Connect with us

INCENTIVE

Menpar Ingatkan Pentingnya Peran Generasi Milenial Bagi Industri Pariwisata

Published

on

CILEGON – Untuk kesekian kalinya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan betapa pentingnya peran generasi milenial di era industri pariwisata 4.0 kali ini.

Menurut Menpar Arief Yahya, tren wisatawan mancanegara telah mengalami pergeseran. Kini, wisatawan dunia didominasi generasi milenial. Tak heran jika gaya berwisata juga berubah. Lebih digital dan akrab dengan media sosial.

“Milenial adalah sebutan bagi mereka yang berada pada rentang usia 15-34 tahun. Ini usia produktif. Mereka mendominasi pergerakan wisatawan dunia. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia juga didominasi kaum milenial,” papar Menteri Arief saat berkunjung ke Terminal Eksekutif Merak, Jumat (5/7/2019).

Menurutnya, 50 inbound traveller ke Indonesia adalah milenial. Jumlah ini diyakini akan semakin berkembang.

Tahun 2030, milenial akan menguasai pergerakan wisatawan diberbagai negara. Tren ini juga terjadi di Indonesia dan negara-negara Asia lain. Dan pangsa milenial sekarang menjadi rebutan. Semua destinasi menyiapkan event untuk merangkul para milenial.

Pernyataan yang disampaikan tidak sembarangan. Menpar merujuk pada data UNDESA tahun 2014. Disebutkan, Asia akan menjadi rumah bagi populasi milenial pada tahun 2030. Sebanyak 57% kaum milenial dunia, ada di Asia pada tahun itu.

Bahkan, UNDESA menyebut negara-negara Asia dengan populasi kaum milenial terbesar pada tahun 2030. Negara-negara itu adalah China dengan jumlah 333 juta orang.

Diikuti Indonesia dengan 82 juta anak-anak milenial. Lalu Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, dan Thailand dengan 19 juta kaum milenial.

Menpar juga menerangkan kebiasaan yang dilakukan wisatawa milenial. Hal yang paling utama, milenial sangat akrab dengan digital. Semua pergerakannya tidak bisa luput dari gadge. Karena, milenial memiliki needs dan behaviour yang distinct.

“Mereka sangat bergantung pada teknologi dan sosial media. Oleh karena itu, segmentasi terbaiknya adalah tidak mensegmentasi milenial sebagai segmen. Karena, milenial sangat penting. Terutama karena size dan influencing powernya. Milenial itu Big and Loud,” terangnya.

Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan strategi marketing khusus buat milenial. Strategi sebagai suatu inisiatif untuk mengkapitalisasi potensi masa depan industri pariwisata. “Sebab, who wins the future, wins the game,” sambung Menpar lagi.

Menpar pun mengingatkan kembali tagline ‘The more digital, the more personal. The more digital, the more professional. The more digital, the more global’.

Dijelaskannya, perubahaan perilaku konsumen yang mempengaruhi pasar tersebut digerakan oleh kaum milenial.

Hal ini sejalan dengan semangat Presiden Joko widodo (Jokowi) yang menyebutkan bahwa kaum milenial adalah masa depan Indonesia.

Milenial cenderung selalu berperilaku dengan basis digital, mobile, interaktif yang kini jumlahnya mencapai 50% dari jumlah wisman inbound ke Indonesia.

“Maka siapapun yang menguasai komunitas anak muda, dialah yang berpotensi memenangkan pasar masa depan atau winning the future market,” tambah Menpar Arief Yahya. (hendri/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Polres Pandeglang adakan Family Gatering bersama warga Papua

Published

on

PANDEGLANG – Pasca Terjadinya Konflik yang melanda Papua beberapa minggu yg lalu, polres Pandeglang selalu melakukan langkah langkah komunikasi dan dialogis kepada saudara saudara kita yang berada di wilayah Pandeglang.

Hal ini dilakukan untuk memulihkan kepercayaan hingga saling asih asuh, serta menjaga kerukunan antar saudara kita di Pandeglang, polisi, pemerintah dan pelajar warga Papua yang berada di Pandeglang, khususnya bagi murid sekolah mahasiswa asal Papua yang saat ini menempuh ilmu pendidikan Kabupaten Pandeglang Banten. Pada kesempatan itu untuk memulihkan saling kepercayaan, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono Menggelar acara Family Gathering Papua Penuh Damai di rumah makan Coconut Island, Pantai Carita Labuan Pandeglang, Sabtu (14/9/2019).

Dengan mengundang mahasiswa asal Papua dari sekolah SMKN 7 Pandeglang, SMK PGRI IBNU HAJAR, Pandeglang, SMKN 2 Pandeglang dan
SMKN 4 Pandeglang, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, dengan bertajuk Mari Kita Jaga Kedamaian di Tanah Papua bersama mahasiswa asal Papua di Pandeglang, pemerintah kecamatan, desa dan warga serta awak media.

Pada kesempatan itu, hadir Kapolres Pandeglang Akbp Indra Lutrianto, Ibu Ketua Bhayangkari Cabang, Kabid Humas Polda Banten, wakapolres, para perwira, bintara, Polwan, Camat Labuan. Kapolres mengajak pelajar dan mahasiswa asal Papua bernyanyi dan makan bersama, tidak cukup disitu saja, Kapolres menggelar berbagai acara perlombaan, lomba kelereng, makan merujuk, tarik tambang, yang semua kegiatan itu di laksanakan dengan sangat kekeluargaan, ceria dan sangat akrab.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono dalam sambutannya. Keberagaman dalam kehidupan bangsa Indonesia yang ditandai letak geografis terdiri atas berbagai pulau dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Rote – merupakan sebuah anugerah yang jarang ditemui di dunia. Ini sekaligus menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa yang dikodratkan hidup dalam lingkungan plural, rukun, aman, nyaman dan damai.

“Jadi adek adek yang bersekolah disini jangan merasa kuatir, Kami aparat Kepolisian akan menjamin keamanan adek-adek dalam menuntut ilmu di Pandeglang,” imbuhnya.

Selanjutnya Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi dalam sambutannya menyampaikan, Bhinneka Tunggal Ika adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan perbedaan satu sama lain untuk saling melengkapi menjadi satu kekuatan sehingga negeri yang tercinta Indonesia adalah sebuah karunia yang harus dijaga.

“Mari perkuat semangat kebersamaan persatuan dan kesatuan dalam merajut Bhineka Tunggal Ika menjadi satu kekuatan dan tidak hanya sebagai semboyan tetapi harus dicerminkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun Indonesia,” tegasnya.

Adapun isi dari Acara ini, Kesepakatan Bersama Dalam Rangka Menjaga Papua Tanah Damai yaitu, Kami Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan beragam suku, bahasa, agama dan sepakat menyatakan, akan menjaga kesatuan dan persatuan di Tanah Papua, hidup berdampingan rukun, damai dengan penuh kasih sayang, dan sepakat dengan tidak terpengaruh isue-isue yang tidak benar dan terakhir sepakat menolak kelompok radikal dan separatis di Tanah Papua,” imbuhnya.

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Bupati Serang Ajak Camat Rayakan Tahun Baru Islam

Published

on

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memerintahkan seluruh camat di Kabupaten Serang untuk merayakan tahun baru umat Islam, 1 Muharam 1441 Hijriyah. Perayaan tersebut harus diisi dengan kegiatan keagamaan dan melibatkan seluruh organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan ulama.

Perintah tersebut disampaikan Tatu saat menghadiri Gebyar 1 Muharam 1441 Hijriyah dan Istighosah di Alun-alun Kecamatan Cikande, Rabu (28/8/2019).

“Di Kecamatan Cikande ini kebersamaan sangat kuat, antar organisasi keagamaan, organisasi pemuda, dan ulama. Semua bersatu merayakan tahun baru Islam. Ini harus dicontoh, dan perayaan baru Islam ini harus dilaksanakan oleh seluruh camat di Kabupaten Serang,” tegas Tatu.

Menurutnya, perayaan tahun baru Islam di Kecamatan Cikande diisi oleh berbagai kegiatan positif, mulai dari lomba pidato anak, bazar, santunan anak yatim, hingga istigasah. Beberapa ulama diundang khusus dalam rangka Istigasah, mulai dari Habib Ja’far Shodiq Alkaff, Habib Hamid Nouval Alkaff, dan KH. Abah Elang Mangkubumi.

“Kegiatan ini penting untuk generasi penerus kita. Perayaan tahun baru Islam diisi dengan kegiatan keagamaan yang akan membentuk karakter Bangsa ini. Jika kecamatan Cikande bisa merayakan begitu meriah tahun baru Islam, kenapa kecamatan lain tidak bisa,” tandas Tatu.

Pada kesempatan tersebut, Tatu juga menyampaikan sejumlah program keagamaan. Mulai dari beasiswa hafidz (penghafal) Alqur’an dengan total anggaran Rp174.500.000, insentif untuk 8.629 guru ngaji dengan total anggaran Rp 8.629.000.000. Selanjutnya insentif untuk 1.165 guru TPQ dengan total anggaran Rp 1.165.000.000. Insentif untuk 6.190 guru madrasah diniyah awwaliyah dengan total anggaran Rp 9.682.398.000.

Pemkab Serang juga memberikan bantuan pembangunan atau rehabilitasi 13 pondok pesantren (ponpes) dengan total anggaran Rp2.600.000.000. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2018, yang telah dibantu pembangunan sebanyak 5 pondok pesantren.

Sementara hibah bidang keagamaan mulai dari bantuan untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), pondok pesantren, yayasan, madrasah, hingga dewan kesejahteraan masjid, Pemkab Serang mengalokasikan anggaran Rp 3.458.485.000.

“Mohon doanya, insya Allah pada tahun 2021, sepanjang 601,3 jalan kewenangan Kabupaten Serang akan tuntas dibeton. Tahun ini, insya Allah progres pembangunan jalan beton mencapai 80 persen. Dianggarkan per tahun hingga Rp 300 juta,” ujar Tatu.

Ketua Majelis Ulama Kecamatan Cikande Kiai Aan Burhanuddin mengapresiasi seluruh program Pemkab Serang, terutama bidang keagaaman. Bahkan Kiai Aan langsung mendoakan Tatu agar bisa maju pada pemilihan kepala daerah dan kembali memimpin Kabupaten Serang pada periode kedua. “Kami mendoakan dan mengapresiasi, semoga Ibu Bupati terpilih kembali pada Pilkada Kabupaten Serang tahun 2020,” ujarnya. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Raup Rp 12 M, Puncak Kota Serang Fair 2019 Diisi 2 Artis Ibukota

Published

on

SERANG – Walikota Serang, Safrudin mengklaim transaksi Serang Fair 2019 yang dilaksanakan di Alun-alun Barat Kota Serang, mulai 24 sampai 26 Agustus itu mencapai angka Rp12 miliar lebih.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibanding acara Serang Fair pada tahun 2018 kemarin yang hanya memperoleh Rp9 miliar.

“Meningkat dibanding tahun kemarin, mencaPai Rp 12 miliar dari sebelumnya Rp 9 miliar,” terang Safrudin, usai penutupan Serang Fair, Senin (26/8/2019) malam.

Menurutnya, gelaran Serang Fair 2019 tersebut merupakan rangakaian dari peringatan hari jadi Kota Serang yang ke-12.

Berbeda dengan hari biasanya, mendadak Alun-alun Kota Serang ramai dikunjungi warga. Berbagai pentas seni dan budaya turut ditampilkan dalam acara tersebut.

Menurutnya, kegiatan Serang Fair dalam rangka memperingati HUT Kota Serang ke-12 tersebut telah telah memfasilitasi para pelaku usaha kecil menengah yang ada di Kota Serang, termasuk perusahaan besar yang ada di Kota Serang, termasuk dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemprov Banten dan Kota Serang.

Melihat antusias warga yang datang, Safrudin berharap ke depan pada tahun selanjutnya bisa lebih meriah lagi.

“Karena saya lihat dari tanggal 22 baik stand maupun pengusaha kecil dan juga para PKL yang ada di alun-alun ini semuanya terisi penuh,” katanya.

Saat disinggung apakah kegiatan Serang Fair nantinya akan dilaksanakan dengan cara berpindah tempat, lanjut Safrudin, kemungkinan Serang Fair berikutnya akan diselenggarakan di stadion Maulana Yusuf (MY).

Hal itu untuk mendongkrak antusias warga yang hadir dalam meningkatkan geliat perekonomian di Kota Serang.

Malam harinya, Kota Serang ke-12 resmi ditutup dengan menghadirkan dua artis Ibu Kota yaitu, Ucok Baba Batubara alias Ucok Baba dan Lolita Mini.

Serang Fair yang diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan 26 Agustus 2019, di Alun-alun Barat Kota Serang. Dimalam hari penutupan, para pengunjung yang datang dihibur dengan canda tawa dan goyangan dangdut oleh Ucok Baba bersama Lolita.

Malam hari yang bisa terlihat hening dan sunyi, menjadi meriah dengan hadirnya Ucok Baba dan Lolita Mini yang menyajikan hiburan bernyayi dangdut. Bahkan, gombalan Ucok Baba kepada Lolita Mini melepas canda tawa para pengunjung di Serang Fair.

Tak lupa, pada akhir acara pun artis Ibu Kota lainnya yang merupakan Jebolan dari Kontes Dangdut Indonesia (KDI), Kintan, menghibur para pengunjung Serang Fair dengan suara merdua. Suasana pun menjadi semakin meriah, dengan irama gendang dangdut mengikuti lantunan lagu yang dibawakan oleh Kintan. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending