Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Menpar Resmi Buka Festival Tanjung Lesung 2019

Published

on

PANDEGLANG – Menteri Pariwisata Arief Yahya secara resmi membuka Festival Pesona Tanjung Lesung 2019 di Kabupaten Pandeglang, Jumat (27/9/2019).

Tiba di kawasan festival, Menpar disambut dengan tarian tarian kolosal Kuda Leumpang.

Pembukaan Festival Pesona Tanjung Lesung 2019 secara resmi akan ditandai dengan menumbuk Lesung bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati.

Festival tahun ini berlangsung di kawasan KEK Tanjung Lesung. Dilokasi tersebut diagendakan kegiatan seperti Rhino X-Triathlon, Rhino Trip, Rhino Edutaiment, Rhino Camp, Rhino Bazaar, Forum Bisnis Pariwisata, gelar seni budaya, lomba Photo/Video, Musik/Hiburan, Instameet lomba kolecer dan layang peuteng dan kegiatan tersebut diadakan di Pasar Kolecer.

Dalam sambutanya, Menteri Arief Yahya mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai hal dalam mempercepat akses untuk menuju Tanjung Lesung.

“Untuk akses jalan, pembangunan jalan tol Serang – Panimbang semoga dapat cepat rampung di tahun 2022, agar perjalanan menuju Tanjung Lesung dapat ditempuh selama 2 jam. Sedangkan untuk jalur rel kereta api, reaktivasi jalur hingga Menes Pandeglang segera dilakukan,” kata Menpar.

Berikutnya untuk jalur udara, Menpar mencanangkan untuk akses menuju Tanjung Lesung agar diadakan landasan udara untuk pesawat pribadi ataupun komersil.

“Sedangkan untuk jalur udara, saya menunggu ibu Bupati menyiapkan lahan dan bapak Gubernur untuk menetapkan lokasi. Sedangkan sisanya serahkan kepada saya,” ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan Festival Tanjung Lesung masuk kedalam Calender of Event (CoE) pariwisata yang dimiliki Banten selain Seba Baduy dan Festival Cisadane. Menurutnya tidak sembarangan acara daerah bisa masuk menjadi acara nasional.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap Festival Tanjung Lesung dapat memberikan daya ungkit bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif pada masa recovery Pasc-Tsunami di Pandeglang, sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Event festival Tanjung Lesung ini dipadukan dengan Sport Tourism dan kearifan lokal untuk mendongkrak kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Pandeglang,” terangnya. (*/Hendri/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Harmoni kebersamaan Lintas Lembaga Peduli Banjir Bandang Lebak

Published

on

LEBAK – Bencana Banjir Bandang yang yang datang menimpa Kabupaten Lebak pada 1 Januari 2020 menjadi perhatian masyarakat Indonesia. puluhan rumah hancur, belasan jembatan putus, jalur transportasi amblas dan ribuan masyarakat diungsikan.

Bencana ini, menjadi perhatian banyak pihak, diantaranya adalah lintas Organisasi/Lembaga yang dipelopori oleh para pejuang pariwisata garda terdepan yaitu Pokdarwis Kabupaten Lebak dan Balawista Kabupaten Lebak yang sejak hari terjun langsung di lokasi bencana serta didukung oleh PWI Lebak sebagai corong informasi publik masyarakat.

Semangat kerelawan tiga organisasi tersebut menginspirasi lintas organisasi lainnya untuk bersinergi menyatukan langkah bersama yang diwujudkan membentuk Aksi Bersama Harmoni Lintas Organisasi.

Aksi Bersama yang dilakukan adalah diantaranya Membuka Posko Bersama di Pemandian Air Panas Lebak Tirta Buana di masa tanggap darurat bencana selama 14 hari (dua) periode. tim Posko Bersama selain menerima dan menyalurkan Donasi juga turun ke lokasi bencana turut terlihat dalam kegiatan evakuasi para korban bencana yang terisolir berkoordinasi dengan instansi terkait. Melakukan penggalangan Donasi di masing masing lembaga/organisasi. Membuka Dapur Umum selama 7 hari memasak 500 nasi bungkus setiap harinya disalurkan ke titik pengungsian, kerja bakti di pondok pesantren terdampak bencana. Urutan Tjimande bagi pengungsi dan relawan dilaksanakan selama 2 tahap, tahap pertama 11-12 jan 2020 di posko bersama Lebak Tirta menangangi 67 pengungsi dan relawan dan tahap kedua 19 jan 2020 di lokasi pengungsian Desa Bungur Mekar menangani 42 pengungsi/relawan. Ceria bersama siswa/siswi di lokasi menghadirkan kak Nia pendongeng nasional dari Pondok Cerita Indonesia dan Mamang Sulap dari Banten sekaligus memberikan 200 paket bingkisan sekolah di pengungsian Bungur Mekar dan Seupang.

Manik, ketua Posko Bersama sekaligus pengelola Pemandian Air Panas Lebak Tirta Buana dan wakil Ketua Pokdarwis Lebak mengungkapkan rasa haru dapat bersama-sama dengan lintas lembaga/organisasi ikut berkontribusi meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Lebak khususnya Cipanas Sajira dan sekitarnya. “Selama posko dibuka kami gratiskan para relawan atau pengungsi yang mandi di pemandian air panas,” ujarnya, Senin (20/1/2020).

Ditambahkan Abah Muchlis sebagai guru besar Padepokan Pusaka Putra Tangerang yang menginisiasi urutan Cimande bagi korban bencana, menyampaikan kebahagiaan yang tak terkira dapat langsung menangani para pengungsi dan relawan di lokasi. “Rencananya kami akan datang kembali membantu para korban bencana banjir di Lebak ini dengan lebih banyak bantuan,” tuturnya.

Rahmatsyah Presiden Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional mengungkapkan, bahwa inilah esensi dari Pesilat yaitu Silaturahmi. saling dukung saling tolong, saling peduli. hadirnya keluarga pesilat di aksi bersama ini membuktikan tingginya kepedulian para pelaku budaya di tengah masyarakat.

Aden sunandar selaku ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Provinsi Banten dan Pimpinan Yayasan Mengetuk Pintu Langit mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah turut membantu. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak diantaranya PT ASDP, Kadin Cilegon, Dinas Pariwisata Banten, MQA alif Kukusan Depok, KPPC, Air Mancur, Indo Jawa Pos, Tapak Suci SMA Malingping, Puspita Loka BSD, Najah Berkah, HPDKI Banten, dan lainnya. Seluruh donasi didistribusikan ke posko-posko pengungsian di wilayah terdampak banjir maupun langsung diberikan kepada masyarakat terdampak,” kata Aden.

Aksi Bersama Harmoni Lintas Organisasi terdiri dari PWI Lebak, Pokdarwis Lebak, Balawista Banten dan Lebak, Federasi Pencak Silat Traditional Internasional (FPSTI), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Banten, Juru Sembelih Halal (JULEHA) Banten, Persaudaraan Pencerita Muslim (PPMI), Pondok Cerita Indonesia, Pusaka Putra Tangerang, Cimande Maung Banten, Tajimalela Jaya Rasa, Panglipur Galih Banten,Jawara Betawi Brigade_411, Tapak Debus Banten NGASIL, Alumni Ponpes Daar El Qolam angkatan 94 (GRADUATE’94), Program Kotaku, Paguyuban MX Banten dan Jakarta, Cahaya Berkah Travel, Ngetrip Bareng Nong Ima, Perguruan Cikini, Halaqoh Muslimah Qurrota’ayun, Harian Umum Kabar Banten, Titik Koma Banten Satu, BantenEvent.com dan MPZ Mengetuk Pintu Langit Dompet Dhuafa Banten. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Pererat Silaturahmi, Laz Harfa Adakan Bakti Sosial Kesehatan

Published

on

JAKARTA – Menjaga silaturahmi, selain untuk menjaga kerukunan antar sesama, tapi juga dapat meluaskan rezeki dan menambah keberkahan. Tidak hanya dilakukan disaat momen-momen penting, menyambung silaturahmi dapat dilakukan kapan saja.Dalam rangka meningkatkan silaturahim dan kerjasama kemitraan, LAZ Harapan Dhuafa mengadakan Silaturahim dan Bakti Sosial Kesehatan bersama masyarakat di Bumi Agung Permai.Bekerjasama dengan DKM Al Ikhlas dan Laboratorium Kimia Farma, kegiatan ini diadakan di Masjid Al Ikhlas Bumi Agung Permai 1 Blok U4, Kel. Unyur, Kec. Serang, Kota Serang. Ada berbagai rangkaian acara dalam kegiatan ini, yaitu diantaranya pengajian, cek kesehatan, konsultasi kesehatan, dan pengobatan gratis.

“Pentingnya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan silaturahim atau kerjasama kemitraan dengan DKM Al Ikhlas dan warga BAP 1 ini yang dimana karena banyaknya donatur Harfa di sini” ucap Sopan, Perwakilan dari LAZ Harapan Dhuafa.

Beliau juga menambahkan bahwa Bakti Sosial Kesehatan ini diikuti oleh para dhuafa, lanjut usia (lansia), dan umum guna memperluas sebaran penerima manfaat dari program harfa.Harapannya kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di kota serang yang memang sangat memerlukan pengobatan gratis ini.

“Kegiatan ini sangat bagus dan menginspirasi. Semoga lebih bermanfaat untuk masyarakat khususnya di Kota Serang,” ucap Zikri, Marketing Kimia Farma.

Sementara itu, menurut Mutobiin, selaku Ketua DKM Al Ikhlas mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah sebagai bagian kecil dari usaha untuk menjadi solusi dalam persoalan-persoalan masyarakat, terutama kaitannya mengenai kesehatan.

“Terimakasih kepada Harfa yang sudah ikut berkontribusi bersama kami. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar BAP 1,” tambahnya.

Untuk Anda yang ingin membantu warga terdampak banjir di wilayah Banten, mari bergotong royong bersama LAZ Harapan Dhuafa dan Harfa Rescue Indonesia melalui Rekening BNI Syariah 0264089319 an Yayasan Harapan Dhuafa Banten (Tambahkan kode unik “773” dibelakang nominal transfer) Atau donasi di https://channelkebaikan.org. Konfirmasi donasi : (0812-8707-4484).Anda juga bisa datang langsung di Kantor LAZ Harfa : Kantor Pusat di Jalan Ciwaru Raya, Komplek Pondok Citra 1 No 1b, Kota Serang, Banten, Kantor LAZ Harfa Lebak di Jl. Soekarno Hatta Bypass, Kel. Cibadak, Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dan Kantor LAZ Harfa Tangerang Selatan di Jalan Graha Raya Bintaro, Ruko Anggrek Loka, Blok A8, No.11 A Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Benyamin Kunjungi Ponpes Bait Qur’any

Published

on

TANGSEL – Peradaban modern saat ini menjadikan agama menjadi nomor kesekian. Pendidikan agama yang diberikan di rumah dan sekolah formal tidak menjamin anak mendapatkan pengetahuan agama yang cukup.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendukung keberadaan pondok pesantren dan sekolah agama. Hal itu, dikatakan Benyamin Davnie saat peletakan batu pertama Masjid dan Gedung Pendidikan Bait Qur’any di Legoso, Ciputat Timur pada Minggu (19/1/2020).

“Salah satu konteks pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat yaitu pembangunan iman dan Islamnya. Tidak akan menjadi negara yang kuat kalau masyarakat tidak menjadikan agama sebagai identitas dan pola hidup,” ujar Benyamin.

“Peradaban kita saat ini sedang dalam pergeseran. Pondok Pesantren sebagai wadah pendidikan agama menjadi pondasi dasar peradaban,” tambahnya.

Benyamin berharap, pondok pesantren menjadi tempat terbaik untuk mendidik akhlak anak. “Dengan adanya program-program ponpes seperti tahfizhul qur’an, semoga Allah senantiasa memelihara Tangsel melalui para penghafal Qur’an. Sehingga Tangsel semakin berkah dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakatnya,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Ciputat Timur Sutang Supriyanto mengatakan, dengan berdiri dan munculnya pondok pesantren di Tangerang Selatan khususnya Ciputat Timur, dapat menjawab kemajuan zaman yang semakin masuk kepada hal negatif.

“Pendidikan saat ini sangat perlu membawa anak-anak ke peradaban yg Islami, paling tidak memberikan dampak positif bagi generasi. Semoga apa yg diniatkan oleh pendiri terkabul dan terlaksana dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending