Connect with us

INCENTIVE

Aston Anyer Raih Predikat Hotel Terbaik

Published

on

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menobatkan Aston Anyer Beach Hotel sebagai hotel terbaik dalam Pengembangan Pembangunan Kepariwisataan di Kabupaten Serang, khususnya di kawasan Pantai Anyer.

Penyerahan penghargaan ini diserahkan langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada General Manager Aston Anyer Beach Hotel Doddy Fathurahman disela-sela sidang paripurna peringatan hari jadi Kabupaten Serang ke 493 di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Selasa (8/10/2019) lalu.

Penyerahan penghargaan ini turut disaksikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, serta jajaran pemerintahan di kantor pemerintahan daerah Kabupaten Serang.

General Manager Aston Anyer Beach Hotel Doddy Fathurahman mengungkapkan, penghargaan ini diterima sebagai bentuk perhatian dari pemerintah daerah adanya peran serta industri pariwisata dalam pembangunan daerah dengan mengutamakan mutu dan kualitas pelayanan.

Meskipun pasca bencana dan penurunan angka bisnis, bukan alasan untuk terpuruk namun justru semakin meningkatkan kualitas pelayanan dan semakin kreatif dan inovatif dalam membangun kepercayaan orang-orang untuk kembali datang ke Anyer.

“Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, pendapatkan perhatian, bahwa peranan kami dalam industri pariwisata di perhitungkan dan di nilai positif dari pemerintah kabupaten serang,” kata Doddy Fathurahman.

Doddy menuturkan, Aston Anyer Beach Hotel menjadi satu-satunya hotel yang menerima penghargaan Bupati pada peringatan hari jadi Kabupaten Serang ke 493.

“Saya ingin ucapkan terima kasih dan penghormatan kepada Ibu Bupati Hj Ratu Tatu Chasanah atas penghargaan ini dan hanya di berikan pada Aston Anyer Beach Hotel pada sidang paripurna dengan saksikan seluruh anggota dewan dan jajarannya,” katanya.

Untuk diketahui, Aston Anyer Beach Hotel memiliki 101 kamar dengan interior modern yang terdiri 5 tipe ruangan yang bias dipilih dan di sesuaikan dengan kebutuhan tamu.

“Yang menakjubkan yang hanya berjarak dua jam berkendara dari Jakarta. Hotel yang indah ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan dengan latar belakang Gunung Krakatau.

Sebagai hotel keluarga, Aston Anyer adalah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang anak-anak yang terpisah, underwater speaker di dalam kolam renang dewasa, pesta busa, trampolin, permainan ayunan di pantai ditambah kegiatan lain yang lebih menyenangkan untuk anak-anak sehingga orang tua dapat dengan mudah rileks dan menikmati pemandangan yang indah dan membenamkan diri dalam ketenangan yang indah.

Aston Anyer juga memiliki kafe yang menyenangkan yang berada di atas dermaga dengan nama The Pier. “Selain itu Aston Anyer dapat dijadikan pilihan utama untuk penyelenggaraan pertemuan dengan fasilitas yang luar biasa, lokasi yang bagus, staff yang penuh perhatian, dan pemandangan laut yang luar biasa dari lantai tertinggi,” pungkasnya. (*/br/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Gubenur Banten: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan untuk Agungkan Ciptaan-Nya

Published

on

LEBAK – “Ada suasana batiniah terhadap orang yang datang ke sini karena untuk mengagungkan ciptaan Allah SWT. Sehingga sebelum melihat keagungan ciptaan-Nya orang sholat subuh terlebih dulu.”

Demikian ungkap Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin Negeri Di Atas Awan (NDA) Citorek, Kabupaten Lebak, Kamis (24/10/2019).

“Kita berada di suatu tempat, dimana Allah SWT menunjukkan keagungan-Nya. Saya ajak para ASN untuk infak membangun masjid agar berkah gajinya. Memang sengaja tidak menggunakan APBD,” tambah Gubernur WH.

Gubernur WH juga berharap pesantren-pesantren di sekitar Masjid Rahmatan Lil’alamin turut mengisi kegiatan (memakmurkan, red) masjid agar tidak kosong.

“Pokoknya ada jalur perjalanan musafir tidak bisa sholat, kita bikin masjid di situ,” tekadnya.

Dijelaskan pula, pembangunan jalan provinsi khususnya ruas Cipanas – Warung Banten yang melalui Citorek dilakukan untuk menembus keterisolasian Citorek. Gubernur WH bertekad selama memimpin bersama Wagub Andika, akan membangun jalan.

“Saya tidak akan mengganggu kewenangan kabupaten/kota. Semua ada undang-undangnya. Saya menjalankan kewajiban saya untuk membangun jalan provinsi,” tegas Gubernur WH.

“Semoga tempat ini manfaat dan maslahat bagi kita semua tanpa mengesampingkan agama lain,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua ASN Pemprov Banten Sekda Al Muktabar melaporkan, Pembangunan Masjid Rahmatan Lil’alamin sebagai ungkapan rasa syukur atas katunia Negeri Di Atas Awan Citorek.

Masjid Rahmatan Lil’alamin dibangun dengan lias 1500 meter persegi di atas lahan 5000 meter persegi. Namtinya bakal dilengkapi rumah marbot, rumah vip, menara, kamar mandi, area teras, area parkir, dan area taman.

“Perkiraan pembiayaan sekitar Rp 5 miliar. Dari ASN Pemprov Banten dan ASN instansi vertikal
Saat ini sudah terkumpul Rp 780 juta. Diperkirakam membutuhkan 8 – 9 bulan untuk berfungsi sebagai masjid,” papar Sekda Al Muktabar.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan sertifikat arah kiblat oleh Kakanwil Kemenag Banten A Bazari Syam kepada Gubernur WH.

Desain masjid yang dibuat tim dari ITB sesuai visi Gubernur WH dan wakil Andika, Negeri Di Atas Awan harus mendapatkan keberkahan.

Masjid berusaha menyatu dengan budaya setempat, bangunan leuit (lumbung, red) khas di wilayah selatan Banten. Dinding atau tembok beraksen dinding bilik bambu memanfaatkan tatanan kayu dan batu alam.

Atap menggunakan model limas dengan pilihan limas besar digabung limas kecil sebagai simbol pemersatu. Selain itu fasilitas masjid juga didesain ramah difabel.

Masjid Rahmatan Lil’alamiin NDA dibangun dengan konsep masjid sebagai pusat aktivitas umat, pusat ekonomi umat, penyatu umat, serta sumber rezeki umat.

Beberapa pertimbangan dalam memilih lokasi masjid antara lain: ketersediaan lahan (luasan), endemik eksisting, kontur tanah, view, rekomendasi stakeholder, aksesibilitas, akses air bersih, serta potensi perluasan.

Dari dua lokasi yang bisa menjadi pilihan, lahan pertama menjadi pilihan. Luas lahan ini diestimasi 800 – 1000 meter persegi dengan kontur tanah berundak yang ketinggiannya 5 meter dan akses langsung ke jalan provinsi atau dari lahan parkir yang dikelola BUMDes. Selain itu lokasi ini dekat dengan lokasi orang berkumpul dan sumber air. Di lokasi ini juga masih bisa diperluas ke arah barat. Namun di lokasi ini pandangannya terhalang oleh pohon dan homestay. Estimasi biaya sekitar Rp 5.314.450.000.00.

Usai melakukan peletakan batu pertama, Gubernur WH dan Wagub Andika berkeliling menemui para pedagang, pengelola warung, serta pengelola homestay. Memastikan dampak positif (multiplier effect) seiring dengan semakin ramainya destinasi wisata ini.

Turut hadir Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekda Pemprov Banten Al Muktabar, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni, Kakanwil Kemenag Provinsi Banten A Bazari Syam, Ketua MUI Provinsi Banten KH AM Romli, jajaran Forkopimda Provinsi Banten, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan. (*/hendri/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

5 ‘Bule’ Turut Ramaikan Festival Bedolan Pamarayan

Published

on

SERANG – Festival Bedolan Pamarayan dan Pesta Rakyat resmi dibuka sebagai bagian peringatan hari ulang tahun Kabupaten Serang ke-493. Namun kali ini sedikit berbeda, pada kegiatan yang digelar selama tiga hari ini, Rabu-Jumat (23-25/10/2019), Pemkab Serang melibatkan warga negara asing untuk turut menjadi bagian dari kegiatan.

Mereka yakni Radarani dari Ekuador, Laura dan Caesar dari Meksiko, Shafi dari Iran, dan Hendry dari Inggirs. Mereka berkolaborasi menyambut Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dengan menampilkan tarian Sunda dengan iringan musik khas Sunda. Tidak hanya itu, mereka juga berkolaborasi menciptakan musik dengan judul Labamba Sunda.

Tatu mengaku bangga dan berterima kasih atas kehadiran para warga negara asing pada Festival Bedolan Pamarayan. “Saya berharap, dengan ditingkatkanya kualitas kegiatan ini, bisa lebih menarik wisatawan dari luar kota dan mancanegara,” kata Tatu kepada wartawan, Rabu (23/10/2019).

Tatu menjelaskan, Festival Bedolan Pamarayan dikemas sebagai pesta rakyat dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun Kabupaten Serang. Dipamerkan ribuan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta ekspose pembangunan Kabupaten Serang.

“Kita hadirkan produk UMKM Kabupaten Serang yang tidak kalah dengan daerah lain. Festival Bedolan Pamarayan ini bisa menjadi pesta rakyat Kabupaten Serang yang bisa menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Sekedar diketahui, Festival Bedolan Pamarayan merupakan agenda tahunan Pemkab Serang. Bedol atau Bedolan Pamarayan bermakna membuka semua pintu Bendungan Pamarayan yang merupakan tradisi yang dimulai sejak zaman Belanda, untuk mencitrakan bahwa bendungan ini adalah milik rakyat.

Bedolan Pamarayan yang di masa lampau menjadi pesta para petani saat memasuki musim tanam dengan ramai-ramai menangkap ikan di sekitar Bendungan Pamarayan. Tradisi ini sempat punah, dan dihidupkan kembali Pemkab Serang sejak 13 Oktober 2018.

Tahun ini, Pemkab Serang membuat Bedolan Pamarayan sedikit berbeda. Bendungan Pamarayan hanya dibuka selama 4 jam karena terjadi kemarau ekstrim dan khawatir menguras air di hulu sungai. Namun pantia menyediakan area sungai seluas 3.4 hektare dan menebar ikan sebanyak 3 ton ikan.

Selain itu, pada festival ini dihadirkan berbagai kesenian khas Sunda dan khas Kabupaten Serang.

“Selain sebagai ajang promosi potensi wisata, Festival Bedolan Pamarayan ini ajang menampilkan kesenian yang sudah mulai jarang dilakukan. Agar kesenian Bangsa ini bisa terus dilestarikan,” ujar Tatu.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati mengapresiasi upaya Pemkab Serang yang memberikan ruang secara luas bagi pelaku UMKM dengan memamerkan produk rakyat melalui ajang Festival Bedolan Pamarayan.

“Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjadi ajang promosi produk UMKM,” tuturnya. (*/lusi/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Festival Bedolan Pamarayan, Pesta Rakyat dari Kabupaten Serang

Published

on

SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang kembali menggelar Festival Bedolan Pamarayan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus rangkaian hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Serang ke 493, Rabu-Jumat (23-25/10/2019).

Tradisi ini unik dan selalu meriah karena akan turun ribuan masyarakat ke sungai dan area Bendungan Pamarayan untuk bersama-sama menangkap ikan.

“Dipastikan meriah, dan setiap tahun memang selalu dinantikan masyarakat Kabupaten Serang. Festival Bedolan Pamarayan juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” kata Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, Adjat Gunawan kepada wartawan, Selasa (22/10/2019).

Sekadar informasi, Bendungan Pamarayan merupakan salah satu peninggalan arsitektur masa kolonial Belanda di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang masih kokoh berdiri. Sementara Bedol atau Bedolan Pamarayan adalah tradisi yang dimulai sejak zaman Belanda, untuk mencitrakan bahwa bendungan ini adalah milik rakyat.

Bedolan Pamarayan yang di masa lampau menjadi pesta para petani saat memasuki musim tanam dengan ramai-ramai menangkap ikan di sekitar Bendungan Pamarayan. Kini menjadi pestanya warga Kabupaten Serang dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang. Bedol Pamarayan dilakukan setiap bulan sepuluh setiap tahun.

Tradisi ini sempat punah, dan dihidupkan kembali Pemkab Serang sejak 13 Oktober 2018. Tahun ini, Pemkab Serang membuat Bedolan Pamarayan sedikit berbeda. Aktifitas menangkap ikan tidak dilakukan di bendungan, akan tetapi dialihkan ke kolam alternatif seluas 3.4 hektare dan menebar sekira 3 ton ikan.

Menurut Adjat, kebijakan dengan mengalihkan area penangkapan ikan akibat dari cuaca kemarau ekstrim yang menurut pengelola bendungan, tidak dimungkinkan secara teknis untuk membuka pintu bendungan. “Namun Festival Bedolan Pamarayan akan tetap menjadi pesta rakyat, karena Pemkab Serang juga menggelar pameran dan berbagai kegiatan lainnya untuk masyarakat,” kata Adjat.

Kegiatan lain yang dimaksud adalah beragam perlombaan untuk umum dan gratis. Akan ada pasar rakyat yang menghadirkan produk UMKM. Selain itu, digelar pentas seni seperti, ubrug, seni topeng, debus, wayang golek, dan lainnya. “Intinya ini bagian dari tasyakuran HUT Kabupaten Serang. Agenda pesta rakyat untuk masyarakat Kabupaten Serang,” ujarnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dipastikan hadir. Untuk semakin memeriahkan penangkapan ikan, akan ditebar ikan sebanyak 3 ton oleh panitia Festival Bedolan Pamarayan.

“Kami mengundang masyarakat untuk memeriahkan Festival Bedolan Pamarayan. Namun kami minta untuk mengutamakan keselamatan. Digelar tiga hari sebagai bentuk tasyakuran dan pesta rakyat,” ujar Tatu. (*/lusi/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending