Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Jaga Kekompakan, IOF Pengda Banten Gelar Silaturahmi Hingga Adventure

Published

on

CILEGON – Pengurus Daerah Indonesia Offroad Federation (Pengda IOF) Banten kegiatan silaturahmi antar club offroad yang dilaksanakan di Rumah Makan Ananda tepatnya di Jalan Akses Tol Keluar Merak, Banten, yang juga merupakan markas dari club Taft Diesel Indonesia (TDI) Chapter Banten, Jum’at (19/7/2019).

Dalam agenda tersebut hadir puluhan anggota dari beberapa club yang tersebar di wilayah Banten.

Ketua IOF Pengda Banten H. Muhammad Ato menyampaikan, kegiatan silaturahmi dilaksanakan dalam rangka memperkuat kekompakan antar penggiat offroad yang ada di Banten.

“Selain untuk menjaga kekompakan, kegiatan juga dilaksanakan dalam rangka menampung aspirasi para anggota club, untuk keberlangsungan proses berjalannya IOF Pengda Banten agar lebih baik lagi kedepan. Dalam waktu dekat, kita juga membahas kegiatan kedepan yang akan dilaksanakan usai pelantikan di akhir bulan ini,” jelasnya.

Usai menggelar agenda silaturahmi kegiatan dilanjutkan dengan acara serah terima sertifikat keanggotaan club yang telah resmi mendaftar ke IOF.

“Untuk club yang ingin mendaftar ke IOF bisa langsung datang ke sekretariat IOF Pengda Banten di Ruko Green Mega Block. Selain mobil (4×4), semua jenis olahraga yang berkaitan dengan lingkungan alam juga bisa ikut bergabung seperti motor trail, sepeda gunung, pendaki gunung, bahkan club mobil RC (Remote Control) juga dipersilahkan untuk bergabung di IOF. Jadi tidak hanya otomotif saja, karena di IOF sendiri juga ada IOF Peduli, dan IOF Rescue,” paparnya.

Dari basecamp TDI, beberapa offroad melanjutkan agenda silaturahmi dengan kegiatan Adventure Fun Offroad melintasi jalur Anyer-Cinangka, masuk ke Kawasan Cagar Alam Rawa Danau, dan finish di Jalan Lingkar Selatan, hingga 8 rombongan mobil berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing, Sabtu (20/7/2019).

Belum lama ini, IOF Pengda Banten juga telah melaksanakan kegiatan sosial berupa pendistribusian air bersih ke beberapa lokasi kekeringan yang ada di Banten.

IOF Pengda Banten melalui gerakan IOF Peduli mendistribusikan bantuan air bersih ke Lingkungan Pasir Salam, Lingkungan Pasir Kelapa, Lingkungan Batu Lawang, Lingkungan Porod Lampung, di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Lingkungan Combong, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, dan beberapa wilayah yang berada di Kabupaten Serang.

IOF juga support terhadap kegiatan kepariwisataan dan misi kemanusiaan lainnya. (*/yogi)

EVENT-EXHIBITION

Disesaki Puluhan Band & Brand Ternama, Ajang Banten Indie Clothing 2019 Lebih ‘Ramah’

Published

on

SERANG – Gelaran kegiatan Banten Indie Clothing (BIC) resmi dibuka, Rabu (11/12/2019).  Kegiatan tersebut rencananya bakal digelar selama 5 hari, mulai tanggal 11 hingga 15 Desember 20119.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, BIC tahun kelima ini bakal lebih ‘Ramah’ baik Ramah Lingkungan maupun Ramah Disabilitas. Karena dikemas dengan kampanye gerakan sadar sampah, dengan menggandeng komunitas Movement Go Green untuk mengampanyekan gerakan sadar tidak membuang sampah sembarangan.

BIC 2019 merupakan gelaran kesepuluh pada tahun kelima sejak 2014. Setiap tahun antusiasme warga terus meningkat. Tercatat ada 30 sampai 40 persen peningkatan jumlah pengunjung tiap tahun. Dari 80 brand yang ikut serta pada gelaran sebelumnya, ditahun ini peserta BIC meningkat menjadi 100 brand.

“Di antaranya, brand Ztff, Astronkido, Risgnlight, RKLB, Mugabe, Plankon, Voojah, Macaba, Delarock, Cosmic, dan Goziel. Tujuh puluh persen dari brand lokal Banten dan 30 persen dari luar Banten. Ini termasuk brand luar yang investasi di Kota Serang,” kata Adam Adhary, selaku Pembina BIC.

BIC tahun ini, lanjutnya, tidak hanya sekadar menjual brand-brand fashion seperti kaos, kemeja, jaket, sweater, sepatu, dan pernak-pernak lainnya, namun juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan pertunjukan budaya lokal.

Tidak sampai disitu, guna mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam hal perhatian kepada disabilitas yang ada di Kota Serang, panitia menyiapkan dua stand khusus untuk para diffabel.

“Salah satu hasil alat bantu untuk anak berkebutuhan khusus temuan mahasiswa Untirta juga disajikan. Mulai dari scooter mobility dan baby walker untuk tunadaksa. Pendeteksi warna, pendeteksi ruangan, dan tongkat sensor untuk tunanetra, serta gelang getar untuk tunarungu,” ungkap Adam.

Hal senada diungkapkan Iip Midun selaku PIC kegiatan BIC. Dirinya menyampaikan, untuk konsep layout BIC ke-10 ini, pihaknya menerapkan konsep labirin guna memberikan kepuasan kepada para peserta, sehingga pengunjung dengan leluasa berkeliling di BIC tanpa melewatkan satupun brand yang ikut serta.

“Selain brand, kami juga menyediakan booth kuliner yang diisi oleh 30 jenis kuliner sehingga pengunjung tidak perlu repot keluar area jika haus dan kelaparan,” ucapnya. Di gelaran ke-10 ini sebanyak 9 brand baru ikut serta, dimana 70 lebih diantaranya merupakan brand lokal.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop UKM Kota Serang Yoyo Dwi Cahyono yang berkesempatan membuka acara tersebut menyampaikan, kegiatan BIC dinilai sebagai sebuah solusi dalam menekan angka pengangguran. Selain itu tambahnya, dengan adanya perputaran uang dalam kegiatan BIC, dinilai mampu meningkatkan perekonomian di Kota Serang.

“Dengan adanya kegiatan ini, selain mengatasi pengangguran karena banyak SDM yang dilibatkan, juga membantu perputaran ekonomi di Kota Serang. Karena selain dari Kota Serang, banyak pengunjung yang hadir dari luar daerah dan ini merupakan kesempatan bagi kami untuk lebih jauh mengenalkan potensi yang ada di Kota Serang seperti pariwisata, budaya, dan unsur yang lainnya,” jelasnya saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

“Tadi saja hasil perbincangan dengan Pak Adam, brand-brand yang ikut disini, masih membutuhkan SDM seperti SPG dan yang lainnya. Panitia juga ikut melibatkan sejumlah pemuda dalam kegiatan ini, sehingga mereka memiliki pekerjaan meski hanya menjadi crew selama kegiatan berlangsung. Ada 100 brand rata-rata membutuhkan 3 sampai 5 SPG tinggal dikalikan saja berapa banyak SDM yang dilibatkan. Besar harapan kami, kedepan kegiatan ini bisa lebih besar dan lebih meriah lagi, sehingga bisa memberikan angka yang signifikan dalam mengatasi pengangguran dan ekonomi di Kota Serang,” tandasnya. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Gandeng AP II dan UPI, Walikota Resmikan Kampung Taubat

Published

on

KOTA TANGERANG – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah resmikan Kampung Taubat yang berada RW 01, RT 02 hingga 09 Kelurahan Selapajang Jaya Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Rabu (11/12/2019).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan bahwa Kampung Taubat tersebut menjadi salah satu perwujudan dari program kampung kita yang sedang digencarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang, demi mewujudkan budaya masyarakat yang menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat.

“Alhamdulilah, bapak ibu sudah bisa menikmati kampung yang lebih nyaman dan bersih. Sekarang tinggal gimana bapak ibu merawatnya,” ujarnya.

Terciptanya Kampung Taubat ini berkat kerjasama antara PT. Angkasa Pura II dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Lewat Kampung Taubat, Arief berharap kedepannya menjadi kampung internasional yang terus kembang menjadi panutan untuk kampung yang berbeda di masing-masing wilayah.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kami, semoga kedepannya karena dekat dengan bandara banyak wisatawan asing dan lokal yang berkunjung ke Kampung Taubat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, tokoh masyarakat Ibnu Jandi sebagai konseptor Kampung Taubat mengungkapkan konsep dari kampung tersebut yaitu membangun kampung yang Tertib, Aman, Unggul, Bersih, Akur, Tentram (Taubat).

“Kita bantu bersama-sama agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara menata lingkungan menjadi yang lebih cantik,” paparnya. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Kemensos RI & Komisi VIII DPR RI Salurkan Bantuan PKH

Published

on

SERANG – Kemensos RI dan Komisi VIII DPR RI menyalurkan langsung bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) ke masyarakat yang ada di Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (6/12/2019). Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan program sosial tersebut diterima oleh orang yang tepat.

Simbolisasi penyerahan bantuan tersebut dalam rangka kunjungan kerja spesifik DPR RI Komisi VIII bersama Kemensos RI yang dilakukan di halaman kantor Kecamatan Serang, Kelurahan Kaligandu, Kota Serang.Pada kesempatan tersebut turut hadir Walikota Serang Syafrudin, dan Kepala Dinsos Kota Serang Moch Poppy Nopriadi, serta Camat Serang Tb Yassin.

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan, pihaknya beserta Kemensos RI menyalurkan langsung PKH ini agar program yang diperuntukkan bagi keluarga pra sejahtera, dapat tepat sasaran.“Ya jadi hari ini kami dari Komisi VIII melakukan kunjungan spesifik ke Kota Serang untuk melihat langsung penyaluran PKH dan BPNT. Kita pastikan bantuan-bantuan itu sampai kepada orang yang berhak, jangan sampai kepada orang yang tidak berhak. Dan pak Walikota memang benar-benar mengawasi,” ungkap Yandri, di sela-sela acara.

Ia menuturkan, pihaknya juga tengah membuat panitia kerja (panja) validasi data penerima manfaat bantuan sosial tersebut. “Jika di Kota Serang masih ada keluarga yang betul-betul harus menerima manfaat bantuan itu, maka bisa koordinasi dengan Pak Walikota,” tutur dia.

Yandri menyatakan, sebagai mitra Kemensos RI, pihaknya sangat mengapresiasi komitmen yang diperlihatkan oleh Kemensos dalam memastikan bahwa PKH tersalurkan dengan tepat. “Sebagai ketua Komisi VIII dan seluruh fraksi kami bermitra dengan mensos, kami lihat komitmen Pak Mensos sungguh luar biasa. Kami siap dari sisi anggaran, dari sisi pengawasan, maupun dari komunikasi langsung maupun tidak langsung. Intinya rekanan kami sebagai komisi VIII dengan Kemensos akan kami jaga sebaik mungkin,” katanya.

Namun, ia mengaku bahwa program PKH ini masih belum bisa menjangkau seluruh masyarakat pra sejahtera di Indonesia. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki, hanya 10 juta masyarakat pra sejahtera yang dapat terjangkau dari 20 juta masyarakat. “Jadi memang kalau sekaligus tidak mungkin. Tapi nanti, untuk masyarakat yang telah menerima bantuan sebelumnya, akan disetop terlebih dahulu, dan diganti dengan mereka yang belum sempat mendapatkannya,” terang Yandri.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa PKH ini akan diarahkan untuk menjadi program pemberdayaan. Dimana masyarakat penerima manfaatnya, dapat terlepas dari dari ketergantungan bantuan. “Yah seminimalnya, masyarakat tidak lagi tangannya berada di bawah meskipun belum bisa tangannya di atas. Setidaknya mereka tidak tergantung dengan bantuan lagi, lebih berdaya,” tegasnya.

Direktur Jaminan Sosial Keluarga pada Kemensos RI MO Royani mengatakan bahwa pihaknya juga telah menambah anggaran untuk mengentaskan permasalahan kemiskinan.”Kalau untuk penanganan fakir miskin, sudah ada PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun memang pemerintah dan komisi VIII menambahkan anggaran. Jadi mereka yang rawan kemiskinan pun bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.

Sementara, Walikota Serang Syafrudin mengaku bahwa pihaknya berterimakasih atas perhatian yang diberikan oleh Komisi VIII dan Kemensos RI kepada masyarakat Kota Serang.

“Saya haturkan terimakasih kepada Komisi VIII DPR RI dan Kemensos RI. Seperti yang saya katakan tadi, apabila masyarakat sudah terlepas dari kemiskinan, maka dapat dipastikan kualitas SDM pun akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Saat ditanya apakah PKH ini dapat membantu mengentaskan kemiskinan, Syafrudin mengaku tidak. Namun, ia mengatakan bahwa dirinya sepakat dengan yang dituturkan oleh Yandri Susanto.”Jadi seperti yang disebutkan oleh Pak Ketua Komisi VIII, setidaknya masyarakat jadi tidak meminta lagi. Minimal tangan mereka tidak di bawah terus,” ujarnya. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending