

BPJAMSOSTEK juga terus mendorong para peserta untuk mendaftar dalam pelatihan vokasi yang dapat dilakukan melalui kantor cabang terdekat atau kanal digital sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi calon peserta yaitu Warga Negara Indonesia dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid; merupakan peserta terdaftar di BPJAMSOSTEK dengan masa iur minimal 12 bulan; mengalami PHK atau putus kontrak; telah berhenti bekerja minimal satu bulan dan maksimal 24 bulan. Peserta hanya diperbolehkan mendapatkan latihan vokasi sebanyak satu kali.

Sedangkan untuk LPK juga dihimbau segera mendaftar dengan melakukan Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan Kantor Cabang BPJAMSOSTEK dengan memenuhi beberapa syarat diantaranya memiliki izin operasional; terakreditasi oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat, memiliki minimal dua jenis modul pelatihan; telah beroperasi minimal enam bulan; dan melengkapi dengan uji sertifikasi dari BNSP untuk standarisasi mutu bagi peserta.

BPJAMSOSTEK kini sedang melakukan pengembangan ekosistem vokasi dari hulu hingga hilir agar kesempatan bagi peserta vokasi dapat lebih baik. Salah satunya dengan mempersiapkan konsep bapak ssuh yaitu melibatkan pengusaha atau tokoh filantropi untuk mendampingi peserta vokasi hingga mampu menjadi pengusaha mandiri maupun menerima untuk pemagangan.

BPJAMSOSTEK berharap dapat bekerja sama dengan LPK, BUMN dan perusahaan sebagai bapak asuh, fintech, perbankan nasional, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan ekosistem vokasi yang lebih baik. (*/yogi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CONFERENCE

Kapolda Banten Tandatangani Prasasti Peresmian Gedung Sambung Polda Banten

Published

on

SERANG – Kepala Kepolisian daerah (Polda) Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso, S.H., M.H meresmikan dan melaksanakan penandatanganan prasasti gedung sambung Polda Banten, Rabu (6/5/2020).

Kapolda beserta jajaran berfoto bersama perwakilan PT. Chandra Asri dan PT. Griya Cemerlang usai penandatanganan Prasasti Gedung Sambung Mapolda Banten, Rabu (6/5/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Agung Sabar Santoso, S.H., M.H menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. dan PT. Griya Cemerlang Sejahtera yang telah mendukung dalam pembangunan gedung sambung polda Banten.

“Kami dari Polda Banten mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. Dan PT. Griya Cemerlang Sejahtera atas kepeduliannya telah menghibahkan pembangunan gedung sambung polda Banten seluas 2.000,08 m2 yang terdiri dari bangunan 3 lantai, ” ujarnya.

Lebih lanjut kapolda mengatakan dengan adanya gedung sambung ini dapat menambah semangat kerja anggota dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami dari Polda Banten berharap sinergitas yang telah terjalin antara Polda Banten dengan PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. dan PT. Griya Cemerlang Sejahtera, dapat terus dipelihara dan ditingkatkan pada masa yang akan datang, sehingga hubungan dapat tetap terjalin dengan baik,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan Wawan Mulyana selaku Community Relation Manager PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, H. Iwan Kuswandi selaku Direktur Utama PT. Griya Cemerlang Sejahtera, Wakapolda Banten, pejabat utama Polda Banten. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

Bank Banten Catatkan Perbaikan Kinerja di Triwulan I 2020

Published

on

SERANG – Mengawali Triwulan I 2020, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten mampu mencatatkan perbaikan kinerja yang tampak dari sejumlah indikator keuangan perseroan. Berdasarkan laporan keuangan Bank Banten pada triwulan pertama (TW 1) 2020, perseroan telah berhasil meningkatkan kinerja khususnya terkait dengan upaya efisiensi yang dilakukan.

Adapun perbaikan sebagaimana dimaksud meliputi perbaikan pada beberapa pos keuangan yang membuat kinerja bank banten pada TW 1 2020 mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya untuk periode yang sama (YoY).

Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 273,1% secara YoY dari Rp. 3,515 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp. 13,113 miliar pada TW1 2020.

Pendapatan operasional selain bunga mengalami peningkatan sebesar 5,1% secara YoY dari Rp. 9,314 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp. 9,788 miliar pada TW 1 2020.

Perbaikan kinerja tersebut juga diikuti dengan penurunan beban operasional selain bunga sebesar 32,3% secara YoY dari Rp. 54,395 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp. 36,832 miliar pada TW1 2020.

“Dengan adanya perbaikan pada tiga pos keuangan tersebut, Bank Banten dapat menekan kerugian tahun berjalan sebesar 39,9% dari Rp. 55,795 miliar pada TW1 2019 menjadi Rp. 33,542 miliar pada TW1 2020. Selain itu, NPL netto mengalami perbaikan sebesar 0,91% dari 4,92% pada Desember 2018 menjadi 4,01% pada Desember 2019,” jelas Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa (14/4/2020).

Sedangkan untuk meningkatkan kinerja di sektor kredit, saat ini perseroan tengah memperkuat model bisnis perseroan dengan mengkombinasikan keselarasan portofolio kredit konsumtif dan produktif. Sehingga kinerja perseroan masih dapat ditingkatkan dan berjalan dalam koridor pengelolaan risiko yang lebih baik.

Sementara itu, manajemen Bank Banten terus melakukan berbagai upaya guna perbaikan dan penguatan struktur keuangan perseroan. Saat ini perseroan tengah menjalankan rencana aksi korporasi dengan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue untuk meningkatkan modal inti perseroan.

Jumlah maksimum Saham Baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya sebesar 400 miliar lembar saham atau setara dengan 40% dari modal dasar dengan nilai nominal Rp. 8,- per lembar saham. Sehingga nantinya struktur modal Perseroan akan meningkat sebanyak- banyaknya Rp. 3,2 triliun.

Meskipun di tengah kondisi pasar keuangan yang berfluktuasi, Bank Banten optimis untuk tetap melaksanakan aksi korporasi tersebut. “Kami juga terus mencermati perkembangan kondisi pasar seraya memetakan nilai penawaran yang terbaik bagi perseroan dan para pemangku kepentingan,” terang Fahmi.

Berbagai mekanisme pelaksanaan aksi korporasi pun tetap dijalankan Bank Banten sesuai dengan ketentuan dari regulator. Saat ini proses aksi korporasi tengah memasuki tahap registrasi pertama OJK. “Kami telah menerima hasil telaahan dari OJK dan sedang melengkapi tambahan informasi atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan tersebut. Walaupun Pandemi COVID-19 berpotensi untuk memundurkan jadwal aksi korporasi yang telah ditentukan, namun yang paling penting adalah proses penguatan permodalan Bank Banten tetap berjalan di tahun 2020,” tutup Fahmi. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

Gubernur WH: Tangerang Raya Harus Satu Kesatuan dengan PSBB DKI Jakarta

Published

on

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mendorong kabupaten/kota di Banten khususnya wilayah Tangerang Raya untuk satu kesatuan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan, mobilitas masyarakat wilayah Tangerang Raya berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan dengan DKI Jakarta.

“Rapat sepakat bahwa, yang pertama setuju untuk dilakukan integritas dalam PSBB. Dan diminta kepada bupati, walikota, dan gubernur dengan segera menyampaikan kepada Menteri Kesehatan,” ungkap Gubernur WH usai teleconference Rapat Terbatas dengan Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin, Selasa (7/4/2020).

Dalam Rapat Terbatas yang diikuti oleh Gubernur Banten, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kepala BNPB Doni Monardo itu, Gubernur WH mengusulkan agar PSBB yang ditetapkan untuk DKI Jakarta harus juga menjadi satu kesatuan dengan Tangerang Raya yang masuk wilayah Jabodetabek.

“Karena mobilitas atau pergerakan termasuk juga di dalamnya aktivitas keseharian masyarakat Tangerang Raya itu memang tidak bisa dipisahkan lagi dengan DKI Jakarta,” jelasnya.

Yang kedua, lanjut Gubernur WH, saya usulkan agar kekurangan alat kesehatan hendaknya juga didukung oleh Pemerintah Pusat.

“Yang ketiga, kita juga mengusulkan agar dalam kaitan dengan penganggaran perlu dipertimbangkan kembali dukungan Pemerintah Pusat, termasuk untuk wilayah Jabodetabek,” tambahnya.

Dikatakan Gubernur, rapat juga menyepakati untuk dilakukan integritas dalam PSBB. Bupati, walikota, dan gubernur diminta untuk segera menyampaikan surat kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

“Ini yang menjadi penting. Karena kita sepakat bahwa Jakarta dan Tangerang Raya masuk epicentrum, termasuk zona merah, yang berkaitan dengan penyebaran virus atau covid-19,” jelas Gubernur WH.

Ditambahkan, konsentrasi Pemprov Banten saat ini yakni PSBB yang pertama adalah untuk wilayah Tangerang Raya. Karena tren dan kecenderungan penyebaran terus meningkat.

“Disamping itu, kesiapan dan kemampuan daerah kabupaten/kota dan provinsi untuk memberikan dukungan sosial safety net yang di dalamnya memberikan subsidi untuk pengaman sosial ini, diharapkan sudah disiapkan oleh tiga kabupaten/kota,” ungkap Gubernur WH.

“Tentunya kita melihat perkembangan di luar Tangerang Raya. Kita masih melihat belum adanya kecenderungan peningkatan secara tajam di beberapa kabupaten/ kota. Namun ini tetap akan kita kaji,” pungkasnya. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending