Connect with us

EVENT-EXHIBITION

GEBRAK Minta 3 Kepala Daerah Tutup Hiburan di JLS

Published

on

SERANG – Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (GEBRAK) mensurati dan menyerahkan petisi kepada Walikota Cilegon, Bupati Serang dan Gubernur Banten untuk meminta audiensi bersama masyarakat, ulama dan GEBRAK tentang maraknya tempat hiburan di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS).

Tim GEBRAK saat menyerahkan petisi ke Pemkot Cilegon, Kamis (17/9/2020)

GEBRAK yang merupakan gabungan masyarakat dari 78 DKM di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Waringinkurung, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Cilegon sebelumnya telah mengumpulkan 2.848 tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan penutupan tempat hiburan malam di kawasan tersebut.

“Semua masyarakat termasuk majelis yang berada di sekitar JLS merasa resah dengan keberadaan tempat hiburan ini. Dulu saja kita masih berani membawa anak dan keluarga untuk berkuliner di JLS. Namun, karena sekarang tempat hiburan malam sudah berkembang pesat, kami khawatir. Layaknya kami bertemu dengan orangtua, kedatangan kami ke sini (Pemkot Cilegon) untuk mengadukan kondisi tersebut serta mendesak agar Pak Walikota (Edi Ariadi) dan ibu Bupati (Tatu Chasanah) menutup selamanya aktivitas tempat hiburan malam,” ujar Ferdy Raymond, Perwakilan Gerakan Anti Kemaksiatan (Gebrak), kepada BantenEvent, Kamis (17/9/2020).

Kordinator GEBRAK saat menyerahkan petisi ke DPRD Kabupaten Serang

Selain ke Pemkot Cilegon dan Pendopo Kabupaten Serang, GEBRAK juga mengunjungi Kantor Gubernur Banten untuk meminta dukungan yang lebih kuat dari pusat.

“Selain ke pemkot dan pemkab, kami juga meminta dukungan anggota dewan baik Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Provinsi Banten agar segera menutup semua tempat hiburan malam. Kami juga mendesak pak gubernur agar tegas menghapus kemaksiatan di Banten,” katanya.

Sementara itu Mansyur Barmawi Wakil ketua DPRD Kabupaten Serang yang ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Serang memgatakan sangat mendukung dan menindak lanjuti apa yang dilakukan oleh GEBRAK.

“Ibu Tatu tidak bisa ditemui karena persiapan cuti Pilkada, namun kami akan menindaklanjuti gagasan yang dibawa oleh GEBRAK dengan beberapa instansi terkait termasuk dengan Kota Cilegon karena JLS berada di 2 Kota dan Kabupaten,” jelas Mansyur.

Ferdy berharap lebih banyak masyarakat dan pemerintah Provinsi Banten yang mendukung gerakan ini agar bersama-sama menjauhi bahkan menghapus kemaksiatan di bumi Banten. (yogi)

EVENT-EXHIBITION

Diresmikan Wapres, RS Mata Achmad Wardi Kini Punya Layanan Retina & Glaukoma Center

Published

on

SERANG – Pada tahun 2017 Badan Wakaf Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika, membangun Rumah Sakit Mata Achmad Wardi sebagai Rumah Sakit Mata pertama yang dibangun dan dikembangkan berbasis Wakaf.

Pada tahun 2020 Badan Wakaf Indonesia melakukan penghimpunan dana wakaf dengan nilai donasi yang terhimpun adalah Rp 50,849,000,000. Dana tersebut dibelikan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dengan diskonto dan Imbal hasilnya digunakan untuk membiayai Pembangunan Retina Center Rumah Sakit Mata Achmad Wardi.

Untuk mengakselerasi Pembangunan Retina Center, Rumah Sakit Mata Achmad Wardi juga mendapat dukungan pembiayaan dari BNI Syariah dengan nilai pembiayaan Rp. 8,8 miliar dengan sumber pembayaran dari kupon CWLS. Kombinasi investasi dana wakaf di CWLS dan pembiayaan perbankan syariah menjadi terobosan untuk mengembangkan aset wakaf produktif sehingga diharapkan dapat direplikasi untuk pembangunan rumah sakit mata berbasis wakaf di daerah lain.

Pengoperasian Rumah Sakit Mata Achmad Wardi beserta fasilitas Katarak, Retina dan Glukoma Center menjadi tonggak sejarah Ekosistem Wakaf yang Paripurna, dimana menggabungkan pengelolaan harta benda wakaf bergerak dan tidak bergerak, penghimpunan wakaf uang bertagline “WAKAF ANDA UTUH DAN DAPAT DIMILIKI KEMBALI, dimana hasil penghimpunan diinvestasikan pada sukuk Wakaf, diskonto serta kuponnya digunakan untuk penambahan fasilitas layanan Retina Centre di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi melalui skema pembiayaan Syariah dari LKS PWU.

Peresmian Retina dan Glaukome Center Rumah Sakit Mata Achmad Wardi dilakukan secara daring oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. K.H. Ma’ruf Amin. Acara peresmian dilakukan secara virtual (on-line) maupun kehadiran secara langsung (offline) di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi dengan tetap memperhatikan protocol Covid-19, Selasa (21/10/2020).

Hadir secara langsung Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof. Dr. H. Mohammad NUH, DEA, Gubernur Banten Dr. Drs. H. Wahidin Halim, M.Si dan Walikota Serang H.Syafrudin, S.Sos, M.Si, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi, Penasehat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Prof Dr. dr. Nila Moeloek, SpM (K). Sementara hadir secara online yaitu Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, S.E, M.Sc.,Ph.D, Menteri Agama RI Fachrul Razi, S.I.P.,S.H.,M.H, Ketua Badan Pelaksana BPKH Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc.

Pada acara tersebut juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Badan Wakaf Indonesia dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provisni Jawa Barat dalam hal Pendirian Rumah Sakit Mata Berbasis Wakaf di Provinsi Jawa Barat. Kerjasama sama ini merupakan sinegi pertama kalinya dalam hal pengelolaan Wakaf dan Zakat untuk aset wakaf produktif.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU dengan UNDP Indonesia untuk pembangunan yang berkelanjutan. Badan Wakaf Indonesia juga menerima Komitmen penghimpunan wakaf uang dari Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Rumah Sakit Mata Achmad Wardi juga menerima bantuan senilai Rp 1 miliar untuk Operasi Vitrektomi dan Glukoma bagi dhuafa yang diserahkan Ketua Yayasan Dompet Duafa Republika, Nasyith Majidi.

Kinerja Rumah Sakit Mata Achmad Wardi dinilai sangat baik. Dalam kurun waktu 2 tahun beroperasi, pada akhir tahun 2019 telah berhasil membukukan laba bersih senilai Rp. 3,3 miliar. Kesuksesan dalam mengoperasikan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi menginspirasi untuk mendirikan fasilitas kesehatan mata berbasis wakaf di seluruh Indonesia. Berdasarkan data gangguan indera penglihatan di Indonesia yang bersumber dari Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2016, menunjukkan prevalensi kebutaan terjadi pada penduduk yang berusia 50 tahun ke atas adalah sebesar 3,0% atau berjumlah sekitar 7,8 juta penduduk Indonesia. Angka Prevalensi ini jauh di atas standar kebutaan menurut WHO sebesar 0,5%. Atas dasar inilah maka pembangunan fasilitas kesehatan mata berbasis wakaf sangat dibutuhkan agar Indonesia terhindar dari tsunami katarak dan kebutaan mata. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Napi di Lapas Kelas I Tangerang Dilatih Menjadi DAI

Published

on

TANGERANG – Dalam upaya memberikan Pembinaan Kepribadian serta Kerohanian Bagi Warga Binaan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang bekerjasama dengan Yayasan Dompet Dhuafa menggelar asesmen calon peserta program Pendidikan Kader DAI (PKD).

Bertempat di Lapas Kelas I Tangerang, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil Audiensi Program pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, para pejabat struktural Lapas Kelas I Tangerang, Serta beberapa tim dari Yayasan Dompet Dhuafa.

Dalam paparannya, Kepala Lapas Kelas I Tangerang Jumadi menyampaikan bahwa asesmen ini bertujuan untuk melakukan seleksi calon peserta, apakah dinilai layak mengikuti Pendidikan Kader Dai selama 5 bulan ke depan.

“Proses asesmen dilaksanakan oleh tim Dompet Dhuafa sejumlah 8 orang, jumlah calon peserta 100 orang. Calon peserta yang diterima dan dianggap layak mengikuti Pendidikan Kader Dai sejumlah 50 orang, dan akan disampaikan hasilnya 7 hari setelah proses Asesmen,” ungkap Kalapas.

Lanjutnya, Kalapas berharap kegiatan ini adalah untuk Program Pembinaan Kepribadian dalam rangka mewujudkan pribadi-pribadi yang baik bagi warga binaan peserta Program Kader DAI tersebut, dan dapat diimplementasikan di pesantren Lapas maupun di masyarakat kelak ketika mereka sudah bebas.

Sementara itu, Ustad Muhajir salah satu tim Dompet Dhuafa menjelaskan bahwa pihaknya bisa membantu dengan program napi menjadi DAI, agar nanti mereka bisa punya kepercayaan diri dan mendapat kesempatan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitar. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

Published

on

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual. Diselenggarakan pada Senin (19/10) hingga Sabtu (24/10), CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia, sebagai sarana untuk menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakeholders dan publik.

Acara ini dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Opening Ceremony CMSE 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut. Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia.

Tujuan lain dari diadakannya CMSE 2020 ini adalah guna mendukung pencapaian target penambahan jumlah Perusahaan Tercatat baru maupun nilai penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia. CMSE 2020 ini ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 orang peserta yang terdiri dari calon investor, investor, Perusahaan Tercatat, dan calon Perusahaan Tercatat, serta menjadi ajang bertemunya seluruh stakeholders di pasar modal dan masyarakat umum secara virtual.

CMSE 2020 menggunakan aplikasi berbasis website, pada alamat cmse.id, yang dibangun khusus sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang akan menghadiri acara ini. Pengunjung dapat mengakses booth/expo secara virtual dan menyaksikan seminar yang sedang berlangsung, melalui alamat website cmse.id tersebut.

Konsep Acara

CMSE 2020 kali ini menghadirkan beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Kegiatan pertama adalah seminar utama pada hari pertama yang akan mengambil tema “Perkembangan Ekonomi Terkini dan Ketahanan Sektor Keuangan”, dengan pembicara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sedangkan seminar utama pada hari kedua akan mengambil tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Sektor Riil” yang akan disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Perindustrian.

Selain seminar utama, pada acara CMSE 2020 juga terdapat kegiatan seminar dan talk show lainnya terkait investasi di pasar modal. Seminar dan talk show CMSE 2020 menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, antara lain tokoh dari Perusahaan Tercatat dan investor yang inspiratif, perencana keuangan, profesional, praktisi, dan/atau figur publik di industri pasar modal. Dalam CMSE 2020 juga terdapat pameran (expo) virtual dari para stakeholders di pasar modal seperti dari Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, asosiasi, dan regulator. Pameran ini juga memudahkan para pengunjung untuk dapat membuka rekening saham dan reksa dana secara langsung.

Selain itu juga diadakan Workshop Go Public, yakni kegiatan sosialisasi pasar modal kepada calon-calon Perusahaan Tercatat. Workshop Go Public ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan CMSE 2020 lainnya adalah pemberian apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa dalam pengembangan Pasar Modal Indonesia. Beberapa pihak yang akan diberikan penghargaan pada CMSE 2020 ini adalah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, atas dukungannya yang konsisten dalam meningkatkan jumlah Perusahaan Tercatat di BEI. J

Selain itu diberikan juga & kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi terhadap terciptanya mekanisme Single Investor Identification (SID) dalam pendataan investor pasar modal sejak 2012 serta dukungannya atas upaya Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek yang dilakukan oleh Perusahaan Efek Anggota Bursa. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending