Connect with us

EVENT-EXHIBITION

Honda Banten Ikut Ramaikan AKCF Adventure Destination 2018

Published

on

ANYER – Rangakaian acara dari Kabupaten serang memang sangat banyak hampir kurang lebih selama 3 bulan berbagai macam acara di lakasanakan seperti Lomba Memancing, Festival Makanan dan Minuman, konser artis dan musisi papan atas serta ada Anyer Krakatau Adventure Destination yang juga menjadi pemuncak rangkaian acara yang sangat ditunggu oleh para pecinta adventure.

Acara yang digelar di Pantai Adem Anyer, Sabtu (20/10/2018) kemarin ini disesaki ratusan penghobi dan penggila olahraga garuk tanah roda dua di Banten.

Yang unik, di acara ini panitia menyediakan hadiah 6 motor trail, dimana 5 diantaranya dari Honda CRF 150L. Nah di kesempatan kali ini sekitar 50 member komunitas

Pampam selaku PIC Community Honda Banten mengatakan, track yang cukup jauh menjadikan tantangan tersendiri oleh para Komunitas Honda CRF 150L yang hadir dalam acara ini.

“Kebanyakan dari mereka mengaku sangat senang bisa datang dan berpartisipasi dengan menggunakan Honda CRF 150L. Jalur adventure terasa mudah dilalui, kurang lebih ratusan pengguna Honda CRF 150L lainnya juga mengikuti ajang ini dengan sangat antusias,” kelas Pampam kepada BantenEvent.

Ajang ini juga sebagai bentuk promosi Honda Banten mengenalkan ketangguhan Honda CRF dalam melibas berbagai bentuk medan lintasan baik aspal ataupun lumpur dan tanah cadas.

Yang bikin lebih menarik, panitia menyediakan hadiah berupa 1 Paket Umrah dan 5 unit Honda CRF 150L para peserta bisa mengikuti acara ini dengan senang dan bahagia.

“Alhamdulilah bisa ikutan acara Trabas ini bareng sama Komunitas Honda CRF 150L dan siapa tahu juga kita bisa dapetin hadiah 5 Unit Honda CRF 150L,” ucap Agus salah satu member Honda Banten Adventure Team. (Igoy)

EVENT-EXHIBITION

Peringati HPSN, Ditpolairud Polda Banten Gelar Bersih-Bersih Sampah Pesisir Pantai dan Laut

Published

on

SERANG – Direktorat Polairud Polda Banten menggelar Apel Bersama dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Hotel Jayakarta – Anyer, Kamis (21/2/2019) pagi.

Apel bersama yang mengusung tema ‘Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai’ ini diikuti oleh personel Ditpolairud, Satbrimob, Ditsamapta, Bhayangkari daerah serta cabang, Satpol PP, TNI, Dinas Pariwisata, beberapa instansi daerah lainnya serta pelajar.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir MSi melalui Dirpolairud Kombes Pol Nunung Syaifuddin mengatakan, sekitar 1000 peserta mengikuti apel bersama dan melaksanakan bersih-bersih pantai dari sampah di sekitar lokasi acara berlangsung.

“Tujuan kita pertama untuk membersihkan sampah dipesisir, lebih fokus lagi pada sampah-sampah plastik yang tidak bisa terurai. Dimana Anyer merupakan salah satu wilayah yang terdampak tsunami dan kunjungan ke wilayah wisata pantai menurun drastis” ungkap Kombes Pol Nunung.

Bersih-bersih sampah ini tidak hanya dilakukan di Pantai Anyer, namun dilakukan juga oleh tim selam untuk mengangkat sampah plastik yang berada dibawah laut di sekitar Pulau Sangiang, Pandeglang.

“Kegiatan ini tidak hanya di Pantai Anyer saja, ada satu tim penyelam yang kita kerahkan ke laut Pulau Sangiang,” tandasnya.

Adapun sampah yang berhasil dikumpulkan di dua lokasi dalam kegiatan tersebut sebanyak 1.647 kg. Untuk memberikan motivasi kepada peserta, dalam giat ini Dirpolairud Polda Banten memberikan apresiasi berupa uang pembinaan kepada 6 (enam) kelompok masyarakat/instansi yang terbanyak mengumpulkan sampah. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

TNI dan Polda Banten Gelar Aksi Pembersihan Sampah di TPA dan Pasar

Published

on

SERANG – Aksi bersih – bersih sampah, yang secara serentak dilaksanakan oleh jajaran Korem MY dan Polda Banten serta Pemrov Banten, Kamis, 21 Februari 2019, Pukul 07.00 WIB merupakan bentuk kepedulian dan sinergitas TNI dan Polri dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019.

Kapolda Banten, Irjend Pol Drs.Tomsi Tohir Msi, bersama Danrem 064 MY dan jajaran TNI dan Polda Banten beserta Polres jajaran, telah memusatkan pelaksanaan upacara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019 di TPA Cilowong, Kecamatan Taktakan Kota Serang, sedangkan polres lainnya berada di TPA di masing – masing Kabupaten.

Pada kesempatan ini, Kapolda Banten Irjen Pol Drs Tomsi Tohir Msi menyampaikan bahwa upacara HSPN mengandung tema Kelola Sampah untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai. Dilanjutkan dengan kegiatan Perlombaan Budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta Aksi Bersih Sampah di TPA Cilowong dan seluruh TPA di Kabupaten, Pasar Lama oleh Personil Gabungan dari Korem MY, Kodim, Kopasus, Brimob, Samapta serta Lokasi pesisir Pantai Anyer oleh personil Ditpolairud.

Kegiatan ini merupakan momentum untuk mengembangkan kesadaran diri dan mensinergikan jajaran TNI dan Polri serta seluruh potensi masyarakat, guna bersama-sama menghadapi permasalahan sampah dan membangun tata kelola sampah untuk hidup bersih, sehat dan bermakna bagi masyarakat.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini, sampah dapat menjadi titik awal bagi semua pemangku kepentingan, untuk segera melakukan aksi nyata, dengan mengkampanyekan, mengedukasi dan memberikan bimbingan kepada masyarakat untuk menerapkan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sebab, lingkungan hidup yang baik dan sehat bukanlah warisan nenek moyang, melainkan titipan anak cucu kita,” terang Kapolda.

Kegiatan Lomba 3R, tersebut di ikuti oleh Bhangkari Daerah Banten, Ibu ibu Persit KC, Personil Kopasus, Kodim dan Brimob, yang merupakan wujud nyata bahwa Ternyata Sampah tidak hanya sebagai bahan buangan, tapi jika sampah bisa dipilah pilah dengan baik, maka akan dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai hal, misalnya Kompos, besert lainnya . Kegiatan ini berkahir dengan pemberian hadiah lomba oleh Kapolda Banten, Danrem MY, Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Banten. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

OJK Perkuat Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK

Published

on

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan terus memperkuat tugas dan kewenangannya dalam memajukan industri jasa keuangan serta mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang melalui kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dan Kemendagri serta OJK dengan PPATK dilakukan di Gedung Chandra Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Selasa.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo dan Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin menjadi penandatangan Nota Kesepahaman tiga lembaga tersebut.
Wimboh Santoso dalam sambutannya mengatakan OJK perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan fungsi dan tugas dalam pengaturan dan pengawasan pengawasan sektor jasa keuangan serta edukasi dan perlindungan konsumen keuangan.

“Untuk bisa efektif dan efisien, kami harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Mahkamah Konstitusi dan juga PPATK,” kata Wimboh.

Nota Kesepahaman OJK dan Kemendagri merupakan pembaruan dari kesepahaman sebelumnya yaitu tentang “Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik Dalam Lingkup Tugas Otoritas Jasa Keuangan” dan tentang “Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Serta Perlingdungan Konsumen Melalui Optimalisasi Peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah”
Ruang lingkup Nota Kesepahaman OJK dan Kemendagri yang baru mencakup:
a. Pemanfaatan data kependudukan, nomor induk kependudukan dan kartu tanda penduduk eletronik oleh OJK dan lembaga yang diawasi OJK dengan prinsip kesetaraan;
b. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen di tingkat pusat maupun daerah;
c. Pelaksanaan undang-undang nomor 1 tahun 2013 tentang lembaga keuangan mikro;
d. Pemanfaatan produk dan/atau jasa keuangan dalam rangka pendalaman pasar keuangan dan pembiayaan di daerah;
e. Pendirian dan pengembangan lembaga penjamin di daerah;
f. Dukungan para pihak dalam pengawasan dan sikronisasi kebijakan terkait dengan lembaga jasa keuangan milik pemerintah daerah;

g. Pelatihan sumber daya manusia; dan
h. Bidang kerja sama lain yang disepakati para pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Wimboh mengatakan akses data kependudukan sangat penting bagi perkembangan industri jasa keuangan, diantaranya untuk keperluan pembukaan rekening simpanan, pinjaman maupun rekening efek, karena verifikasi data kependudukan menjadi lebih efisien dan akurat.

Selain itu, OJK mengharapkan kerjasama dengan Kemendagri bisa mempercepat Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam mengimplementasikan Program Transformasi BPD, antara lain meliputi penguatan organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM), pendalaman produk dan peningkatan kualitas layanan, penerapan tata kelola dan pengendalian risiko, serta pengembangan teknologi dan sistem informasi.

Mengenai Lembaga Keuangan Mikro, sesuai amanat Undang-Undang No.1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro, OJK juga mengharapkan peran Pemerintah Daerah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan lembaga keuangan mikro yang jumlahnya banyak dan tersebar.

OJK juga menegaskan pentingnya efektifitas peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang dipimpin oleh Pemerintah Daerah. Saat ini telah terbentuk 73 TPAKD yang tersebar di 31 provinsi dan 42 Kabupaten/Kota.
“Kami dengan bantuan Kemendagri, untuk bersama-sama merevitalisasi peran TPAKD ini agar lebih efektif lagi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah melalui tersedianya akses keuangan masyarakat di daerah,” kata Wimboh.

OJK juga meminta dukungan Kemendagri dalam pelaksanaan berbagai program inklusi keuangan di daerah seperti Bank Wakaf Mikro dan BUMDES Center, serta mendorong rencana penerbitan obligasi daerah agar dapat terealisasi sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan daerah.

Nota Kesepahaman dengan Kemendagri ini dilanjutkan dengan Penandatanganan Kerjasama dalam dua bidang, yaitu pemanfaatan data kependudukan dan kerjasama peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Sementara, untuk Nota Kesepahaman antara OJK dan PPATK merupakan perpanjangan dari kesepakatan sebelumnya. Kerjasama antara OJK dengan PPATK merupakan bentuk sinergi dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, sekaligus upaya meningkatkan integritas dan kredibilitas sistem keuangan Indonesia.

OJK sebagai Lembaga Pengawas dan Pengatur di sektor jasa keuangan berkomitmen penuh untuk terus mendorong penguatan pengawasan bidang Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) serta penguatan penerapan program APU PPT oleh pelaku industri jasa keuangan.

OJK juga telah membentuk Grup Penanganan APU PPT sejak tahun 2016 untuk memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan koordinasi, pengembangan ketentuan, kerja sama, pengkajian, serta pemberian rekomendasi terkait APU PPT sektor jasa keuangan.

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending