Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Silaturahmi, Kang-Nong Kupas Sisi Pribadi dan Program Bupati Serang

Published

on

SERANG – Sebanyak 10 Kang dan 10 Nong, bersilaturahmi dengan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa di Pendopo Bupati, Rabu (8/7/2020). Sisi pribadi dan program Bupati Serang pun dikupas tuntas para duta wisata Kabupaten Serang tersebut.

Kupas sisi program Bupati Serang ditanyakan oleh Edit Tirna, Kang asal Kecamatan Petir. Menurutnya, Kang-Nong harus ikut serta menyosialisasikan program Pemkab Serang, terutama program pariwisata. Baik wisata alam, bahari, dan religi. “Wisata religi tidak kalang penting, sangat diminati oleh masyarakat dari luar Kabupaten Serang,” ujarnya.

Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, Ratu Tatu menyampaikan bahwa Pemkab Serang fokus pada program peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. “Program betonisasi jalan, beasiswa pendidikan, ambulance desa. Merupakan salah satu program prioritas. Tentu sektor pariwisata juga,” ujarnya.

Perihal wisata religi, kata Tatu, Pemkab Serang punya program pembangunan Pusat Kajian Kitab Kuning Syeikh Nawawi Albantani.“Awalnya tahun ini akan masuk pada proses pembebasan lahan. Namun karena pengaruh covid-19, terjadi refocusing anggaran. Insya Allah, akan dimulai kembali tahun 2021,” ujar Tatu.

Tatu berharap, Kang-Nong Kabupaten Serang bisa menjadi jembatan aspirasi dan komunikasi antara kaum milenial dengan Pemkab Serang. “Selain bantu kami menyosialisasikan program Pemkab Serang, juga diharapkan bisa mengusulkan program yang harus kami laksanakan untuk kaum milenial. Sekarang, Kang-Nong adalah bagian dari Pemkab Serang,” ujarnya.

Sementara pertanyaan dari sisi pribadi ditanyakan Vina Hikmatul Huda, Nong asal Kecamatan Ciomas. Ia meminta Ratu Tatu menceritakan sedikit perjalanan hidupnya hingga bisa menjadi pemimpin di Kabupaten Serang.

Mendengar pertanyaan itu, Tatu sedikit kaget. “Kalau Ibu ceritakan, bisa sehari semalam ini,” ujar Tatu disambut tawa yang hadir. “Prinsipnya, kita harus jadi manusia pembelajar, serba ingin tahu. Jika orang lain bisa, maka kita harus bisa,” ujar Tatu.

Tatu mengaku lahir di Kampung Gumulung, Desa Kaduberem, Kecamatan Pabuaran. Ia menikmati masa kecil seperti anak kampung pada umumnya. Mulai dari suka main ke sawah, hingga mengikuti temannya yang berjualan jajanan.

Kemudian Tatu dibawa keluarganya pindah ke Bandung, Jawa Barat. Tatu mengaku belum pernah bermimpi jadi Bupati Serang. Bahkan sempat menangis dua kali, saat menolak menjadi anggota DPRD Banten dan wakil Bupati Serang. “Berada di sisi politik, merupakan cara kita lebih bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya.

Kepala Disparpora Kabupaten Serang, Hamdani mengatakan, Kang-Nong akan menjadi duta Pemkab Serang, baik dari sisi pariwisata maupun sosialisasi program pembangunan. “Kang-Nong ini akan menjadi pemuda pelopor pembangunan. Termasuk mengajak pemuda lain untuk memerangi narkoba,” ujarnya. (*/yogi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EVENT-EXHIBITION

Kapolda Banten : Selamat dan Sukses Atas Terlaksananya Rakernas SMSI

Published

on

SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke 1 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Hotel Marbella, Anyer, Minggu (27/09/2020).

Saat ditemui, Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar memberikan apresiasi atas terlaksananya Rakernas ke 1 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

“Saya atas nama Kepala Kepolisian Daerah Banten mengucapkan selamat dan sukses kepada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) atas terlaksananya Rapat Kerja Nasional yang ke 1, yang dimana Rakernas kali ini Provinsi Banten terpilih menjadi tuan rumahnya,” ujar Fiandar.

“Dan saya mohon maaf tidak bisa hadir di hari yang spesial ini, tapi kami dari Polda Banten siap bersinergi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI),” lanjutnya.

Fiandar menambahkan bahwa peran media sangat besar dalam menjaga Kambtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Banten.

“Menurut saya peran media cukup besar dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan juga sangat berperan besar dalam menjaga Kambtibmas di wilayah hukum Polda Banten,” tambah Fiandar.

Masih kata Fiandar, “Dan di tengah pandemi covid-19 ini, saya juga mengajak kepada teman-teman SMSI agar mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada. Selalu menggunakan masker saat diluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun atau Handsanitizer dan selalu menerapkan Physical Distancing, supaya kita terhindar dari penularan virus Covid-19 ini,” imbuhnya.

Fiandar berharap dengan dilaksanakannya Rakernas ke 1 SMSI tersebut dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi kemajuan organisasi.

“Saya berharap melalui Rakernas ini dapat memberikan ide-ide yang terbaik demi kemajuan organisasi SMSI ini, dan saya juga berharap dengan adanya SMSI di Provinsi Banten dapat berkontribusi dalam kemajuan Provinsi Banten,” harapnya. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

WBP Lapas Serang Ikuti Pembinaan Pramuka

Published

on

SERANG – Gugus Depan Gerakan Pramuka Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang melakukan kegiatan Pembinaan kepada Warga Binaan yang bertempat di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIA Serang, Sabtu (26/9/2020).

Kasi Binadik Lapas Serang, Rudi menjelaskan bahwa kegiatan Pramuka kepada warga binaan lapas adalah dalam wajud fungsi pembinaan yang efektif, dan juga kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) juga mendapat nilai positif atas pembinaan yang diberikan.

“Kegiatan kepramukaan ini rutin kita lakukan dalam mewujudkan fungsi pembinaan yang efektif untuk para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana di dalam Lapas,  baik kegiatan olah raga maupun kepramukaan yang harapannya WBP memiliki perubahan pola pikir yang berkarakter baik dan memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki rasa tanggung jawab,” ungkapnya.

Lanjutnya, Rudi menambahkan bahwa Kegiatan Napi pramuka melakukan pelatihan seperti baris berbaris, samapur, dan ada teori di kelas juga.

“Kebetulan diinstrukturi oleh warga binaan yang berpengalaman dalam bidang pramuka dan ada petugas juga yang ikut membina warga binaan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Serang Heri Kusrita menyampaikan bahwa yang ikut pramuka kurang lebih 30 orang dan ada kamar khusus untuk kegiatan pramuka.

“Napi Pramuka di Lapas Serang sebelumnya sudah pernah mengikuti kegiatan jambore kemanusiaan di Garut tentang banjir,” kata Kalapas.

Gerakan pramuka ini untuk membentuk kaum muda beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada NKRI serta sekembalinya nanti kepada masyarakat setelah menjalani Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan, dapat menjadi anggota Masyarakat yang baik, berguna serta yang paling utama mencegah mereka untuk mengulangi tindak pidana. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Lapas Serang Beri Napi Pelatihan Produksi Jahe Merah Instan

Published

on

SERANG – Ditengah pandemi Covid-19, jahe merah menjadi salah satu tanaman rimpang yang dapat menjaga daya tahan tubuh dari virus. Melihat peluang ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang memberikan pelatihan kepada para warga binaan untuk melakukan produksi jahe merah.

Pada dasarnya, Jahe Merah di Lapas Serang sudah diproduksi sejak lama, dan kali ini dengan memberikan Label JAIL (Jahe merah instan Lapas Serang), para warga binaan memproduksi secara langsung dengan menggunakan alat-alat yang steril.

Kabid Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Serang, Yossi mengatakan jahe yang diproduksi adalah jahe yang ditanam langsung di lahan pertanian Lapas Serang.

“Saya berharap, produksi jahe merah dapat membawa dampak positif bagi warga binaan,” ujarnya, Sabtu (26/9/2020).

Adapun berbagai bahan untuk membuat Jahe Merah Instan yaitu dengan menggunakan Sereh dengan jahe yang digiling menjadi satu, kemudian takaran air sebanyak 500 Ml, 1 Kg gula pasir, gula aren 1. Sedangkan untuk proses masaknya sekitar 40-45 menit.

Sementara itu, Kepala Lapas Serang Heri Kusrita menambahkan bahwa produksi Jahe Instan di Lapas Serang memiliki 3 kemasan.

“Harganya kisaran 30,35 sampai 50 ribu,” kata Kalapas.

Kalapas juga menjelaskan bahwa pihaknya Sudah melakukan pengajuan ke dinas kesehatan kota serang Dan juga MUI Provinsi Banten terkait sertifikat halal.

“Alhamdulilah, Tiap hari kita memproduksi dan ada beberapa pesenan juga. Karna jahe instan lapas serang dijual keluar juga dan sudah ada pembeli dari luar, dan tidak hanya itu, Jahe Merah instan Lapas Serang juga di jual ke berbagai toko ataupun warung seperti pusat oleh-oleh,” lanjut Kalapas.

Kalapas berharap, jika para napi ini keluar kelak dapat menggunakan keterampilannya menjadi peluang usaha.

Dalam prosesnya, sejumlah napi dibagi tugas. Ada yang menggiling, memasak, membersihkan, menanam hingga menyiram pohon jahe yang sudah dipisahkan ke polybag.

Salah satu warga binaan, mengaku produksi jahe merah cukup mudah dan sangat bermanfaat. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending