Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Selama 2018,OJK Catatkan Kinerja Baik

Published

on

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan mencatat sektor jasa keuangan Indonesia hingga akhir 2018 menunjukkan kondisi yang stabil dengan kinerja intermediasi yang berada pada level positif.

Stabil
Kinerja sektor jasa keuangan selama tahun 2018 cukup baik ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang masih terjaga, fundamental kinerja emiten yang relatif stabil, serta didukung oleh berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia. Berdasarkan pantauan, meskipun diwarnai oleh peningkatan tekanan di pasar, profil risiko Sektor Jasa Keuangan secara umum terkelola dengan baik. Kecukupan tingkat permodalan dan Likuiditas LJK domestik berkontribusi terhadap ketahanan LJK di tengah meningkatnya tekanan di pasar keuangan.

Dalam upaya menjaga stabilitas sistem keuangan, OJK memberikan perhatian pada penguatan surveillance dan Protokol Manajemen Krisis, serta penguatan koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Kegiatan pemantauan (surveillance) dilaksanakan secara berkala dan komprehensif bersama dengan anggota KSSK agar dapat mengidentifikasi potensi risiko dan kerentanan di sektor jasa keuangan. Kami yakin dengan sinergi yang baik sesama anggota KSSK dapat mampu mengatasi berbagai macam tekanan global yang dihadapi saat ini.

Kontributif
Kinerja fungsi intermediasi sektor jasa keuangan selama 2018 berjalan cukup baik Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan kredit per november 2018 yang tumbuh 12,05% year-on-year.serta diiringi tingkat kesehatan yang cukup baik tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan sebesar 23,32%. serta rasio Non-Performing Loan (NPL) gross dan net perbankan tercatat masing-masing 2,67% dan 1,14%.

Pada Industri Keuangan Non Bank, pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 5,14% year-on-year dengan tingkat Non-Performing Financing (NPF) berada pada level 2,83%. (gross) dan 0,79% (nett). Pembiayaan yang disalurkan melalui Fintech juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp3,9 triliun serta rasio NPF yang rendah yaitu 1,2%.. Pada Industri Pasar Modal, penghimpunan dana di pasar modal masih cukup tinggi mencapai Rp162,3 triliun. Jumlah ini cukup positif di tengah tekanan ekonomi global.

Industri jasa keuangan syariah juga tumbuh positif selama 2018 tercermin dari pertumbuhan aset perbankan syariah dan pembiayaan syariah (BUS +UUS), serta aset IKNB syariah per oktober 2018 masing-masing tumbuh 7,09% ,9,52% dan 0,59%. Sementara itu, per 18 Desember 2018, NAB Reksa Dana Syariah, Sukuk

Negara dan Sukuk Korporasi meningkat masing-masing 20,98% , 17,20% dan 40,48%.

Kinerja sektor jasa keuangan yang cukup baik ini didukung oleh berbagai macam inisiatif yang di luncurkan OJK baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maupun menyediakan sumber dana pembiayaan jangka panjang. Untuk mendorong peningkatan peran serta keuangan syariah dalam mendukung penyediaan sumber dana pembangunan, OJK memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro (LKM Syariah) dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi terkait keuangan syariah bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Terdapat 41 Bank Wakaf Mikro dengan nilai pembiayaan sebesar 9,72 milliar dan melibatkan 8.373 debitur.

Untuk mendukung pembiayaan pembangunan jangka panjang, OJK memberikan izin pendanaan melalui KIK-EBA terkait infrastruktur, dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp7,44 triliun serta KIK-DIRE dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp0,62 triliun. OJK juga mendorong emiten infrastruktur untuk fund raising di Pasar Modal dimana tercatat 24 penawaran umum yang dilakukan 22 Emiten sektor infrastuktur melakukan fund raising melalui Pasar Modal dengan total nilai emisi Rp28,05 triliun.

Inklusif
Untuk meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan serta memastikan bahwa manfaat keberadaan OJK dapat dirasakan oleh masyarakat, berbagai inisiatif dilakukan antara lain melalui perluasan program Laku Pandai, memfasilitasi pembentukan Bumdes Center, melakukan pendampingan dan monitoring pelaksanaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah serta meluncurkan Tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (Tabungan SiMUDA), Reksa Dana syariahku serta program Reksa Dana Mini Mart.

Selama tahun 2018, OJK juga rutin melakukan ±1200 kegiatan edukasi keuangan ke berbagai macam komunitas, melakukan peluncuran online Modul E-learning tingkat SD dan SMP. serta pelaksanaan bulan inklusi keuangan yang melibatkan 557 LJK dan dilaksanakan di 189 kota serta berhasil membuka 7,5 juta rekening baru.
Terkait perlindungan konsumen, OJK telah melakukan re-branding contact center yang sebelumnya di nomor 1500655 menjadi kontak OJK 157, yang didukung dengan infrastruktur yang lebih handal dan layanan yang lebih cepat. Selain itu, OJK juga melakukan peluncuran Roadmap “Penguatan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Melalui LAPS di Sektor Jasa Keuangan (2018-2022), serta rutin melakukan pengawasan Market Conduct.

Penguatan Tata Kelola
Untuk memastikan proses bisnis OJK berjalan dengan efektif dan efisien, OJK melakukan penguatan tata kelola organisasi melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas fungsi AIMRPK, optimalisasi Whistle Blowing System (WBS) dan Program Pengendalian Gratifikasi serta Kolaborasi Bidang Governance dengan stakeholder terkait. OJK juga melakukan resertifikasi ISO 9001 atas proses bisnis agar kualitas proses bisnis OJK tetap terjaga. Penguatan tata kelola ini memberikan hasil positif dengan keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) pada Laporan Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Tahun 2017 serta berhasil meraih dua penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai instansi dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik dan penerapan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) terbaik 2018 untuk kategori kementerian/lembaga dan BUMN/BUMD. (*/yogi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EVENT-EXHIBITION

GEBRAK Minta 3 Kepala Daerah Tutup Hiburan di JLS

Published

on

SERANG – Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (GEBRAK) mensurati dan menyerahkan petisi kepada Walikota Cilegon, Bupati Serang dan Gubernur Banten untuk meminta audiensi bersama masyarakat, ulama dan GEBRAK tentang maraknya tempat hiburan di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Tim GEBRAK saat menyerahkan petisi ke Pemkot Cilegon, Kamis (17/9/2020)

GEBRAK yang merupakan gabungan masyarakat dari 78 DKM di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Waringinkurung, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Cilegon sebelumnya telah mengumpulkan 2.848 tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan penutupan tempat hiburan malam di kawasan tersebut.

“Semua masyarakat termasuk majelis yang berada di sekitar JLS merasa resah dengan keberadaan tempat hiburan ini. Dulu saja kita masih berani membawa anak dan keluarga untuk berkuliner di JLS. Namun, karena sekarang tempat hiburan malam sudah berkembang pesat, kami khawatir. Layaknya kami bertemu dengan orangtua, kedatangan kami ke sini (Pemkot Cilegon) untuk mengadukan kondisi tersebut serta mendesak agar Pak Walikota (Edi Ariadi) dan ibu Bupati (Tatu Chasanah) menutup selamanya aktivitas tempat hiburan malam,” ujar Ferdy Raymond, Perwakilan Gerakan Anti Kemaksiatan (Gebrak), kepada BantenEvent, Kamis (17/9/2020).

Kordinator GEBRAK saat menyerahkan petisi ke DPRD Kabupaten Serang

Selain ke Pemkot Cilegon dan Pendopo Kabupaten Serang, GEBRAK juga mengunjungi Kantor Gubernur Banten untuk meminta dukungan yang lebih kuat dari pusat.

“Selain ke pemkot dan pemkab, kami juga meminta dukungan anggota dewan baik Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Provinsi Banten agar segera menutup semua tempat hiburan malam. Kami juga mendesak pak gubernur agar tegas menghapus kemaksiatan di Banten,” katanya.

Sementara itu Mansyur Barmawi Wakil ketua DPRD Kabupaten Serang yang ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Serang memgatakan sangat mendukung dan menindak lanjuti apa yang dilakukan oleh GEBRAK.

“Ibu Tatu tidak bisa ditemui karena persiapan cuti Pilkada, namun kami akan menindaklanjuti gagasan yang dibawa oleh GEBRAK dengan beberapa instansi terkait termasuk dengan Kota Cilegon karena JLS berada di 2 Kota dan Kabupaten,” jelas Mansyur.

Ferdy berharap lebih banyak masyarakat dan pemerintah Provinsi Banten yang mendukung gerakan ini agar bersama-sama menjauhi bahkan menghapus kemaksiatan di bumi Banten. (yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Perkuat Permodalan, Bank Banten Siap Terbitkan Saham Baru

Published

on

SERANG – Berbagai rangkaian aksi korporasi PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk yang saat ini dilakukan merupakan upaya untuk mendukung penguatan modal Perseroan. Bank Banten akan menerbitkan saham baru dengan seri dan nominal yang berbeda yaitu saham Seri C melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

“Kami akan menerbitkan saham baru Seri C dengan nominal Rp50,00 (lima puluh rupiah) per lembar saham dengan jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyak 60.820.296.033 (enam puluh miliar delapan ratus dua puluh juta dua ratus sembilan puluh enam ribu tiga puluh tiga) lembar saham pada saat PUT nanti. Nominal tersebut setara 90,46% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan,” terang Direktur Bank Banten Kemal Idris, Selasa (15/9/2020).

Direktur Bank Banten Kemal Idris.

Untuk mendukung pelaksanaan aksi korporasi tersebut, Perseroan berencana melakukan Penggabungan Nilai Saham Perseroan (Reverse Stock) sebelum melaksanakan PUT VI. Reverse Stock diharapkan Perseroan dapat memenuhi persyaratan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait minimum harga pelaksanaan saham pada PUT VI dan PUT VII PMHMETD.

“Pada saat RUPSLB 2 Oktober nanti, kami akan mengajukan nominal saham Perseroan dengan rasio setiap 10 (sepuluh) saham lama menjadi 1 (satu) saham dengan nilai nominal baru. Penggabungan nilai saham ini diperlukan untuk mendukung kegiatan PUT VI dengan hasil valuasi saham tersebut. Kami berharap ini akan berjalan dengan lancar serta memenuhi persyaratan dan peraturan dari Bursa Efek Indonesia (BEI),” jelas Kemal.

Rangkaian kegiatan Aksi Korporasi yang saat ini tengah berjalan merupakan bagian dari memperkuat permodalan Bank Banten. Melalui Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Penambahan

Penyertaan Modal Ke Dalam Modal Saham Perseroran Terbatas Banten Global Development untuk Pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten sebesar Rp1.551.000.000.000,00 (satu triliun lima ratus lima puluh satu miliar rupiah).
“Kami berharap kiranya seluruh Pemegang Saham dapat mendukung kelancaran pelaksanaan RUPSLB mendatang. Perseroan meyakini bahwa hal ini merupakan langkah fundamental dalam memastikan ketahanan kelembagaan, untuk Bank Banten yang lebih baik,” lanjut Kemal.

“Dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) dan seluruh pemangku kepentingan lainnya adalah sebuah komitmen serta semangat untuk bangkit membangun bank kebanggaan masyarakat Banten semakin maju. Kepercayaan yang telah diberikan kepada kami, tentu akan dipergunakan secara optimal. Bank Banten tetap optimis menyambut aksi korporasi ini sebagai langkah menuju kebaikan bersama,” tutup Kemal. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

BEI Raih Penghargaan Internasional The Best Islamic Capital Market pada GIFA 2020

Published

on

JAKARTA – Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) tidak menjadi penghalang bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kembali meraih The Best Islamic Capital Market pada ajang penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2020. Penghargaan tersebut diterima secara virtual oleh Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam acara Online Awards Ceremony (OAC) of the 10th Global Islamic Finance Awards (GIFA) yang disiarkan langsung dari Islamabad, Pakistan, Senin (14/9/2020).

Inarno menjelaskan, “Suatu kehormatan bagi kami menerima penghargaan ini untuk kedua kalinya, terlebih di tengah Pandemi COVID-19 yang menekan kinerja Pasar Modal Syariah Global. Penghargaan ini memicu kami untuk terus berinovasi dalam mengembangkan industri Pasar Modal Syariah Indonesia.”
Sebelumnya, BEI telah menerima penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market pada 2019, yang merupakan kategori penghargaan yang tertinggi dalam industri pasar modal syariah global. Selain itu, BEI juga telah menerima penghargaan sebagai The Best Supporting Institution for Islamic Finance of the Year 2016, 2017 & 2018 dan juga penghargaan sebagai The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year 2018.

GIFA merupakan salah satu penghargaan internasional yang paling independen dan prestisius di industri keuangan syariah dunia. Proses seleksi nominator dilakukan secara transparan oleh pihak ketiga yang profesional dan independen. GIFA diselenggarakan oleh EdBiz Consulting yang berkantor pusat di London, Inggris.

BEI dinilai secara konsisten berhasil memberikan pertumbuhan yang baik bagi perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia dalam 9 (sembilan) tahun terakhir, dengan melakukan berbagai inisiatif dan kegiatan pengembangan bersama para stakeholders, tidak hanya untuk mengupayakan peningkatan pasar namun juga menjaga agar tetap sesuai dengan kaidah syariah yang diwujudkan dalam beberapa pencapaian, di antaranya:

• Pasar Modal Syariah Indonesia dapat terus mengalami pertumbuhan di tengah ketidakpastian yang diakibatkan oleh Pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Data menunjukan per Agustus 2020, pasar saham syariah di Indonesia mendominasi, dengan persentase jumlah saham syariah sebesar 63% dari total saham yang tercatat di BEI, kapitalisasi pasar saham syariah sebesar 50%, volume perdagangan saham syariah sebesar 65%, frekuensi perdagangan saham syariah sebesar 68%, dan nilai transaksi perdagangan saham syariah sebesar 52% dari total perdagangan saham di BEI.

• Pasar Modal Syariah Indonesia masih menjadi yang paling inovatif dan satu-satunya di dunia yang memiliki produk terlengkap dan mengintegrasikan investasi syariah di pasar modal serta filantropi Islam. Selain memiliki produk investasi; wakaf saham, zakat saham, sedekah saham dan wakaf sukuk, Pasar Modal Syariah Indonesia juga memiliki sukuk wakaf yang merupakan sukuk wakaf pertama di dunia.

• BEI terus melakukan inovasi bagi edukasi Pasar Modal Syariah. Salah satunya dengan menyediakan sarana edukasi secara virtual, serta memiliki platform kegiatan literasi dan inklusi yang terintegrasi bernama Sharia Investment Week (SIW). Selain itu, BEI dianggap sebagai salah satu Bursa Efek di dunia yang berhasil mengembangkan konsep edukasi pasar modal syariah terintegrasi dengan melibatkan beragam jaringan komunitas di masyarakat, mulai dari komunitas mahasiswa, ibu rumah tangga, profesional sampai dengan komunitas pendakwah dan jaringan pesantren.

• Pasar Modal Syariah Indonesia menunjukkan kinerja pertumbuhan jumlah investor saham syariah sangat signifikan. Dalam 4 tahun terakhir, jumlah investor saham syariah di Indonesia meningkat 536%. Per Agustus 2020, Investor saham syariah telah mencapai 78.199 investor atau sekitar 5,9% dari total investor saham Indonesia.

• Pasar Modal Syariah Indonesia sangat mendukung pengembangan green investment, hal tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2018, Pasar Modal Syariah Indonesia konsisten menerbitkan green sukuk serta BEI yang menjadi anggota Sustainable Stock Exchanges Initiative.

• BEI adalah Bursa Efek pertama di dunia yang mengembangkan sistem transaksi secara daring yang memenuhi prinsip syariah atau Shariah Online Trading System (SOTS) yang terintegrasi secara end to end mulai dari layanan pembukaan rekening saham syariah pada Anggota Bursa penyedia SOTS, proses penyelesaian efek sampai dengan fasilitas Rekening Dana Nasabah (RDN) pada Bank Syariah.

• Pasar Modal Syariah Indonesia menjadi satu-satunya pasar modal di dunia yang mempunyai fatwa khusus tentang transaksi saham syariah di Bursa Efek yaitu Fatwa DSN MUI No 80 Tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek dan fatwa khusus tentang penyelesaian dan penyimpanan efek di KSEI yaitu fatwa DSN MUI No 124 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Layanan Jasa Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek Serta Pengelolaan Infrastruktur Investasi Terpadu.

• Pasar Modal Syariah Indonesia memiliki perusahaan efek yang mengembangkan sistem perdagangan syariah atau Islamic Windows Securities Companies terbanyak di dunia dengan pertumbuhan yang paling signifikan, saat ini terdapat 18 Anggota Bursa (AB) yang mengembangkan sistem perdagangan online syariah (SOTS), yaitu; PT Indopremier Sekuritas, PT Mirae Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas, PT Panin Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Phintraco Sekuritas, PT SucorInvest Sekuritas, PT First Asia Capital Sekuritas, PT MNC Sekuritas, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Phillip Sekuritas, PT RHB Sekuritas, PT Samuel Sekuritas, PT Maybank Sekuritas, PT OSO Sekuritas Indonesia, PT Kresna Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas.

Pencapaian BEI yang kembali meraih penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market pada ajang GIFA 2020, menunjukkan pengakuan dunia internasional bahwa BEI dapat mempertahankan prestasi serta mengedepankan konsistensi dalam mendukung dan mewujudkan Pasar Modal Syariah Indonesia sebagai salah satu tolak ukur kemajuan industri Pasar Modal Syariah di dunia. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending