Connect with us

INCENTIVE

Ratusan Penggiat Fotografi Kumpul di Keraton Kaibon

Published

on

SERANG – Komunitas berbagi Photo Wedding dan Prewedding (BPWP) yabg dibantu komunitas Fotografer Indonesia(KFI) dan Paguyuban Foto Video Banten (PFVB) mengadakan acara halal bihalal fotografer lintas komunitas. Bertemakan Dengan Semangat Idul Fitri Kita Tingkatkan Silaturahmi antar Sesama Penggiat Fotografi dan Penggunaan Busana Pengantin Adat Banten. Acara dimulai pagi hingga sore hari yang dilaksanakan di Keraton Kaibon Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Kamis (27/6/2019).

Acara ini juga diisi dengan berbagai acara seperti sharing materi, hunting foto, lomba foto dan doorprize.

Dalam halal bihalal hadir, tamu-tamu seperti fotografer, cameramen, MUA dan model. Tidak hanya itu, acara ini dihadiri oleh komunitas yang ikut mensupport, KOMPPAN (Komunitas Photografer Pandeglang), PHP (Photo Hunting Pandeglang), KFI Serang, KFI Pandeglang, KFI Cilegon, KFI Tangerang, BPWP Regional Banten, Focus Banten, D’Vibrance, Nubi Fotografi, Potret Tangerang, Koperkat, Bolamata (Persatuan Pekerja Seni Fotografi), PPFM (Paguyuban Pekerja Fotografi Mandiri), Performen (Persatuan Fotografer & Cameramen), V-phots Community, The FOCUS Community, Komunitas MC Cetar Banten, dan KMMFT (Komunitas MUA, Model, Fotografer Tangerang).

Ketua panitia Mochamad Iflah menjelaskan, tujuan utama adalah silaturahmi, karena masih dalam suasana Idul Fitri, acara dikemas dalam acara halal bihalal. “Selain halal bihalal, kita juga ada sedikit worksop dari pihak Fuji Film yang diwakili oleh Yosef dengan tema usaha fotografi harapan dan tantangan di era digital. Acara ini diikuti oleh sekitar 220 fotografer dan 50 Make Up Artist,” ucapnya.

Lanjutnya, “karena kami belum bisa menampilkan busana adat Banten tersebut, dari panitia mencoba minta bantuan, salah satu designer Adiet Collections dari Tangerang untuk membuat busana pengantin, yang terinspirasi dari batik baduy, dan design nya pun sedikit mengadposi pengantin baduy.”

Sementara menurut Galuh Arianita Putri, salah satu dari 30 model, mengatakan. Acara ini sangat bagus sekali, sangat memberikan edukasi mengenai teknik-teknik mengambil gambar yang benar untuk fotographer, memperkenalkan baju-baju adat kebudayaan indonesia yang beragam, terutama baju adat Banten Yang mungkin dari sebagian orang belum tahu. “Dan harapan saya, seharusnya memang acara seperti ini sering diadakan. Agar baik para anak muda lebih mengenal, lebih bisa menghargai, mencintai,” ujarnya.

Iflah berharap, semoga dengan terselengaranya acara ini, silaturahmi antar fotografer bisa lebih luas bukan saja sesama fotografer Banten, tapi juga untuk footgrafer di luar Banten.

“Tolong dinas terkait seperti dinas pariwasata dan kebudayaan Provinsi Banten beserta dinas-dinas lain yang masih berkaitan tentang budaya Banten khususnya dalam adat busana pengantin. Segera memunculkan busana-busana tersebut, agar menjadi kebanggaan kami masyarakat Banten,” harapnya. (lusi/yogi)

INCENTIVE

Besok, 200 Pesilat Berkompetisi di Pantai Anyer

Published

on

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kembali menggelar Festival Silat Kaserangan dalam rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) Tahun 2019 yang akan dilaksanakan, Kamis (18/7/2019). Tercatat sebanyak 40 kelompok dengan total 200 pesilat yang akan berkompetisi pada festival silat tersebut.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang Beni Kusnandar mengatakan, peserta Festival Silat Kaserangan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya diikuti oleh perwakilan paguron, tetapi tahun ini dari siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) perwakilan kecamatan di Kabupaten Serang.

“Jurus Silat Kaserangan sudah diajarkan di sekolah-sekolah dan menjadi pelajaran muatan lokal atau mulok. Dalam rangka pengembangan seni dan pelestarian budaya, maka para siswa bisa berkompetisi di Festival Jurus Silat Kaserangan tahun ini,” kata Beni melalui siaran pers, Rabu (17/7/2019).

Menurut Beni, jurus Silat Kaserangan digagas langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, diciptakan 13 sesepuh pendekar dari 12 paguron di Kabupaten Serang. Jurus ini menjadi simbol persatuan para pendekar silat di Kabupaten Serang.

“Seluruh paguron di Kabupaten Serang mengembangkan dan mengajarkan jurus silat kaserangan. Kemudian para guru setiap paguron menjadi pengajar jurus ini di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Beni mengungkapkan, total sekira 29 kelompok pesilat dari siswa SMP dan 11 kelompok dari siswa MTs yang akan berkompetisi pada Festival Silat Kaserangan yang akan digelar di Pantai Pal Anyer.

“Semua peserta memperebutkan piala Bupati Serang. Insya Allah, akan digelar silat bersama yang diikuti Ibu Bupati, para pejabat Pemkab Serang, tamu undangan, dan sekitar 1.500 pesilat,” ungkapnya.

Project Officer AKCF, Akong Gondrong menambahkan, jurus Silat Kaserangan merupakan perpaduan antara gerak tangan dengan ilmu kekebalan tubuh atau yang biasa disebut debus. Geraknya kaya akan seni dan kekuatan bela diri.

“Jurus Silat Kaserangan sudah mengantongi Rekor MURI pada tahun 2017 dengan penampilan ribuan pendekar silat di tepi pantai,” ungkapnya.

Selain Festival Jurus Silat Kaserangan, kata Akong, rangkaian AKCF digelar maraton hingga Oktober mendatang. Hal ini sesuai arahan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang telah berkomitmen untuk terus membangkitkan wisata Pantai Anyer dan Cinangka pasca tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu.

Selanjutnya akan digelar Color Fun Run, Ngagurah Dano, Lomba Mancing Selat Sunda, Anyer Krakatau Bike Festival, Beach Race, dan AKCF Surfing Competition. “AKCF telah mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata,” ujarnya. (*/lusi/ygi)

Continue Reading

INCENTIVE

Bupati Christiani Kagumi Kuliner Asal Serang

Published

on

SERANG – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Tetty Paruntu tidak hanya melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Serang, Senin (8/7/2019). Ia juga menikmati berbagai kuliner khas kabupaten tertua di Provinsi Banten tersebut.

Saat jamuan makan, ia disuguhi beberapa makanan khas Serang oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Antara lain, rabeg, sate bandeng, dan olahan kulit melinjo. Sekadar diketahui, Kabupaten Serang merupakan daerah yang telah memekarkan diri dan terbentuk Kota Serang dan Kota Cilegon. Kuliner Kota Serang dan Kabupaten Serang, banyak yang sama.

Christiany pun diperkenalkan Tatu tentang makanan khas rabeg dan sate bandeng. Tatu menjelaskan bahwa di Kabupaten Serang bagian utara terdapat kecamatan yang banyak terdapat budidaya bandeng.

“Bandeng kemudian diolah, dipisahkan dari tulangnya. Dicampur dengan adonan dan bumbu khas. Jadi rasanya manis dan gurih,” ujar Tatu saat menyajikan sate bandeng kepada Christiany.

Namun sepertinya Christiany tidak terlalu suka dengan daging kambing, bahan baku dari rabeg. Saat Tatu menyuguhkan, Christiany meminta tidak terlalu banyak. “Kami juga punya makanan khas olahan kulit melinjo,” ujar Tatu.

Sementara itu, Christiany mengaku langsung sarapan pagi menikmati sop ikan yang dinilainya sangat nikmat di Kota Serang. “Sarapan pagi sudah sangat enak, makan sop ikan,” ujarnya. Ia pun menikmati sate bandeng yang dinilainya cukup nikmat dan tidak ditemui di daerah lain.

Menurut Christiany, ia dan Tatu bersahabat karena sama-sama politisi Partai Golkar. Sama-sama memimpin Partai Golkar tingkat provinsi. Selain itu, tergabung di Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

“Saya silaturahmi, dan memang sama-sama kader Partai Golkar. Saya pernah berjanji akan mengunjungi Kabupaten Serang. Kami saling berbagi kesukseskan,” ujarnya.(*/lusi/ygi)

Continue Reading

INCENTIVE

Menpar Hadiri FGD Ferry dan Industri Pariwisata di Kapal ASDP Rute Merak-Bakauheni

Published

on

CILEGON – Menpar Arief Yahya mengikuti rangkaian acara FGD Diskusi Pariwisata “Ferry dan Industri Pariwisata” yang dilangsungkan di atas kapal KMP Portlink yang merupakan kapal kelas eksekutif yang dimiliki oleh ASDP dengan rute perjalanan Pelabuhan Merak-Bakauhrni, dengan jumlah peserta 300 Millennials yang terdiri atas mahasiswa dan murid SMA.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Yusuf Hadi, Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Indonesia Ferry, Ibu Imelda Alini, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Capt Solikin, General Manager Pelabuhan Merak PT ASDP Indonesia Ferry, Eneng Nurcahyati, Kepala Dinas Pariwisata Prov. Banten, Tri Murtopo, Kepala Dinas Perhubungan Prov. Banten, Muh. Noer Sardono, Staf khusus Menpar bid. Komunikasi Kemenpar, Indra Ni Tua, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kemenpar, Reza Fahlevi Asdep Pengembangan Destinasi Reg II Kemenpar.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) didirikan pada 27 Maret 1973 dengan nama Proyek ASDP Ferry yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan manusia yang semakin meningkat akan jasa penyeberangan, kehadiran ASDP dianggap penting sehingga ASDP Ferry mengalami perubahan nama menjadi Perum ASDP berdasarkan PP No. 8 pada tahun 1986 yang selanjutnya diresmikan menjadi PT ASDP (Persero) pada tahun 1993.

Acara ini merupakan diskusi dalam rangka pengembangan komitmen ASDP Ferry untuk turut berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata, di antaranya di wilayah Kepulauan Seribu, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Sekaligus mengajak partisipasi kalangan Millennials untuk mempromosikan potensi wisata Bahari pada umumnya, dan berwisata menggunakan kapal Ferry pada khususnya.

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending