Connect with us

INCENTIVE

Berkenalan dengan Desa Adat Kabupaten Lebak, Suku Baduy

Published

on

LEBAK – Banyak sekali kebudayaan yang ada d Banten, salah satunya Upacara Seren Taun yang dilakukan oleh masyarakat Baduy. Seren taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. Upacara ini berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda. Upacara adat sebagai syukuran masyarakat agraris ini diramaikan ribuan masyarakat sekitarnya.

Dalam iringan suara instrumen musik yang mengiringinya. Di antara instrumen musik pengiring prosesi adat Seren Taun, terdapat alat musik bambu yang disebut angklung buhun. Kebudayaan ini bisa juga disebut kebudayaan tradisi, yang dimana makna pemakaiannya berkaitan dengan adat kebiasaan turun temurun dari nenek moyang, dan masih dijalankan sampai saat ini.

Upacara Seren Taun mengandung makna serah terima tahun lampau ke tahun yang akan datang, dan merupakan bentuk syukur ke Tuhan atas hasil panen mereka dengan harapan agar di tahun selanjutnya hasil panen mereka lebih baik lagi.

Upacara Seren Taun diselenggarakan di daerah Baduy dan Kasepuhan. Secara umum ada dua kegiatan budaya yang melibatkan ribuan masyarakat adat dan pemerintah. Pada hari pelaksanaan, acara Balik Taun Rendangan merupakan acara pembuka, Rendangan berarti seluruh keturunan Kasepuhan Banten Kidul, dan ritual berikutnya adalah Ngareremokeun yaitu memasukkan padi ke dalam lumbung (leuit).

Upacara dimulai dengan pembakaran kemenyan yang dilakukan oleh Dukun Pangampih sebagai Pemimpin Upacara disertai pembacaan mantra dan do’a, agar padi yang disimpan dalam lumbung utama dapat mencukupi kebutuhan warga dan panen di tahun mendatang melebihi hasil panen tahun ini. Dilakukan juga iring-iringan yang di ikuti oleh penghantar pembawa padi utama terdiri dari tiga orang wanita yang sudah menopause dan dua orang gadis pemikul rengkong dan beberapa orang pria pembawa padi, pemain Gondang, dan pemain Toleat. (*/hendri/ygi)

EVENT-EXHIBITION

Tingkatkan Skill, Pokja Ekbispar Banten Ikuti Capacity Building

Published

on

SERANG – Para jurnalis yang tergabung dalam Kelompok kerja (Pokja) Wartawan Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (Eksbispar) Provinsi Banten mengikuti Capacity Building Economic Outlook 2021 di Mambruk hotel Anyer, Jumat-Sabtu (6-7/11/2020).

Kadis Infokom Provinsi Banten Eneng Nurcahyati memberikan sambutan di acara Economic Outlook 2021 di Hotel Mambruk Anyer, Jumat (6/11/2020).

Acara yang melibatkan beberapa stakeholder baik dari pemerintah, swasta, dunia ekonomi dan pariwisata di Banten ini berupaya menggali situasi perekonomian yang berkembang di tengah masa pandemi Covid-19.

Ketua Pokja Ekbispar Banten, Susi Kurniawati dalam sambutannya menyampaikan, wartawan Ekbispar harus mengetahui strategi pertumbuhan ekonomi, bisnis, dan pariwisata lebih detail yang tengah berkembang, baik di Indonesia maupun di Banten.

“Mengambil tema Strategi Pertumbuhan Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Banten di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19, diharapkan kegiatan ini bisa sinergi memperkuat media dengan stakeholder yang ada di Banten,” jelasnya.

Economic Outlook atau prospek ekonomi yang menjadi tema kegiatan ini sengaja digagas agar mengetahui rencana pemerintah dalam melaksanakan pemulihan perekonomian serta rencana-rencana pembangunan pemerintah serta kebijakan-kebijakan yang akan diambil di tahun 2021 mendatang.

Di tempat yang sama, Kepala Diskominfo Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati mengharapkan kegiatan Capacity Building ini dapat memberikan wawasan terhadap wartawan Ekbispar Banten.

“Selama dua hari ini, selain mendapatkan wawasan tentang kondisi perekonomian nasional dan daerah, kegiatan ini juga akan memberikan gambaran atas informasi perekonomian yang berkembang,” katanya.

“Sehingga wawasannya tentu akan banyak. Namun demikian perkembangan kondisi terus bergerak maka kita harus melakukan perubahan terhadap kita masing-masing. Wartawan juga harus upgrade ilmu dan pengetahuannya,” tutup Eneng. (yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Gelar Festival PLN Peduli, Dorong Pengembangan UMKM Tangguh dan Berdaya Saing

Published

on

JAKARTA – Guna mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PLN kembali menggelar Festival PLN Peduli 2020. Bedanya, di tengah pandemi Covid-19, tahun ini kegiatan digelar secara daring, mulai tanggal 4 November 2020 hingga 9 November 2020.

Pembukaan festival PLN Peduli dilakukan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diwakili oleh Sekretaris Kementerian BUMN, Susyanto dan Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini.

Sekretaris Menteri BUMN, Susyanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi telah memberikan dampak sangat serius bagi perekonomian negara, khususnya bagi UMKM.

“Kementerian BUMN sangat mendukung kegiatan Festival PLN Peduli ini, karena ini dapat mendorong berputarnya kembali kegitan usaha dari para pelaku UMKM,” ucap Susyanto, Kamis (5/11/2020).

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menjelaskan bahwa ajang ini adalah dukungan nyata perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara terhadap UMKM terutama yang menjadi mitra binaan PLN.

“Ini wujud nyata dukungan kami untuk menggerakan UMKM yang ada di Indonesia. PLN menyadari UMKM memiliki peran yang sangat strategis, baik bagi perekonomian daerah maupun nasional. Sektor UMKM yang tangguh dan berdaya saing diyakini mampu menyejahterakan masyarakat,” tutur Zulkifli.

Mengangkat tema “Terangi Negeri untuk Pencapaian SDG’s”, pada ajang Festival PLN Peduli kali, PLN mengajak 100 Mitra Binaan untuk menampilkan 1000 lebih produk berkualitas dari seluruh Indonesia. PLN juga menggelar Webinar tentang CSR untuk mendukung Sustainable Development Goals yang disingkat SDG’s, serta pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan UMKM dalam mengelola usahanya agar mampu bersaing di pasaran.

Selain itu, festival ini juga menjadi marketplace yang memberikan ruang bagi para pengunjung untuk bertransaksi secara langsung. Festival ini menampilkan lebih dari 1.000 produk UMKM berkualitas.

Festival PLN Peduli ini merupakan event tahunan Corporate Social Responsibility (CSR) PLN yang menggambarkan berbagai program kegiatan CSR PLN yang sejalan dengan 7 subjek ISO 26000 tentang Panduan Pelaksanaan CSR dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG’s.

Pelaksanaan Program CSR sekarang ini telah bertransformasi, dari yang dulu bersifat charity menjadi program-program yang memiliki manfaat berkelanjutan (sustainability) dan memberi nilai manfaat bagi perusahaan atau CSV (Corporate Social Value). (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

LPP Tangerang Didik Ratusan Napi Dengan Pelatihan Keterampilan Mumpuni

Published

on

TANGERANG – Kanwil Kemenkumham Banten melalui Divisi Pemasyarakatan menggelar Pres Tour Kemenkumham Banten 2020 dengan mengusung tema “Pemasyarakatan Dimata Media”.

Press Tour yang dilakukan di wilayah Tangerang Raya ini meliputi 5 Upt Pemasyarakatan, Salah satunya Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP), Rabu (2/9/2020).

Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) menjadi salahsatu Cagar Budaya di Kota Tangerang. saat berkunjung ke LPP, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Banten Marselina Budiningsih didampingi Kepala LPP Tangerang Rafni Trikohariaty Irianta mengajak para insan media untuk mengunjungi Ruangan Bimbingan Kerja Warga Binaan.

Kepala LPP Tangerang Rafni Trikohariaty Irianta menjelaskan bahwa Ada 83 orang yang bekerja di Bimker LPP Tangerang. Dan para warga binaan disini diberikan keahlian ataupun keterampilan dalam kegiatan pembinaan selama menjalani masa pidana.

Kalapas menyampaikan bahwa warga binaan Lapas Perempuan Tangerang yang berjumlah 368 orang, dibagi menjadi beberapa kelompok kegiatan. Semua mendapat pembekalan dengan tenaga pengajar bersetifikat maupun praktisi berpengalaman di bidangnya.

Beragam pembekalan diberikan kepada warga binaannya. Mulai dari pelatihan tata rias, tata boga, menjahit, serta pembuatan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, hand soap, dan masker kain yang menyesuaikan pemintaan pasar.

“Adapun beberapa bentuk kerajinan yang dihasilkan oleh warga binaan seperti keset kaki, tas jeans sulam pita, digital sablon, macreme bags, sulam benang, rajut, batik dan juga snail,” ungkapnya.

Lanjut Kalapas, “Dengan Berbagai pembinaan keterampilan yang produktif, kita berharap setelah mereka selesai menjalani masa pidana disini, mereka akan kembali ke lingkungan masyarakat dengan mempunyai keterampilan ataupun skill yang bermanfaat untuk masyarakat ataupun dirinya sendiri,” lanjutnya. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending