Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Kemenpar Apresiasi Pesona Ramadhan Banten 2019

Published

on

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Serang menggelar acara ‘Pesona Ramadhan Banten 1440 Hijriah’ yang bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten, dan Kementerian Pariwisata.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Pendopo Kabupaten Serang tersebut merupakan upaya untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan 1440 H.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu, ditujukan sebagai wahana untuk mempromosikan produk ekonomi kreatif dan pariwisata yang ada di Banten.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati dalam sambutannya mengatakan, Banten memiliki banyak destinasi wisata, diantaranya wisata bahari, ekowisata, wisata minat khusus, ekowisata, industri dan lainnya. Banten memiliki tujuh wonders yang menjadi perekat atau magnet bagi wisatawan.

Dalam acara Pesona Ramadhan ini, lanjut Eneng, tidak hanya menampilkan produk unggulan kreatif, melainkan juga beragam potensi wisata yang ada di Provinsi Banten khususnya wisata yang ada di Kabupaten Pandeglang yang beberapa waktu lalu terkena musibah tsunami.

“Oleh karena itu Dinas Pariwisata Provinsi Banten bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata terus menggenjot pariwisata yang terkena dampak tsunami agar cepat bangkit dari keterpurukan,” ujarnya, Sabtu (24/5/2019) saat pembukaan.

Eneng menambahkan, kegiatan ini bukan saja untuk mengisi Ramadhan, tetapi juga untuk mendorong terus berkembangnya ekonomi kreatif di Banten.

“Untuk ekonomi kreatif, ada 16 sub sektor yang kita punya. Tapi, kita baru men-support beberapa saja. Seperti kuliner, fashion, handycraft, dan film. Tapi, kita juga ingin menyampaikan ke wisatawan jika Selat Sunda Aman,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Serang H Pandji Tirtayasa, berharap selama acara Pesona Ramadhan Banten 1440 H, dirinya menginginkan masyarakat Banten Khususnya warga Serang agar dapat terus menjalankan Puasa ini dengan penuh ketakwaan.

“Acara ini juga sangat membantu untuk mempromosikan dunia pariwisata yang ada di Banten. Khususnya Kabupaten Serang yang mengharapkan kerjasama nya kepada Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten untuk membantu tercapainya wisata religi yang sedang di realisasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Serang,” ucapnya.

“Kita punya Tanara yang bisa dijadikan destinasi wisata religi. Tanara adalah tempat lahir dan tinggalnya Syeikh Nawawi. Namanya sudah sangat tenar. Oleh karena itu Tanara kita optimalkan sebagai destinasi wisata religi,” ungkapnya.

Pandji juga menjelaskan akan mendorong produk hasil UMKM agar menjadi produk unggulan serta sebagai daya tarik wisatawan baik lokal ataupun mancanegara.

“Jadi wisata itu bukan hanya wisata alam ataupun hiburan, tetapi juga wisata kuliner inilah yang kita dorong untuk menjadi produk unggulan, yang menjadi produk wisata,” paparnya.

Dalam Pesona Ramadhan 1440 H, sebanyak 30 stand yang merupakan para pelaku ekonomi kreatif ditampilkan seperti kuliner, pakaian, destinasi wisata, travel agent, bank, kerajinan tangan dan lainnya.

Pembukaan Pesona Ramadhan Banten 1440 H dihadiri oleh Wakil Bupati Serang Bapak Panji Tirtayasa, Kadispar Banten Eneng Nurcahyati , Kabid Pemasaran Area Jakarta-Banten Ni Komang Ayu Astiti yang mewakili Asdep Pemasaran I Regional II Kemenpar, Ketua DPD Asperapi Banten Deden Sunandar, Dewan Penasehat DPP Asperapi Effi Setiabudi, perwakilan BI cabang Banten, dan sejumlah OPD Kab/Kota se Provinsi Banten.

Melalui rilis, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung mengatakan, Kemenpar sangat komitmen untuk mendukung kelancaran event selama Ramadhan.

“Untuk menyambut Ramadhan, Kemenpar membuat program Pesona Ramadhan dan Pesona Lebaran. Terutama, pada daerah yang dilintasi jalur mudik. Dan Banten salah satu yamg dilintasi. Kita juga aktif mendukung pesona lebaran. Tujuannya mendatangkan wisatawan nusantara. Karena di saat itu, banyak pergerakan,” katanya.

Adella menambahkan, dukungan terhadap event ini menjadi bukti nyata dukungan Kemenpar untuk Banten. Khususnya, bagi Banten yang sempat dilanda tsunami akhir tahun 2018 lalu.

“Saat tsunami, pariwisata Banten mencapai titik nol. Makanya, kita akan bangkitkan kembali pariwisata Banten. Bahkan harus dikemas lebih baik dari sebelumnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara Pesona Ramdahan Banten 1440 H yang dibuka secara bersama-sama oleh Pemprov Banten, Pemkab Serang, Kemenpar RI, dan DPD Asperapi Banten berjalan dari pagi hingga malam hari.

Hari pertama diisi dengan kegiatan lomba masak kuliner khas daerah, lomba melukis gerabah dan drum kecil, demo memasak oleh chef Ranu, klinik tahsin Al-Qur’an, penampilan kesenian musik kontemporer dari Komunitas Teater Wonk Kite, Duta Cilik Pariwisata Aida Careen, dan Nasyid Syidan. (*/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Aksi Simpatik Selamatkan Cisadane dalam Harmoni Sinergi Kolaborasi lintas Lembaga

Published

on

TANGERANG – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tangerang Selatan bersama Yayasan Mengetuk Pintu Langit (YMPL), Bio Teknologi Indonesia, Satu Sinaro Sinergi dan Lintas Lembaga lainnya bersinergi dengan Dinas LH dan Damkar Kota Tangerang Selatan melakukan aksi simpatik menangani polusi udara dari sampah dan pencegahan pencemaran sungai di TPA Cipeucang, Kota Tangerang Selatan, Senin (1/6/2020).

Pada tanggal 22 Mei 2020 lalu, TPA Cipeucang terjadi longsor yang menyebabkan material sampah menutupi sebagian besar aliran sungai Cisadane.

Pada tanggal 23 Mei 2020, tim Sinergi Kolaborasi #SelamatkanCisadane #SelamatkanCipeucang, turun langsung melakukan survey dan observasi kondisi longsor.

Dari hasil pengamatan dan analisa tim bio teknologi Indonesia dalam hal ini turun langsung Rusdi CH selalu pimpinan, harus dilakukan langkah cepat penanganan sampah dan pencemaran sungai selain dari pada langkah penanganan longsor.

Pemerintah Tangerang Selatan sendiri, pasca kejadian longsor melalui dinas LH langsung menurunkan alat berat guna melakukan penanganan longsor sejak hari kedua terjadi longsor.

Sedangkan, untuk penanganan Polusi Pada sampah dan pencemaran sungai cisadane, prof Rusdi mewakili relawan yg melakukan aksi simpatik, menyampaikan, salah satu solusi penanganan bau dan pencemaran air adalah dengan menggunakan bakteri asam laktat dengan cara dilakukan penyemprotan.

“Kegiatan ini, harus dilakukan sinergi dengan penanganan longsor oleh alat berat dan tim DLH yang menerima sampah baru di TPA,” lanjutnya.

Rusdi menambahkan ada 3 titik penyemprotan yang harus dilakukan yaitu pertama sampah baru yang masuk ke TPA, kedua sampah yg dipindahkan dari longsoran ke tempat yang seharusnya dan ketiga sampah existing. Semuanya harus tersiram bakteri asam laktat.

Bakteri asam laktat itu sendiri selain mampu untuk menangani bau pada sampah, dipercaya juga mampu untuk menangani pencemaran sungai Cisadane, mengendalikan populasi lalat dan tidak berbahaya terhadap lingkungan.

Aden Sunandar, pimpinan Yayasan Mengetuk Pintu Langit sebagai salah satu tim relawan yang terlibat menambahkan, pihaknya telah melakukan aksi pertama pada hari Rabu, 27 Mei 2020. Sebanyak 6 unit damkar dan 1 unit truk tangki air DLH diturunkan untuk melakukan penanganan awal.

“Tahap kedua, kami turun aksi kembali pada hari Senin 1 Juni 2020. Kembali melakukan penanganan insyaalloh sampai 6 hari kedepan,” jelasnya kepada BantenEvent.

Aldrin Ramadian, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota Tangsel, mengatakan bahwa aksi simpatik ini merupakan wujud nyata keterlibatan masyarakat membantu pemerintah. Sinergi dan kolaborasi menjadi kekuatan luar biasa di masa Covid 19 ini.

Kadis LH, Toto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Para relawan yg melakukan aksi simpatik sinergi kolaborasi bersama penanganan Longsor di TPA Cipeucang. Hal ini menjadi semangat dan motivasi bagi tim kami untuk secepatnya dapat menyelesaikan penanganan TPA Cipeucang. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ini yang Dilakukan Brimob Banten

Published

on

SERANG – Dalam rangka menyambut hari lahir Pancasila 1 Juni 2020, beragam cara dilakukan oleh seluruh warga
Indonesia.

Begitupun dengan personel Sat Brimob Polda Banten, mereka melakukan berbagai kegiatan di hari lahir Pancasila ini seperti mengibarkan bendera merah putih, memasang banner, memasang umbul-umbul, menonton siaran langsung kegiatan memperingati hari lahir Pancasila yang dilaksanakan di Istana Negara hingga melakukan kegiatan bakti sosial, Senin (01/06/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar melalui Komandan Satuan Brimob Polda Banten AKBP Dwi Yanto Nugroho mengatakan bahwa sebagai wujud kecintaan pasukan elit Polri (Brimob-red) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seluruh personel Brimob Banten mengibarkan bendera merah putih di rumah masing-masing,

“Ya, hari ini, ada sekitar 348 personel Brimob Banten yang turut serta memperingati hari lahirnya Pancasila. Dengan tetap mengenakan baju dinas mereka mengibarkan bendera merah putih di halaman Mako dan juga di halaman rumah mereka masing-masing sebagai wujud penghormatan mereka terhadap lambang Negara ini,” ucap Dwi Yanto Nugroho.

Dwi Yanto Nugroho juga menjelaskan, tak hanya mengibarkan bendera merah putih, personel juga memasang banner dan umbul-umbul di sekeliling Mako Brimob Banten.

“Personel juga memasang banner dan umbul-umbul bermotif merah putih di sekeliling Mako Brimob Banten. Kegiatan ini sebagai salah satu bukti bahwa korps Brimob Polri setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan rela berjuang untuk persatuan dan kesatuan negara yang kita cintai ini,” tutur Dwi Yanto Nugroho.

“Dengan memperingati Hari kelahiran Pancasila, diharapkan sebagai pemersatu dan membentuk mental masyarakat yang nasionalis dan berideologi Pancasila. Dan sesuai dengan arahan Dankor Brimob Polri sebagai Pimpinan, kami Brimob Banten siap mengawal tegaknya Pancasila. Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong Royong menuju Indonesia Maju,” jelas Dwi Yanto Nugroho.

“Kami juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam menyambut hari lahir Pancasila ini, kegiatan yang kami laksanakan itu antara lain membagikan sembako kepada warga yang kurang mampu dan melaksanakan kerja bakti atau pembersihan di tempat ibadah dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Kegiatan ini sebagai wujud nyata dari Bhakti Brimob Banten untuk Indonesia,” tutup Dwi Yanto Nugroho.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan bahwa sebagai warga negara Indonesia, Pancasila adalah Ideologi yang wajib dimiliki setiap warganya ditengah tengah globalisasi yang saat terjadi di Indonesia.

“Dengan memperingati setiap hari besar kenegaraan kita bisa lebih mengenal apa itu Indonesia, apa itu Pancasila dan memaknainya sebagai landasan hidup bernegara dan bermasyarakat.” pungkas Edy Sumardi. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Kapolda Banten Tinjau Pos Pam Anyer dan Objek Wisata

Published

on

CILEGON – Kapolda Banten Irjen Pol. Fiandar didampingi Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Aminudin Roemtaat, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana dan para PJU jajaran Polres Cilegon meninjau langsung Pos pengamanan Ops Ketupat Kalimaya 2020 dan objek wisata Pantai Anyer, Senin (1/6/2020).

Peninjauan ini dalam rangka menghadapi fase baru dalam kehidupan saat ini ditengah pandemi Covid-19 yakni New Normal atau tatanan hidup baru sesuai adanya kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol. Fiandar menyampaikan bahwa Polri khususnya jajaran Polda Banten bersama unsur TNI telah mengerahkan personelnya untuk melakukan tugas pengamanan yang bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat agar dapat menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran wabah virus Corona.

“Personel jajaran Polda Banten bersama dengan personel TNI sudah kita ploting di tempat-tempat keramaian orang atau pengunjung untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, mendisiplinkan masyarakat agar dalam menghadapi penerapan new normal ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Masih penjelasan Kapolda, terkait dengan jumlah pengunjung baik di objek wisata dan objek-objek yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat seperti pusat perbelanjaan dan lain sebagainya tetap dilakukan pembatasan agar tidak terjadi penumpukan massa.

“Kita imbau dan targetkan untuk lokasi-lokasi keramaian berkapasitas separuhnya atau 50 persen, bilamana di luar masih banyak warga yang ingin berkunjung, ya harus mengantri atau bergantian, misalkan menunggu 10 persen yang keluar dan 10 persen yang masuk,” tegasnya.

Dilokasi terpisah, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat menambahkan, bahwa New Normal ini adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar protokol kesehatan.

“New Normal ini upaya menyelamatkan hidup masyarakat Banten, agar masyarakat yang memerlukan aktivitas di luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar protokol kesehatan yang ditetapkan, maka dari itu kapolda Banten beserta PJU mengunjungi beberapa tempat keramaian di wilayah hukum Polda Banten untuk memastikan kesiapan New Normal tersebut,” pungkasnya. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending