Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Memasuki Tahun Ke-3, Bank Banten Bersinergi Bangun Kepercayaan

Published

on

SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. selaku bank kebanggaan milik masyarakat Banten memasuki usia yang ke-3 pada tanggal 29 Juli 2019. Serangkaian seremonial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Bank Banten diselenggarakan di Kantor Pusat Non Operasio nal Bank Banten, Serang (29/7/2019).

Peringatan HUT ke-3 Bank Banten dihadiri oleh jajaran Direksi Bank Banten, Dewan Komisaris Bank Banten, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah, Walikota Serang Syafrudin Syafei, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, dan seluruh pegawai Bank Banten di wilayah Banten. Di usianya yang masih sangat muda, Bank Banten terus berinovasi dan berkontribusi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, nasabah, dan pemangku kepentingan.

“Meskipun saat ini Bank Banten masih dalam kondisi yang penuh dengan tantangan. Namun saya berharap, kita selalu senantiasa berdo’a dan menggantungkan harapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar Bank Banten yang kita cintai ini bisa terus maju dan berkembang. Karena Bank Banten mewakili semangat Masyarakat Banten untuk memajukan Provinsi Banten yang kita cintai bersama,” Ujar Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa.

Di HUT ke-3 Bank Banten ini mengangkat tema “Sinergi Bangun Kepercayaan” sebagai wujud nyata dari komitmen Bank Banten untuk hadir, bersinergi, berkolaborasi dan memberikan nilai tambah. “Secara tegas Misi kami menyatakan bahwa kami Mendukung program pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat banten. Seluruh Produk, Layanan, dan kegiatan sosial kami senantiasa memprioritaskan Wilayah dan Masyarakat Banten,” ujar Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa.

Sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam peringatan HUT ke-3 Bank Banten yaitu melakukan Tanggung Jawab Sosial dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan yang terkumpul di Rekening Bank Banten Peduli Banten. Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban dari hasil pengumpulan dana masyarakat atas bencana Tsunami Banten yang terjadi pada Desember 2018. Bantuan berupa 1 (satu) unit.

mobil ambulans, 100 paket kompor dan tabung gas tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa kepada Bupati Pandeglang, Irna Narulita di Pendopo Kabupaten Pandeglang (23/7/2019).

Bank Banten juga turut berpartisipasi dalam program Revitalisasi Lingkungan, penanaman pohon dan pembuatan taman di lingkungan kawasan Masjid Agung Banten Lama yang diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten. Selain itu, Bank Banten juga akan melakukan inisiasi pengembangan desa wisata – desa industri yang berada di wilayah Provinsi Banten.

“Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan cerminan dan keberpihakan Bank Banten sebagaimana pernyataan komitmen kepada pemangku kepentingan yang akan dideklarasikan tepat pada usia ke-3 Bank Banten, yakni menginspirasi hidup yang lebih baik,” tambah Fahmi.

Pengembangan jaringan kantor Bank Banten masih akan terus dilakukan. Saat ini telah beroperasi 26 Kantor Cabang (KC), 12 Kantor Cabang Pembantu (KCP), 4 Kantor Kas di Banten, 11 Payment Point di Banten, 5 Smart Van atau mobil kas keliling yang beroperasi di Banten, dan 149 unit ATM se-Indonesia.

Dari sisi pelayanan, Bank Banten sedang mengembangkan layanan berbasis aplikasi yaitu Banten Pay. Sebuah aplikasi yang memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi dan pembayaran secara non-tunai berbasis smartphone. Sehingga kebutuhan transaksi dapat terpenuhi dengan cepat, mudah, dan aman. Hal ini mendukung gerakan Non Tunai Pemerintah dalam mengedukasi masyarakat menuju cashless society melalui komitmen layanan “Kemudahan dalam menggapai pengalaman penuh makna, kapan pun dimana pun”. Improvisasi yang terus dilakukan Bank Banten diharapkan menjadi fondasi yang baik bagi perkembangan Bank Banten untuk tahun-tahun selanjutnya. (*/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Harmoni kebersamaan Lintas Lembaga Peduli Banjir Bandang Lebak

Published

on

LEBAK – Bencana Banjir Bandang yang yang datang menimpa Kabupaten Lebak pada 1 Januari 2020 menjadi perhatian masyarakat Indonesia. puluhan rumah hancur, belasan jembatan putus, jalur transportasi amblas dan ribuan masyarakat diungsikan.

Bencana ini, menjadi perhatian banyak pihak, diantaranya adalah lintas Organisasi/Lembaga yang dipelopori oleh para pejuang pariwisata garda terdepan yaitu Pokdarwis Kabupaten Lebak dan Balawista Kabupaten Lebak yang sejak hari terjun langsung di lokasi bencana serta didukung oleh PWI Lebak sebagai corong informasi publik masyarakat.

Semangat kerelawan tiga organisasi tersebut menginspirasi lintas organisasi lainnya untuk bersinergi menyatukan langkah bersama yang diwujudkan membentuk Aksi Bersama Harmoni Lintas Organisasi.

Aksi Bersama yang dilakukan adalah diantaranya Membuka Posko Bersama di Pemandian Air Panas Lebak Tirta Buana di masa tanggap darurat bencana selama 14 hari (dua) periode. tim Posko Bersama selain menerima dan menyalurkan Donasi juga turun ke lokasi bencana turut terlihat dalam kegiatan evakuasi para korban bencana yang terisolir berkoordinasi dengan instansi terkait. Melakukan penggalangan Donasi di masing masing lembaga/organisasi. Membuka Dapur Umum selama 7 hari memasak 500 nasi bungkus setiap harinya disalurkan ke titik pengungsian, kerja bakti di pondok pesantren terdampak bencana. Urutan Tjimande bagi pengungsi dan relawan dilaksanakan selama 2 tahap, tahap pertama 11-12 jan 2020 di posko bersama Lebak Tirta menangangi 67 pengungsi dan relawan dan tahap kedua 19 jan 2020 di lokasi pengungsian Desa Bungur Mekar menangani 42 pengungsi/relawan. Ceria bersama siswa/siswi di lokasi menghadirkan kak Nia pendongeng nasional dari Pondok Cerita Indonesia dan Mamang Sulap dari Banten sekaligus memberikan 200 paket bingkisan sekolah di pengungsian Bungur Mekar dan Seupang.

Manik, ketua Posko Bersama sekaligus pengelola Pemandian Air Panas Lebak Tirta Buana dan wakil Ketua Pokdarwis Lebak mengungkapkan rasa haru dapat bersama-sama dengan lintas lembaga/organisasi ikut berkontribusi meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Lebak khususnya Cipanas Sajira dan sekitarnya. “Selama posko dibuka kami gratiskan para relawan atau pengungsi yang mandi di pemandian air panas,” ujarnya, Senin (20/1/2020).

Ditambahkan Abah Muchlis sebagai guru besar Padepokan Pusaka Putra Tangerang yang menginisiasi urutan Cimande bagi korban bencana, menyampaikan kebahagiaan yang tak terkira dapat langsung menangani para pengungsi dan relawan di lokasi. “Rencananya kami akan datang kembali membantu para korban bencana banjir di Lebak ini dengan lebih banyak bantuan,” tuturnya.

Rahmatsyah Presiden Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional mengungkapkan, bahwa inilah esensi dari Pesilat yaitu Silaturahmi. saling dukung saling tolong, saling peduli. hadirnya keluarga pesilat di aksi bersama ini membuktikan tingginya kepedulian para pelaku budaya di tengah masyarakat.

Aden sunandar selaku ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Provinsi Banten dan Pimpinan Yayasan Mengetuk Pintu Langit mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para donatur yang telah turut membantu. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak diantaranya PT ASDP, Kadin Cilegon, Dinas Pariwisata Banten, MQA alif Kukusan Depok, KPPC, Air Mancur, Indo Jawa Pos, Tapak Suci SMA Malingping, Puspita Loka BSD, Najah Berkah, HPDKI Banten, dan lainnya. Seluruh donasi didistribusikan ke posko-posko pengungsian di wilayah terdampak banjir maupun langsung diberikan kepada masyarakat terdampak,” kata Aden.

Aksi Bersama Harmoni Lintas Organisasi terdiri dari PWI Lebak, Pokdarwis Lebak, Balawista Banten dan Lebak, Federasi Pencak Silat Traditional Internasional (FPSTI), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Banten, Juru Sembelih Halal (JULEHA) Banten, Persaudaraan Pencerita Muslim (PPMI), Pondok Cerita Indonesia, Pusaka Putra Tangerang, Cimande Maung Banten, Tajimalela Jaya Rasa, Panglipur Galih Banten,Jawara Betawi Brigade_411, Tapak Debus Banten NGASIL, Alumni Ponpes Daar El Qolam angkatan 94 (GRADUATE’94), Program Kotaku, Paguyuban MX Banten dan Jakarta, Cahaya Berkah Travel, Ngetrip Bareng Nong Ima, Perguruan Cikini, Halaqoh Muslimah Qurrota’ayun, Harian Umum Kabar Banten, Titik Koma Banten Satu, BantenEvent.com dan MPZ Mengetuk Pintu Langit Dompet Dhuafa Banten. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Benyamin Kunjungi Ponpes Bait Qur’any

Published

on

TANGSEL – Peradaban modern saat ini menjadikan agama menjadi nomor kesekian. Pendidikan agama yang diberikan di rumah dan sekolah formal tidak menjamin anak mendapatkan pengetahuan agama yang cukup.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendukung keberadaan pondok pesantren dan sekolah agama. Hal itu, dikatakan Benyamin Davnie saat peletakan batu pertama Masjid dan Gedung Pendidikan Bait Qur’any di Legoso, Ciputat Timur pada Minggu (19/1/2020).

“Salah satu konteks pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat yaitu pembangunan iman dan Islamnya. Tidak akan menjadi negara yang kuat kalau masyarakat tidak menjadikan agama sebagai identitas dan pola hidup,” ujar Benyamin.

“Peradaban kita saat ini sedang dalam pergeseran. Pondok Pesantren sebagai wadah pendidikan agama menjadi pondasi dasar peradaban,” tambahnya.

Benyamin berharap, pondok pesantren menjadi tempat terbaik untuk mendidik akhlak anak. “Dengan adanya program-program ponpes seperti tahfizhul qur’an, semoga Allah senantiasa memelihara Tangsel melalui para penghafal Qur’an. Sehingga Tangsel semakin berkah dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakatnya,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Ciputat Timur Sutang Supriyanto mengatakan, dengan berdiri dan munculnya pondok pesantren di Tangerang Selatan khususnya Ciputat Timur, dapat menjawab kemajuan zaman yang semakin masuk kepada hal negatif.

“Pendidikan saat ini sangat perlu membawa anak-anak ke peradaban yg Islami, paling tidak memberikan dampak positif bagi generasi. Semoga apa yg diniatkan oleh pendiri terkabul dan terlaksana dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Decade & Friends Galang Dana Korban Banjir Lebak

Published

on

SERANG – Sebagai salah satu pionir studio musik di Kota Serang, Decade mampu mengumpulkan musisi dari berbagai genre musik dan tingkatan usia untuk bersama melakukan penggalangan dana bagi korban bencana banjir Banten.

Selain para musisi, kalangan lain yang dirangkul Decade dalam program Donasi Peduli Banten ini adalah para seniman, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap, Perhutani Banten, Paguyuban Diponegoro, dan beberapa pendukung lainnya.

Penggalangan dana yang dilakukan Decade melalui jam session dan lelang karya lukisan dilakukan di beberapa lokasi. Termutakhir adalah pada Rabu (15/1/2020) di Wisata Kuliner Perhutani, Benggala, Kota Serang.

“Acara ini digagas kami dan beberapa teman musisi sebagai bentuk kepedulian pada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana banjir di Banten,” papar Heru Decade.

Dari dua lokasi yang sudah terselenggara, Decade & Friends telah berhasil menggalang dana belasan juta rupiah yang siap disalurkan kepada korban bencana banjir Banten.

“Untuk penyalurannya kami berkerjasama dengan Lembaga ACT. Mudah-mudahan minggu ini sudah tersalurkan semuanya kepada para korban banjir,” ujar Heru.

Selain dari para musisi, penggalangan dana juga diperoleh dari pengunjung Wisata Kuliner Perhutani. Acara penggalangan dana sendiri menjadi semacam reuni bagi para musisi di Kota Serang. Beragam grup band dari era tahun 80-an seperti Speed Power Band, Old beat, dan Oi, hingga yang terkini seperti Rush Beat dan B Circle mampu menghadirkan suasana meriah yang penuh keakraban. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending