Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Lulusan UPH Harus Siap Ambil¬ Peran di Tengah Dunia yang penuh Tantangan

Published

on

TANGERANG – Menutup tahun akademik 2018/2019 Universitas Pelita Harapan (UPH) melepas 1.962 lulusan. Prosesi wisuda diadakan pada Wisudawan menggelar upacara Wisuda 2019 pada 20-21 Juni 2019 untuk 11 Fakultas, diantaranya Kedokteran, Hukum, program Magister Pendidikan, Psikologi, Seni, Desain, Pariwisata, Sains dan Teknologi, Ilmu Komputer, Ekonomi dan FISIP. Sementara untuk Fakultas Keperawatan, wisuda sudah dilakukan pada 11 Maret 2019. Prosesi pelantikan diadakan di Grand Chapel kampus UPH, Lippo Karwaci, Tangerang.

Pada wisuda ini terdapat 2 wisudawan program Dual Degree UPH – University of Newcastle (UoN) Australia untuk Program Studi Teknologi Pangan. Kedua wisudawan ini resmi meraih gelar S.T.P. (Sarjana Teknik Pertanian) dan BFSHN (Bachelor of Food Science and Human Nutrition).

Pelantikan untuk program ini dilakukan langsung oleh Prof. Christopher Scarlett, Ph.D – Professor of Applied Sciences; Deputy Head of School of Environmental & Life Sciences – Faculty of Sciences, University of Newcastle (UoN).
Pelantikan seluruh wisudawan dilakukan oleh Rektor UPH, Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., dan dihadiri Dr. Ir Illah Sailah selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III DKI Jakarta. Founder of UPH Dr. (HC) James T. Riady, dan founder Lippo Grup, Dr.(HC) Mochtar Riady.

Dalam pidato sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Ir Illah Sailah , mengajak seluruh lulusan UPH untuk berperan dalam segala bidang yang telah mereka pilih, baik menjadi guru, dokter, perawat, pengusaha, praktisi, dan lainnya; guna kemajuan bangsa dan negara.

“Jangan lagi berjalan tapi melompat. Indonesia butuh lompatan-lompatan untuk menjadi bangsa yang maju dan bertransformasi. Dalam melakukan lompatan butuh perubahan, dimulai dari perubahan mikro – perubahan diri sendiri-. Bekerja bukan lagi mengerjakan tugas tapi memikirkan bagaimana berperan untuk masyarakat,” pesan Dr. Illah.

Tidak hanya itu, Dr. Illah juga memuji UPH sebagai universitas yang 100% taat asas dan selalu melaporkan proses pembelajaran. Tentu pelaporan yang dilakukan UPH ini berdampak positif bagi UPH, karena dengan upaya ini maka nama semua lulusan dapat dicari langsung di pangkalan data oleh para pengguna lulusan. Sehingga legitimasi para lulusan UPH dapat dilihat melalui SIVIL (Sistem Verifikasi Izasah Online Secara Elektronik).
Pernyataan Dr. Illah ini patut disyukuri UPH, seperti yang diungkapkan oleh Rektor dalam wisuda kali ini.

“Kami UPH bersyukur karena telah didukung pemerintah dan diakui telah 100% taat asas. Kita juga bersyukur kepada orangtua yang telah mempercayakan UPH sebagai tempat studi anaknya. Dan kini kalian para lulusan UPH, setelah lulus jangan hanyut dalam perubahan. Namun berkomitmen menjadi transformer, berintegritas, dan memberi karya terbaik bagi bangsa,” ungkap Rektor.
Selain pesan dari Dr. Illah dan sambutan Rektor,

Wisuda UPH kali ini menjadi lengkap dengan paparan yang diberikan Founder of UPH Dr. (HC) James T. Riady terkait tiga kriteria universitas hebat. Pertama komprehensif, artinya kampus harus menjadi institusi pendidikan yang menyeluruh. Sederhana, hal ini bisa dilihat banyaknya jumlah program studi yang ada di UPH. Kedua Riset, James menyatakan UPH telah membuktikan menjadi universitas yang melakukan beragam riset, salah satunya riset bidang medis seperti nano riset. Ketiga, universitas yang berdampak dan mentransformasi bangsa. Fase ini berbicara mengenai social sciences dan humanity.

Pesan founder disambut hangat oleh seluruh hadirin. Diantaranya, Ir. Royke Octavian Roring M. Si – Bupati Minahasa; orang tua wisudawan Desiree Magdalena Roring – Hubungan Internasional (HI), 2015. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan keyakinannya dalam memilih UPH sebagai tempat studi anaknya.

“Kami berharap apa yang sudah diperoleh Desiree di UPH dapat diterapkan di tengah masyarakat. Kita yakin UPH tidak hanya sekadar mengajar ilmu tapi juga iman. Membina dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi lulusan tangguh dalam menghadapi dunia luas penuh tantangan,” ungkap Bupati Minahasa Ir. Royke. (*/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Aksi Simpatik Selamatkan Cisadane dalam Harmoni Sinergi Kolaborasi lintas Lembaga

Published

on

TANGERANG – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tangerang Selatan bersama Yayasan Mengetuk Pintu Langit (YMPL), Bio Teknologi Indonesia, Satu Sinaro Sinergi dan Lintas Lembaga lainnya bersinergi dengan Dinas LH dan Damkar Kota Tangerang Selatan melakukan aksi simpatik menangani polusi udara dari sampah dan pencegahan pencemaran sungai di TPA Cipeucang, Kota Tangerang Selatan, Senin (1/6/2020).

Pada tanggal 22 Mei 2020 lalu, TPA Cipeucang terjadi longsor yang menyebabkan material sampah menutupi sebagian besar aliran sungai Cisadane.

Pada tanggal 23 Mei 2020, tim Sinergi Kolaborasi #SelamatkanCisadane #SelamatkanCipeucang, turun langsung melakukan survey dan observasi kondisi longsor.

Dari hasil pengamatan dan analisa tim bio teknologi Indonesia dalam hal ini turun langsung Rusdi CH selalu pimpinan, harus dilakukan langkah cepat penanganan sampah dan pencemaran sungai selain dari pada langkah penanganan longsor.

Pemerintah Tangerang Selatan sendiri, pasca kejadian longsor melalui dinas LH langsung menurunkan alat berat guna melakukan penanganan longsor sejak hari kedua terjadi longsor.

Sedangkan, untuk penanganan Polusi Pada sampah dan pencemaran sungai cisadane, prof Rusdi mewakili relawan yg melakukan aksi simpatik, menyampaikan, salah satu solusi penanganan bau dan pencemaran air adalah dengan menggunakan bakteri asam laktat dengan cara dilakukan penyemprotan.

“Kegiatan ini, harus dilakukan sinergi dengan penanganan longsor oleh alat berat dan tim DLH yang menerima sampah baru di TPA,” lanjutnya.

Rusdi menambahkan ada 3 titik penyemprotan yang harus dilakukan yaitu pertama sampah baru yang masuk ke TPA, kedua sampah yg dipindahkan dari longsoran ke tempat yang seharusnya dan ketiga sampah existing. Semuanya harus tersiram bakteri asam laktat.

Bakteri asam laktat itu sendiri selain mampu untuk menangani bau pada sampah, dipercaya juga mampu untuk menangani pencemaran sungai Cisadane, mengendalikan populasi lalat dan tidak berbahaya terhadap lingkungan.

Aden Sunandar, pimpinan Yayasan Mengetuk Pintu Langit sebagai salah satu tim relawan yang terlibat menambahkan, pihaknya telah melakukan aksi pertama pada hari Rabu, 27 Mei 2020. Sebanyak 6 unit damkar dan 1 unit truk tangki air DLH diturunkan untuk melakukan penanganan awal.

“Tahap kedua, kami turun aksi kembali pada hari Senin 1 Juni 2020. Kembali melakukan penanganan insyaalloh sampai 6 hari kedepan,” jelasnya kepada BantenEvent.

Aldrin Ramadian, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota Tangsel, mengatakan bahwa aksi simpatik ini merupakan wujud nyata keterlibatan masyarakat membantu pemerintah. Sinergi dan kolaborasi menjadi kekuatan luar biasa di masa Covid 19 ini.

Kadis LH, Toto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Para relawan yg melakukan aksi simpatik sinergi kolaborasi bersama penanganan Longsor di TPA Cipeucang. Hal ini menjadi semangat dan motivasi bagi tim kami untuk secepatnya dapat menyelesaikan penanganan TPA Cipeucang. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ini yang Dilakukan Brimob Banten

Published

on

SERANG – Dalam rangka menyambut hari lahir Pancasila 1 Juni 2020, beragam cara dilakukan oleh seluruh warga
Indonesia.

Begitupun dengan personel Sat Brimob Polda Banten, mereka melakukan berbagai kegiatan di hari lahir Pancasila ini seperti mengibarkan bendera merah putih, memasang banner, memasang umbul-umbul, menonton siaran langsung kegiatan memperingati hari lahir Pancasila yang dilaksanakan di Istana Negara hingga melakukan kegiatan bakti sosial, Senin (01/06/2020).

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar melalui Komandan Satuan Brimob Polda Banten AKBP Dwi Yanto Nugroho mengatakan bahwa sebagai wujud kecintaan pasukan elit Polri (Brimob-red) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seluruh personel Brimob Banten mengibarkan bendera merah putih di rumah masing-masing,

“Ya, hari ini, ada sekitar 348 personel Brimob Banten yang turut serta memperingati hari lahirnya Pancasila. Dengan tetap mengenakan baju dinas mereka mengibarkan bendera merah putih di halaman Mako dan juga di halaman rumah mereka masing-masing sebagai wujud penghormatan mereka terhadap lambang Negara ini,” ucap Dwi Yanto Nugroho.

Dwi Yanto Nugroho juga menjelaskan, tak hanya mengibarkan bendera merah putih, personel juga memasang banner dan umbul-umbul di sekeliling Mako Brimob Banten.

“Personel juga memasang banner dan umbul-umbul bermotif merah putih di sekeliling Mako Brimob Banten. Kegiatan ini sebagai salah satu bukti bahwa korps Brimob Polri setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan rela berjuang untuk persatuan dan kesatuan negara yang kita cintai ini,” tutur Dwi Yanto Nugroho.

“Dengan memperingati Hari kelahiran Pancasila, diharapkan sebagai pemersatu dan membentuk mental masyarakat yang nasionalis dan berideologi Pancasila. Dan sesuai dengan arahan Dankor Brimob Polri sebagai Pimpinan, kami Brimob Banten siap mengawal tegaknya Pancasila. Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong Royong menuju Indonesia Maju,” jelas Dwi Yanto Nugroho.

“Kami juga melaksanakan kegiatan bakti sosial dalam menyambut hari lahir Pancasila ini, kegiatan yang kami laksanakan itu antara lain membagikan sembako kepada warga yang kurang mampu dan melaksanakan kerja bakti atau pembersihan di tempat ibadah dan fasilitas-fasilitas umum lainnya. Kegiatan ini sebagai wujud nyata dari Bhakti Brimob Banten untuk Indonesia,” tutup Dwi Yanto Nugroho.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menambahkan bahwa sebagai warga negara Indonesia, Pancasila adalah Ideologi yang wajib dimiliki setiap warganya ditengah tengah globalisasi yang saat terjadi di Indonesia.

“Dengan memperingati setiap hari besar kenegaraan kita bisa lebih mengenal apa itu Indonesia, apa itu Pancasila dan memaknainya sebagai landasan hidup bernegara dan bermasyarakat.” pungkas Edy Sumardi. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Kapolda Banten Tinjau Pos Pam Anyer dan Objek Wisata

Published

on

CILEGON – Kapolda Banten Irjen Pol. Fiandar didampingi Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Aminudin Roemtaat, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana dan para PJU jajaran Polres Cilegon meninjau langsung Pos pengamanan Ops Ketupat Kalimaya 2020 dan objek wisata Pantai Anyer, Senin (1/6/2020).

Peninjauan ini dalam rangka menghadapi fase baru dalam kehidupan saat ini ditengah pandemi Covid-19 yakni New Normal atau tatanan hidup baru sesuai adanya kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol. Fiandar menyampaikan bahwa Polri khususnya jajaran Polda Banten bersama unsur TNI telah mengerahkan personelnya untuk melakukan tugas pengamanan yang bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat agar dapat menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran wabah virus Corona.

“Personel jajaran Polda Banten bersama dengan personel TNI sudah kita ploting di tempat-tempat keramaian orang atau pengunjung untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, mendisiplinkan masyarakat agar dalam menghadapi penerapan new normal ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Masih penjelasan Kapolda, terkait dengan jumlah pengunjung baik di objek wisata dan objek-objek yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat seperti pusat perbelanjaan dan lain sebagainya tetap dilakukan pembatasan agar tidak terjadi penumpukan massa.

“Kita imbau dan targetkan untuk lokasi-lokasi keramaian berkapasitas separuhnya atau 50 persen, bilamana di luar masih banyak warga yang ingin berkunjung, ya harus mengantri atau bergantian, misalkan menunggu 10 persen yang keluar dan 10 persen yang masuk,” tegasnya.

Dilokasi terpisah, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat menambahkan, bahwa New Normal ini adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar protokol kesehatan.

“New Normal ini upaya menyelamatkan hidup masyarakat Banten, agar masyarakat yang memerlukan aktivitas di luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar protokol kesehatan yang ditetapkan, maka dari itu kapolda Banten beserta PJU mengunjungi beberapa tempat keramaian di wilayah hukum Polda Banten untuk memastikan kesiapan New Normal tersebut,” pungkasnya. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending