Connect with us

EVENT-EXHIBITION

KEMENKUMHAM Buka Seminar Kenotariatan Era 4.0 di UPH

Published

on

TANGERANG – Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (MKn FH UPH) bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Banten Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil Banten INI) menggelar Seminar Nasional ‘Strategi Peningkatan Kualitas Calon Notaris di Era 4.0’ di kampus utama UPH Karawaci, Tangerang. Seminar Nasional dibuka oleh Daulat Pandapotan Silitonga, SH., M.Hum – Direktur Perdata, Direktorat Jenderal Admnistrasi Hukum Umum Kementrian Hukum dan HAM RI (Ditjen AHU KEMENKUMHAM RI).
Seminar Nasional ini dihadiri 15 universitas seperti Universitas Surabaya, Universitas Pancasila, Universitas Jayabaya, Universita Tarumanegara, dan lainnya; perwakilan dari asosiasi Notaris, peserta Anggota Luar Biasa (ALB) INI, Notaris, dan mahasiswa, dengan total peserta kurang lebih 250 orang.

Acara ini sekaligus dalam rangka Dies Natalis ke-6 Program Studi Magister Kenotariatan FH UPH. Turut hadir di dampingi oleh Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti – Patdono Suwignjo, Ketua PP Ikatan Notaris Indonesia (INI) – Yualita W., Pendiri Lippo Group – Dr. (HC) Mochtar Riady, Dekan Fakultas Ilmu Hukum UPH – Prof. Bintan Saragih, Rektor UPH – DR. (Hon). Jonathan L. Parapak. M. Eng.Sc, Ketua Pengwil INI Banten – Rani Ridayanthi SH, MH, VP for Marketing, External Cooperation and Business Development UPH – Stephanie Riady, dan Kaprodi Magister Kenotariatan UPH – DR Susi Susantijo SH, LL.M.
Dalam pembukaan seminar Daulat Silitonga – Direktur Perdata Ditjen AHU membacakan Keynote Speech dari Yasonna H. Laoly, S.H., MSC., Ph.D., Menteri Hukum dan HAM RI.

“Di KEMENKUMHAM sendiri dalam memberikan pelayanan yang terbaik, telah menggunakan teknologi informasi dengan kemudahan akses sehingga masyarakat bisa cepat dilayani. Di sisi lain KEMENKUMHAM diberikan kematangan untuk melayani notaris, maka dari itu kementerian memiliki kewajiban moral untuk mengangkat notaris yang berkualitas. Di era 4.0 ini, yang berkualitas itu tidak hanya sekedar mengetahui masyarakat umum namun juga dapat memanfaatkan teknologi informasi” papar Daulat.

Menyambut kehadiran KEMENKUMHAM ke UPH, Rektor UPH, DR. (Hon). Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. mengungkapkan ucapan syukur dan berharap agar seminar ini bisa jadi masukan bagi pemerintah.

“Kita tahu dalam proses pembangunan yang begitu cepat ini, profesi-profesi notaris sangat dibutuhkan. Diharapkan seminar ini bisa menjadi masukan pemerintah tentang bagaimana menyelenggarakan program kenotariaan yang profesional dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat” ungkap Rektor.
Bicara mengenai kualitas notaris Indonesia, Yualita W Ketua PP-INI Pusat menyatakan notaris haruslah seorang yang kompeten dan mampu memberi dukungan untuk pemerintahan

“Kualitasnya bukan hanya menguasai teori tapi mampu memahami dan mengerti UU Jabatan Notaris yang mengatur mengenai hal-hal, kewajiban-kewajiban, larangan-larangan, kode etik notaris, dan lainnya” jelas Yualita.

Menanggapi hal ini, Dr. (HC) Mochtar Riady juga berpesan agar profesi notaris harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi di era 4.0 ini dan juga mampu memanfaatkan teknologi Artificial Inteligence dalam melakukan tanggung jawabnya.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) MKn FH UPH dengan PP-INI Pusat yang dilakukan oleh Rektor UPH dan ketua PP-INI; juga penandatanganan MoU dengan Pengwil Banten INI yang dilakukan oleh Dekan FH UPH dan ketua Pengwil Banten INI.

MKn FH UPH yang dibuka sejak tahun 2013, saat ini memiliki mahasiswa aktif sebanyak 422 orang dan telah menghasilkan 596 alumni diantaranya sudah diangkat sebagai Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Saat ini Prodi MKn UPH telah tergabung dalam Forum Kerja sama Program Studi Kenotariatan Perguruan Tinggi Swasta (FK PS MKn PTS) Indonesia yang beranggotakan 19 PTS dari seluruh Indonesia. Dalam rangka Dies Natalis, selain diadakan seminar nasional, MKn FH UPH juga dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara pertemuan rutin (setiap enam bulan) FK PS MKn PTSI yang diikuti seluruh anggota.

Untuk itu usai Seminar Nasional yang juga menghadirkan Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng.Sc. (Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti), Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum. (Wakil Ketua FK PS MKn PTS Indonesia) sebagai narasumber; para Perwakilan Prodi MKn melanjutkan pertemuan rutin FK PS MKn PTS yang berlangsung pada tanggal 5 Juli 2019 di kampus Pasca Sarjana UPH Plaza Semanggi, Jakarta.

Pada kesempatan ini Dr. Susi Susantijo, S.H. LL.M., Ketua Prodi MKn UPH juga menjelaskan proses menjadi seorang notaris yang tidak mudah dan butuh proses panjang.

“Setelah menyandang gelar Magister Kenotariatan, masih ada beberapa tahap yang harus dilalui. Diantaranya lulus ujian Anggota Luar Biasa Ikatan Notaris Indonesia (ALB INI), magang di kantor notaris selama dua tahun, mengikuti magang bersama, lulus Ujian Kode Etik Notaris (UKEN), serta persyaratan-persyaratan lainnya. Dan untuk menjadi Notaris, seseorang harus diangkat oleh Menteri Hukum dan HAM RI,” jelas Dr. Susi.

Prodi MKn FH UPH didukung tim pengajar dari para akademisi hukum dan praktisi hukum yang berdedikasi, serta bersinergi dengan asosiasi FK PS MKn PTS Indonesia dan Ikatan Notaris Indonesia, optimis dapat menghasilkan para pejabat umum yang berkualitas dan mampu bersaing di era 4.0. (*/haris/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Berjamaah Lawan Corona, MBB Galang Dana dan Sembako

Published

on

SERANG – Wabah corona virus atau covid-19 berdampak luas secara kesehatan hingga perekonomian dan psikologi sosial masyarakat. Karenanya, butuh solidaritas sosial untuk saling membantu di tengah krisis akibat wabah tersebut.

Menyikapi masalah tersebut, elemen anak muda dari kalangan jurnalis, aktivis mahasiswa, dan pegiat komunitas di Provinsi Banten menghimpun diri dalam gerakan Milenial Banten Berbagi (MBB) berjamaah melawan Corona. Gerakan ini dilakukan dengan menggalang donasi berupa sumbangan uang dan sembako.

Koordinator gerakan Milenial Banten Berbagi Maskur Ridho mengatakan, gerakan MBB lahir dari keprihatinan bersama teman-teman muda atau milenial yang di Banten atas krisis akibat corona.

“Corona tidak hanya berdampak pada soal kesehatan, tapi juga ekonomi dan sosial,” katanya melalui siaran pers, Jum’at (3/3/2020).

Untuk itu, ucap Maskur, perlu ada gerakan solidaritas bersama dari semua elemen masyarakat. Tak terkecuali anak-anak muda yang punya energi besar. “Saatnya energi besar ini kita curahkan untuk gerakan yang memberi manfaat,” ucapnya.

Bantuan, masih kata Maskur, nantinya akan disalurkan secara langsung kepada warga terdampak wabah virus corona.

Salah satunya, lanjut Maskur, pekerja lepas harian seperti tukang ojek pangkalan dan online, tukang sapu taman, pedagang kecil yang tidak bisa berdagang, tukang parkir dan lainnya.

“Kita juga akan berkolaborasi dengan relawan lain dan lembaga sosial yang punya gerakan sama. Intinya kita turun tangan untuk ikut berkontribusi dan memberi manfaat secara langsung bagi warga terdampak secara ekonomi,” kata pegiat Journalist Lecture ini.

Hal senada dikatakan Ketua Umum HMI Cabang Serang Faisal Daduyef.

Menurutnya, gerakan ini menjadi kesadaran bersama untuk saling membantu. Selain memberikan bantuan, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak panik berlebihan.

“Gerakan ini butuh kolaborasi dari semua elemen sehingga kita bisa saling jaga dan berjamaah lawan corona. Kita berdoa dan ikhtiar masalah ini segera selesai,” kata mahasiswa Untirta ini.

Bantuan dapat disalurkan melalui melalui transfer via BRI, atas nama: Ahmad Hipni (No.Rek: 4847-01-015580-530). Atau dapat dijemput langsung di rumah para dermawan oleh tim Milenial Banten Berbagi. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Dukung Pencegahan Corona, PWI Cilegon Bagikan 1000 Masker

Published

on

CILEGON – Jajaran Pengurus dan Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon membagikan 1000 pcs masker gratis kepada warga. Hal ini dilakukan untuk membantu pencegahan pandemi Covid-19 yang makin meningkat, sekaligus sebagai rangkaian program kerja Hari Pers Nasional (HPN), Rabu (1/4/2020).

Dalam pembagian masker berbahan kain ini, puluhan wartawan membagikannya kepada warga yang melintas di kawasan Kantor PWI Cilegon seperti area Rumah Dinas Walikota Cilegon dan depan Masjid Agung. Tak sampai satu jam, warga mulai dari pengendara hingga pejalan kaki tampak begitu antusias meminta masker yang dibagikan wartawan di tepi jalan.

“Kegiatan ini inisiatif kita kawan-kawan PWI karena melihat masih banyaknya masyarakat Cilegon yang belum pakai masker, jadi kita prihatin di tengah ODP virus corona yang terus meningkat, tapi masker sulit didapat, ada juga harganya tidak wajar,” kata Sekretaris PWI Cilegon, Madsari di sela acara pembagian masker.

Lebih lanjut, Madsari juga menjelaskan masker kain ini didapat dengan memberdayakan beberapa penjahit di Cilegon untuk memproduksi masker yang sedang dibutuhkan masyarakat untuk mencegah penularan virus mematikan tersebut.

“Kita minta penjahit buat masker, kita beli 1000 pcs karena ini bisa membantu mereka yang sedang sepi order di tengah wabah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Cilegon Adi Adam menegaskan dengan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian PWI untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon. Pihaknya juga mengajak masyarakat Cilegon untuk kompak melawan penyebarannya dengan menjaga kebersihan di rumah dan di lingkungannya masing-masing.

“Kita lawan bersama corona. Ini sangat urgent bagi masyarakat yang membutuhkannya, dan ini kebetulan bertepatan dengan HPN. Dengan membagikan masker ini kita ajak masyarakat Cilegon perang dengan corona,” tegasnya.

“Kita berharap, masker ini bisa mengantisipasi penyebaran paparan corona. Masyarakat juga perlu menjaga kesehatan, rajin cuci tangan, pakai hand sanitizer minimal dengan sabun,” tandasnya. (yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

JNE Serahkan 13 Ribu Vitamin Untuk Relawan PMI Cegah Penyebaran Virus Corona

Published

on

TANGERANG – Dalam menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) menjalankan berbagai langkah.

Salah satunya adalah menurunkan relawan untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara pencegahan, seperti penerapan pola hidup sehat dan bersih serta membantu menangani pasien yang terinfeksi virus corona.

JNE memberikan dukungan dan bantuan berupa 13 ribu butir vitamin agar relawan PMI yang terjun ke lapangan memiliki imun atau ketahanan tubuh yang kuat. Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis (26/3/2020) di Markas PMI Jl. Pecenongan No. 82 Jakarta Pusat, oleh Edy Widianto dari HSE (Healthy & Safety Enviroment) Dept. JNE dan diterima oleh Ketua Markas PMI Jakarta Pusat Edward Bachtiar.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi mengatakan, upaya memerangi virus corona harus dilakukan dengan kerja sama dan gotong royong. “Sebelumnya JNE melakukan beragam langkah pencegahan dengan diawali dari diri sendiri atau internal perusahaan yang sampai saat ini masih terus berjalan, selanjutnya adalah langkah yang bermanfaat juga untuk pihak eksternal, salah satunya PMI,” katanya dalam keterangan pers di Tangerang, Senin (30/3/2020).

Dalam menghadapi situasi wabah virus corona ini, JNE pun melakukan berbagai persiapan untuk mencegah penyebaran virus corona agar kebutuhan pengiriman paket masyarakat tetap terpenuhi dalam situasi saat ini.

Langkah pencegahan dimulai dengan pengetatan dalam penerapan menjaga kebersihan oleh karyawan dan peningkatan peralatan kesehatan serta kebersihan di area kerja.

Fasilitas kebersihan tersebut disediakan untuk karyawan, khususnya untuk para karyawan frontliner yang bertemu langsung dengan pelanggan mau pun tim yang menangani paket selama dalam proses pengiriman. Para karyawan tersebut, seperti kurir, petugas Sales Counter, receptionist, tim keamanan, dan yang lainnya dalam bidang operasional.

Feriadi pun terus mengimbau kepada seluruh pelanggan setia JNE agar mencuci atau membersihkan paket sebelum digunakan.

“Dengan meningkatkan kualitas kebersihan oleh setiap orang, diharapkan dapat mencegah penyebaran virus corona. Langkah ini juga diharapkan dapat membantu perjuangan dari para relawan PMI, tenaga medis, dan semua pihak yang terlibat langsung dalam upaya menanggulangi Covid-19,” katanya. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending