Connect with us

EVENT-EXHIBITION

29 Mahasiswa UNSERA Berhasil Lolos Program Magang Bersertifikat Batch II

Published

on

SERANG – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Serang Raya (Unsera) lolos mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Batch II, yang digelar oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan bekerjasama dengan 143 BUMN. Senin, 03 Agustus 2020 Pimpinan UNSERA melakukan pertemuan dengan 29 mahasiswa tersebut di Ruang Pertemuan Lantai 3 UNSERA.

Mahasiswa Unsera akan ditempatkan di 11 perusahaan BUMN diantaranya PT Adhi Karya (Persero) Tbk), PT Pertamina (Persero), Perum AirNav, PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung, PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Berdikari (PErsero), PT Pegadaian (Persero) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Rektor Unsera Dr. H. Hamdan, MM menyampaikan 29 mahasiswa akan menjalani program magang selama 6 Bulan, yang sebelumnya UNSERA juga mengikuti program yang sama di Batch I dan akan berakhir di Bulan Agustus. “Selama menjalani program magang selama 6 bulan, saya harap kalian dapat mendapatkan ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, karena ini merupakan peluang yang sangat bagus untuk kalian, jangan sampai menyiakan kesempatan ini,” jelasnya.

Diwaktu yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi Dr. H. Abdul Malik, M.Si menjelaskan, mahasiswa Unsera akan bertugas di PT Adhi Karya (Persero) Tbk) sebanyak 2 mahasiswa yaitu dari Prodi Teknik Sipil, PT Pertamina (Persero) sebanyak 13 mahasiswa dari Prodi Akuntansi, Manajemen, Teknik Industri, Teknologi Informatika dan Teknik Kimia, selain itu Mahasiswa Akuntansi pun ter match up di PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Prodi Ilmu Komunikasi, Teknik Industri dan Sipil di PT Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung sedangkan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) ditempati 2 mahasiswa dari Prodi Manajemen dan Teknologi Informatika. PT Berdikari (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) ditempati Prodi Manajemen dan Prodi Teknik Sipil untuk penempatan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

“Program PMMB akan menjadi agenda konkret yang diharapkan kampus dan membuat peluang bekerja bagi mahasiswa semakin terbuka lebar dan memungkinkan mahasiswa bekerja sesuai bidangnya,” ungkapnya.

“Saya tidak menyangka bisa lolos dan terima di Perusahaan bergengsi, di PT Pertamina. PAstinya saya ga akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Pengennya sih bisa keterima kerja disana nantinya, supaya menjadi value yang lebih juga. Tapi saya sangat bersyukur saat ini,” jelas salah satu mahasiswa magang, Suhendra Saifudin dari jurusan Teknologi Informatika. (bey/yogi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EVENT-EXHIBITION

Pemkab Serang Abaikan 11 THM Buka Kembali Setelah Disegel Berulang Kali

Published

on

CILEGON – Gerakan Bersama Anti Kemaksiatan (GEBRAK) yang merupakan gabungan masyarakat dari 78 DKM di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Waringinkurung, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Cilegon kembali menyikapi kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS), Minggu (10/1/2021) dini hari.

Lewat rilis yang diterima BantenEvent.com Senij (11/1/2021) pagi, Gebrak yang merupakan aliansi gabungan masyarakat Cilegon dan Serang ini sangat menyayangkan sikap tidak tegas dan pilih-pilih pemkot Cilegon dan Kabupaten Serang dalam hal menutup THM di kawasan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Dede John anggota Aliansi Gebrak, “Kami pada tanggal 10 Januari 2021, pukul 2 dini hari, saat itu kami mendapat informasi Satpol PP dan Polres Cilegon menggelar razia besar-besaran hingga ke Merak. Lalu saat kita melewati JLS jam 2 malam, ternyata di JLS masih ramai akan pengunjung.”

Dikatakan Dede, pada 9 Oktober 2020 lalu juga Pemkot Cilegon dan Polres Cilegon sudah menggelar razia besar-besaran dan terbukti mendagangkan miras dan menjajakan wanita malam.

“Pada waktu itu pak walikota menjanjikan akan digusur, ternyata hingga saat ini hingga adanya razia besar-besaran 9 Januari 2021 kemarin pun tidak membuat efek jera meskipun saat itu semua tempat hiburan malam kompak tutup. Namun saat petugas menuju Merak, pada 10 Januari 2021 jam 2 dini hari, trotoar sepanjang JLS ramai buka, artinya warung-warung PKL ada yang menjual miras. Seakan-akan menunggu petugas lengah/pergi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ust Andhika, anggota Gebrak lainnya menambahkan, pihaknya memiliki rekaman vidio dan foto bahwa beberapa tempat hiburan ada 11 THM yang pernah disegel oleh Pemkab Serang. Dimana saat itu pernah dirusak hingga disegel terakhir pada 13 November 2020.

“Saat ini ternyata di tanggal 10 Januari 2021 dini hari, kami dapati saat investigasi di lapangan, bahwa sepanjang 11 THM yang pernah disegel tersebut buka bebas. Kami menuntut keadilan dan kelanjutan penegakan hukum kepada Satpol PP dan Pemkab Serang. Kami juga mendapat dari Dinas Perijinin Kabupaten Serang bahwa 11 THM tersebut tidak memiliki ijin alias ilegal,” tambah Andhika anggota Gebrak Banten lainnya.

Dede pun menegaskan pihaknya bersama masyarakat Cilegon dan Kramatwatu Kabupaten Serang akan terus berupaya menuntut dan mendorong Pemkot Cilegon dan Pemkab Serang bahkan kepolisian Daerah Banten (Polda) untuk menegakkan keadilan dan menghilangkan kemaksiatan berkedok THM di JLS.

“Kami tunggu sikap Pemkot, Pemkab Satpol PP bahkan Kepolisian untuk segera menutup THM,” tegas Dede. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Tarif Listrik Triwulan 1 2021 Tidak Naik

Published

on

JAKARTA – PLN siap menjalankan penetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait tarif listrik non subsidi atau tariff adjustment untuk periode Januari hingga Maret 2021. Kementerian ESDM memutuskan 13 golongan pelanggan non subsidi tarifnya tetap atau tidak mengalami perubahan. Hal ini mengacu kepada tarif listrik Pada Triwulan 4 2020 mengalami penurunan setelah tidak ada perubahan tarif sejak tahun 2015.

“Kami selalu siap menjalankan apa yang telah diputuskan oleh regulator. Dengan tidak naiknya tarif listrik ini harapannya dapat menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat serta mendukung pemulihan ekonomi nasional di situasi pandemi Covid-19 ini,” ucap Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi.

Selain itu, pemerintah juga menyatakan tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Itu juga mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi yang dihitung secara tiga bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik.

Mengutip siaran pers Kementerian ESDM, bahwa meskipun terjadi kenaikan pada 4 parameter ekonomi makro tersebut, tarif tenaga listrik untuk pelanggan non subsidi baik tegangan rendah, tegangan menengah maupun tegangan tinggi tetap mengacu pada tarif periode sebelumnya Oktober – Desember 2020 atau tarif tetap.

Tarif listrik pelanggan non subsidi untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 sd 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 sd 200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 sd 200 kVA, dan penerangan jalan umum tarifnya tetap yakni Rp 1.444,70/kWh. Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) tarifnya tetap Rp 1.352/kWh.

Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, dan layanan khusus tarifnya tetap, rerata Rp 1.114,74/kWh. Sedangkan bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya >= 30.000 kVA ke atas tarifnya juga tidak mengalami perubahan yaitu Rp 996,74/kWh. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Pelari dan Pesepeda Galang Donasi, Lebih dari 8 Ribu Keluarga Pra Sejahtera Nikmati Sambungan Listrik Gratis

Published

on

JAKARTA – Donasi dari gelaran PLN Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2020 telah tersalurkan seluruhnya. Hal tersebut ditandai dengan penyambungkan listrik gratis bagi 600 Keluarga Pra Sejahtera senilai Rp 443.100.000 yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

Sebelum di Sulselrabar, penyambungan juga telah dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Tengah, NTT, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Jawa Timur. Secara keseluruhan, PLN telah sambungkan listrik gratis senilai Rp 6,1 Miliar untuk 8.417 keluarga pra sejahtera.

“Terimakasih PLN yang telah menyelenggarakan kegiatan PLN VCRR sekaligus bantuan sambungan listrik kepada kami. Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, keluarga kami bisa menikmati listrik yang selama ini kami dambakan,” salah seorang warga Dusun Pangondoang, Desa Tadui, Kecamatan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Mastur.

Rasa terima kasih juga diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Barat, Amir. Dirinya berharap, kegiatan penyambungan listrik gratis ini bisa terus berkelanjutan kepada masyarakat pra sejahtera lainnya yang belum berkesempatan.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta PLN VCRR 2020 yang sangat antusias. Hasil kegiatan yang rekan-rekan semua ikuti kini menjadi senyum benderang bagi saudara-saudara kita yang dapat langsung merasakan manfaat listrik bagi kehidupan sehari-harinya,” ujar Executive Corporate Communications & CSR, Agung Murdifi.

Dirinya menambahkan, semarak VCRR 2020 semoga dapat berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya sehingga terangnya listrik dapat dinikmati pada oleh segenap masyarakat, khususnya masyarakat yang membutuhkan melalui penyambungan listrik secara gratis.

Merupakan rangkaian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-75, PLN VCRR 2020 adalah ajang donasi melalui olahraga (berlari dan bersepeda) yang telah diselenggarakan pada 16 Oktober hingga 1 November 2020 lalu. Diselenggarakan secara virtual, ajang tersebut dapat diikuti dimana saja di seluruh nusantara.

Setiap kilometer dalam berlari dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp 40.000,- dan sepeda sebesar Rp 35.000,-. Nominal tersebut digunakan untuk biaya penyambungan listrik rumah masyarakat Pra Sejahtera yang tersebar di seluruh Indonesia dengan daya 450 VA. Pemilihan penerima bantuan dilakukan langsung oleh PLN dengan memastikan penerima bantuan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending