Connect with us

MEETING

Bank Banten Selenggarakan Seminar Nasional FKDK BPDSI

Published

on

TANGERANG – PT Bank Daerah Pembangunan Banten Tbk. (Bank Banten) selaku Bank Daerah milik Pemerintah Provinsi Banten diberikan kepercayaan untuk menggelar acara Seminar Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI), Tangerang, Senin (7/10/2019).

Tema yang diangkat pada Seminar Nasional tersebut adalah Dampak Kredit Macet dan Debitur Pailit di BPD dalam Perspektif Hukum dan Perpajakan dengan narasumber Kepala Departemen Hukum Otoritas Jasa Keuangan Rizal Ramadhani, Deputi Invertigasi BPKP Iswan Elmi dan Perwakilan dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia Desy Meutia Firdaus.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih, Direktur Bank Banten Kemal Idris, Plt. Komisaris Utama Bank Banten Media Warman, dan Komisaris Independen Bank Banten Titi Khoiriah.

“Saya sangat berterima kasih, Bank Banten sudah dipercaya untuk mengadakan suatu perhelatan berskala nasional dengan dihadiri oleh para pejabat tertinggi dari BPD-BPD seluruh Indonesia. Sebuah penghargaan dan kehormatan yang tidak semua BPD bisa dapatkan, apalagi BPD yang masih sangat muda seperti kami ini,” ujar Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa.

Seminar Nasional FKDK BPDSI diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari Komisaris Utama, Komisaris, Direktur Utama, Direksi dan Komite-komite yang membantu tugas Dewan Komisaris dari seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia, serta pihak-pihak lainnya sebagai partisipan.

Sebelumnya, rangkaian acara seminar nasional tersebut diawali dengan welcome dinner yang diselenggarakan di Rumah Makan Jagarawa, Tangerang. Kegiatan ini dilakukan untuk menyambut dan memberikan apresiasi kepada para peserta yang datang dari berbagai penjuru di Indonesia.

“Sengaja kami memilih tempat pelaksanaan kegiatan di Wilayah Tangerang, untuk semakin memperkenalkan destinasi wisata dan potensi ekonomi yang ada di Wilayah Banten, khususnya Tangerang. Semoga kedepannya semakin banyak lokasi-lokasi lain seperti pusat ekonomi, pusat industri, dan pusat pariwisata di wilayah Banten yang semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Fahmi.

Fahmi berharap, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, baik para peserta, masyarakat dan BPD tempat kita mengabdi. Dari sisi seminar, tentunya menjadi sebuah kesempatan yang sangat baik untuk berbagi pengalaman.

“Selain itu juga, momentum ini semoga semakin meningkatkan kerjasama dan sinergitas antar BPD, untuk selaras dan seirama mendukung pertumbuhan dan kemakmuran masyarakat,” tutup Fahmi. (*/yogi)

MEETING

Ditlantas Polda Banten Gelar Lat Pra Ops Zebra Kalimaya 2019

Published

on

SERANG – Menjelang digelarnya Operasi Zebra Kalimaya tahun 2019 yang akan dimulai besok, Rabu 23 Oktober 2019 sampai 5 November 2019, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten Melakukan Latihan Pra Opresi (Lat pra ops) Zebra Kalimaya Tahun 2019 di Aula Mapolda Banten, Selasa (22/10/2019).

Kegiatan Lat pra ops tersebut dibuka langsung oleh Wakapolda Banten Brigjend Pol Drs. Tomex Korniawan dengan tema “Melalui Pelatihan Pra Operasi Kepolisian Terpusat, Polri Siap Meningkatkan Kesadaran Dan Kepatuhan Masyarakat Di Bidang Kamseltibcar Lantas”

Dalam sambutannya Wakapolda Banten mengatakan bahwa Polda Banten dan jajarannya akan melaksanakan operasi zebra 2019 selama 14 hari yang akan dimulai dari tanggal 23 Oktober sampai 05 November 2019

“Polda Banten dan Jajaran akan melaksanakan operasi dengan sandi ‘Zebra Kalimaya Tahun 2019’ Yang akan dilaksanakan selama 14 hari mulai dari tanggal 23 Oktober sampai dengan 5 November 2019, guna cipta kondisi menjelang hari natal Tahun 2019 dan perayaan Tahun baru 1 Jauniari 2020,” ujarnya

Lebih lanjut wakapolda Banten mengatakan bahwa pelatihan tersebut memiliki makna yang sangat strategis sebagai perwujudan asta siap (8 Acuan Polri) yang juga merupakan sarana untuk memastikan kesiapan personil yang terlibat serta untuk membentuk pola tindak yang satu persepsi dalam tugas.

“Pelatihan ini memiliki makna yang sangat strategis selain sebagai perwujudan asta siap pelatihan ini juga merupakan sarana untuk memastikan, bahwa personel yang terlibat dalam operasi, siap secara fisik dan mental, Memiliki kemampuan dan keterampilan yang mumpuni, serta untuk membentuk pola tindak yang satu persepsi dalam pelaksanaan operasi,” ucapnya

Sementara itu Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo, S.I.K.,M.Hum mengatkaan kegiatan ini diikuti oleh 388 personel terdiri atas Satgas Polda Banten dan Satgas Jajaran Polda Banten, mereka mendapatkan arahan tentang tata cara melakukan operasi, seperti cara memberhentikan kendaraan dan langkah anggota dalam memberikan sanksi kepada para pelanggar lalu lintas, ucapby

Ia menghimbau kepada masyarakat yang ada di wilayah hukum Polda Banten agar selalu tertib dalam berlalu lintas. “Tertib dalam berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari Operasi yang digelar petugas, namun untuk keselamatan diri dan kenyamanan saat berkendara sehingga tercapainya ketertiban berlalu lintas,” papar Wibowo.

Selain itu, Wibowo pun mengimbau hal-hal berikut: pengendara agar melengkapi administrasi pengemudi dan kendaraan berupa STNK, STUK, dan Ijin Trayek serta SIM, melengkapi dan menstandartkan kendaraan sesuai laik jalan serta mengenakan helm bagi pengendara dan penumpang kendaraan roda dua.

Sementara bagi pengendara roda empat, Dirlantas Polda mengimbau agar pengendara tidak mengangkut muatan yang melebihi tonase dan kapasitas serta bagi kendaraan bak terbuka dilarang mengangkut orang.

Larangan lainnya adalah, para pengendara juga agar tidak menggunakan trotatoar, tidak menyalakan lampu sirine bagi kendaraan yang tidak peruntukannya, tidak melanggar ketentuan parkir dan berhenti, tidak berkendara melawan arah dan setiap kendaraan wajib memasang Plat nomor (TNKB) sesuai ketentuan. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Himanura UNSERA Undang Faldo Maldini Bahas Isu Politik

Published

on

SERANG – Mengikuti perkembangan isu-isu politik yang beredar saat ini, Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Himanura) Universitas Serang Raya (UNSERA) mengadakan Seminar Milenial Peka Politik dengan tema Menumbuhkan Jiwa Responsif Mahasiswa Milenial Terhadap Isu-Isu Politik yang digelar di aula Unsera, Selasa (22/10/2019).

Bukan hanya tema milenial yang diangkat, narasumber yang mengisi acara tersebut pun terbukti sedang hangat diperbincangkan oleh kaum millenial, yaitu Faldo Maldini.

Faldo Maldini adalah seorang politkus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM Universtas Indonesia.

Menurut Faldo, pemikiran kritis milenial khususnya mahasiswa diperlukan untuk membantu pengawasi pemerintahan. “Formula yang tepat untuk menjadi mahasiswa lebih responsif terhadap perkembangan isu politik adalah dengan menggunakan media sosial yang bijak, melek terhadap apa saja isu yang tengah berkembang, bukan hanya menajdi followers tapi mahasiswa memang dituntut untuk responsif tapi dengan sikap yang positif,” ujar Faldo Maldini.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Dekan Rahmi Mulyasih, M.Si beserta dosen Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Hukum, Presma dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA).

Selain menghadirkan narasumber milenial, Himanura turut mengundang Akademisi UNSERA Dr. Arif Nugroho, MAP.

Pembahasan keseluruhan yang disampaikan oleh narasumber memang mengenai hubungan antara milenial dengan politik dan pentingnya politik bagi millennial.

Ketua Umum Himanura menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai politik. “Memang negara demokrasi seperti kita, mau ngga mau harus paham politik secara utuh, makanya kami memfasilitasi acara ini untuk mahasiswa dengan harapan mahasiswa jadi lebih melek dengan politik dan kemudia merespon setiap isu dengan baik dan bijak,” ujar Ketua Umum Himanura, Ilmam Isrof. (*/yogi)

Continue Reading

MEETING

Disnakertrans Kabupaten Serang Raih SNI ISO 9001:2015

Published

on

SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang mencatatkan standar mutu pelayanan yang membanggakan. Melalui peraihan sertifikat Standar Nasional Indonesia-International Organization for Standardization (SNI ISO) 9001:2015 tentang Quality Management System.

Disnakertrans Kabupaten Serang dinilai punya pelayanan bermutu bidang penerbitan kartu tanda pendaftaran pencari kerja (AK I), kartu data pencari kerja (AK II), kartu permintaan tenaga kerja (AK III), kartu pemanggilan pencari kerja (AK IV), dan surat pengantar dari dinas kabupaten/kota kepada pemberi kerja (AK V).

Penyerahan sertifikat diberikan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Aris Wahyudi kepada Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Senin malam (21/10). “Kita termasuk dari 15 kabupaten/kota yang menerima sertifikat SNI ISO 9001:2015,” kata Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang R Setiawan melalui siaran pers.

Menurutnya, tidak mudah mendapatkan sertifikat SNI ISO 9001:2015 karena terlebih dahulu dilakukan audit khusus selama lima bulan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan konsultan independen yang ditunjuk Kemenaker. “Kita turut berbangga karena dinilai punya standar kualitas pelayanan yang bermutu,” ujar Setiawan.

Ia merinci, salah satu keunggulan Diskankertrans Kabupaten Serang yakni telah menerapkan sistem online untuk pelayanan penertiban AK I, AK II, AK III, AK IV, dan AK V. “Setelah diaudit, kami layak mendapatkan ISO SNI. Tentu ini adalah kado ulang tahun Kabupaten Serang ke 493,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengungkapkan, awal 2019 lalu Inspektorat Kabupaten Serang pertama di Indonesia yang menggabungkan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

“Kali ini, Disnakertrans Kabupaten Serang yang mencatatkan prestasi. Tentu prestasi peraihan sertifikat ISO SNI ini harus diikuti oleh organisasi perangkat daerah lainnya,” ujar Pandji.

Menurut Pandji, di tengah tantangan dan tuntutan masyarakat, pelayanan yang diberikan pemerintah daerah yang semakin cepat dan mudah. Oleh karena itu, Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan sebuah keniscayaan. “Kami punya lebih dari 50 inovasi daerah, baik yang bersifat internal maupun pelayanan kepada masyarakat. Kami akan lebih maksimalkan dalam rangka percepatan dan kemudahan pelayanan,” ujarnya. (*/lusi/ygi))

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending