Connect with us

EVENT-EXHIBITION

2019, Pelanggaran Lalu Lintas di Banten Naik 98 Persen

Published

on

SERANG – Jumlah pelanggaran lalu lintas yang terjadi selama 22-30 Desember 2019 mengalami peningkatan 98 persen dibandingkan tahun lalu. Polisi mencatat, selama penyelenggaraan Operasi Lilin 2019 tersebut, terjadi 1.879 pelanggaran, sedangkan tahun lalu hanya 951 pelanggaran.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Banten Kombes Pol Wibowo mengatakan, dari jumlah pelanggaran itu, pihaknya menyita 194 Surat Izin Mengemudi (SIM), 1.677 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan 8 unit kendaraan baik sepeda motor atau mobil.

“Pelanggaran tertinggi di Polres Serang Kota sebanyak 859 pelanggar, Polresta Tangerang 498 pelanggar, Polres Serang 327 pelanggar, Polres Lebak 117 pelanggar, Polres Cilegon 41 pelanggar, Polres Pandeglang 27 pelanggar dan kami sendiri (Polda Banten) menindak 10 pelanggar,” katanya kepada sejumlah media.

Menurut Wibowo, pelanggar lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua sebanyak 1.533 pengendara, mobil barang sebanyak 201 pengemudi, mobil penumpang 120 pengemudi, dan mobil bus 25 pengemudi.

“Jenis pelanggarannya, untuk roda dua akibat melawan arus paling mendominasi sebanyak 581 pelanggar, tidak menggunakan helm sebanyak 514 pelanggar, surat-surat sebanyak 169 pelanggar dan lain-lain sebanyak 269 pelanggar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wibowo menambahkan, meski jumlah pelanggar mengalami peningkatan yang signifikan, namun hal itu berdampak positif terhadap turunnya angka kecelakaan lalu lintas dan jumlah korban meninggal.”Angka kecelakaan tahun lalu ada 20 kejadian, tahun ini hanya 11 kejadian. Korban meninggal dunia tahun lalu 8 orang, tahun ini 7 orang dengan korban luka berat dan ringan sebanyak 15 orang,” tambahnya.

Wibowo mengungkapkan, masih banyaknya pelanggaran dan kecelakaan menandakan kesadaran masyarakat dalam berkendara dengan aman dan tertib masih rendah. Selain karena padatnya jumlah pengendara, juga karena masih ada masyarakat yang kurang berhati-hati saat berkendara.

“Untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan kita sudah mengupayakan sosialisasi melalui pemasangan spanduk dan sosialisasi, keselamatan lalu lintas. Edukasi dan himbauan, baik ke sekolah-sekolah hingga ke media massa,” ungkapnya. (*/yogi)

EVENT-EXHIBITION

JNE Serahkan 13 Ribu Vitamin Untuk Relawan PMI Cegah Penyebaran Virus Corona

Published

on

TANGERANG – Dalam menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) menjalankan berbagai langkah.

Salah satunya adalah menurunkan relawan untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara pencegahan, seperti penerapan pola hidup sehat dan bersih serta membantu menangani pasien yang terinfeksi virus corona.

JNE memberikan dukungan dan bantuan berupa 13 ribu butir vitamin agar relawan PMI yang terjun ke lapangan memiliki imun atau ketahanan tubuh yang kuat. Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis (26/3/2020) di Markas PMI Jl. Pecenongan No. 82 Jakarta Pusat, oleh Edy Widianto dari HSE (Healthy & Safety Enviroment) Dept. JNE dan diterima oleh Ketua Markas PMI Jakarta Pusat Edward Bachtiar.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi mengatakan, upaya memerangi virus corona harus dilakukan dengan kerja sama dan gotong royong. “Sebelumnya JNE melakukan beragam langkah pencegahan dengan diawali dari diri sendiri atau internal perusahaan yang sampai saat ini masih terus berjalan, selanjutnya adalah langkah yang bermanfaat juga untuk pihak eksternal, salah satunya PMI,” katanya dalam keterangan pers di Tangerang, Senin (30/3/2020).

Dalam menghadapi situasi wabah virus corona ini, JNE pun melakukan berbagai persiapan untuk mencegah penyebaran virus corona agar kebutuhan pengiriman paket masyarakat tetap terpenuhi dalam situasi saat ini.

Langkah pencegahan dimulai dengan pengetatan dalam penerapan menjaga kebersihan oleh karyawan dan peningkatan peralatan kesehatan serta kebersihan di area kerja.

Fasilitas kebersihan tersebut disediakan untuk karyawan, khususnya untuk para karyawan frontliner yang bertemu langsung dengan pelanggan mau pun tim yang menangani paket selama dalam proses pengiriman. Para karyawan tersebut, seperti kurir, petugas Sales Counter, receptionist, tim keamanan, dan yang lainnya dalam bidang operasional.

Feriadi pun terus mengimbau kepada seluruh pelanggan setia JNE agar mencuci atau membersihkan paket sebelum digunakan.

“Dengan meningkatkan kualitas kebersihan oleh setiap orang, diharapkan dapat mencegah penyebaran virus corona. Langkah ini juga diharapkan dapat membantu perjuangan dari para relawan PMI, tenaga medis, dan semua pihak yang terlibat langsung dalam upaya menanggulangi Covid-19,” katanya. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Pertamina Lubricants Pasang 2 Fasilitas Cuci Tangan

Published

on

TANGERANG – Untuk mencegah penyebaran virus korona, PT Pertamina Lubricants Sales Regional (SR III), menyediakan dua fasilitas cuci tangan di dua titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bumi Serpong Damai (BSD) dan Puskesmas Pondok Jagung, Tangerang Selatan.

Sales Area Manager Banten, Hanif Fajar mengungkapkan, fasilitas cuci tangan ini untuk memudahkan pekerja di SPBU serta masyarakat disekitar BSD dan juga seluruh karyawan puskesmas, serta masyarakat umum supya bisa mencuci tangan sehingga terhindar dari kuman, bakteri dan virus.

“Selain di Banten, pada Sabtu 28 Maret 2020, di Jakarta juga diberikan dua fasilitas cuci tangan dimana lokasi ada di Grab Bike Lounge Kebayoran Lama – Jakarta Selatan dan Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (Depan Olimart Ralon Ban),” ujar Hanif secara tertulis, Senin (30/3/2020).

Lebih dari itu kata Hanif, kerjasama Pertamina Lubricants dan Grab turut serta dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 dengan menyediakan fasilitas cuci tangan bagi driver ojek online (Ojol).

“Para driver ojol bekerja demi keluarganya dan konsumen supaya tetap #dirumahaja. Jangan lupa juga ganti oli motor di Enduro Express Grab Bike Lounge, supaya performa kendaraan lebih terjaga,” imbuh Hanif. Untuk fasilitas yang berlokasi di Pedestrian Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat ditujukan untuk masyarakat sekitar yang melintas.

“Pengunjung Olimart, serta mekanik agar senantiasa dapat melakukan cuci tangan untuk menghindari kuman, bakteri dan virus,” tutup Hanif. (*/yogi)

Continue Reading

EVENT-EXHIBITION

Antisipasi Penyebaran Corona, PT. Indah Kiat Serang Pantau Suhu Tubuh Karyawan

Published

on

SERANG – Mengantisipasi penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19), membuat beberapa perusahaan di Kabupaten Serang, menerapkan pola hidup sehat kepada karyawan.

Seperti halnya, di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Serang. Saat melintas di depan perusahaan tersebut, terlihat para karyawan tengah mengantri di depan pintu masuk perusahaan.

Usut punya usut, ternyata tengah dilakukan pengecekan maupun pemantauan suhu tubuh. Bagi setiap karyawan yang hendak memasuki kawasan Indah Kiat Serang.

“Karena penularan virus sangat mudah terjadi. Makanya sejak pada bulan Februari 2020, Perusahaan sudah mulai mewajibkan penggunaan masker bagi seluruh pihak yang beraktivitas, video campaign dan banner mengenai virus COVID-19 dan langkah-langkah pencegahannya. Bahkan hingga penggunaan hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh. Bagi mereka yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas normal, akan ditindak lanjuti serta diperiksa oleh dokter klinik Perusahaan,” ungkap Humas PT. Indah Kiat Pulp & Paper Serang, Mitha saat ditemui di kantornya, Senin (30/3/2020).

Tak hanya itu, Mitha juga mengakui, keselamatan dan kesehatan karyawan sangatlah diutamakan. Maka itu, kata dia, sejak awal bulan Maret 2020, Indah Kiat Serang mulai melakukan kegiatan pembersihan lingkungan area kerja dengan penyiraman disinfektan. Dengan menggunakan mobil Pemadam Kebakaran (DAMKAR).

“Bahkan, kita juga menerapkan prinsip-prinsip physical distancing. Yakni, dengan menjaga jarak dengan individu lainnya, sekitar radius 2 meter dalam setiap aktivitas kerja. Meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak individu dalam satu waktu,” jelas Mitha.

Mitha juga menerangkan, bahwasannya karyawan di PT. Indah Kiat sudah mulai memberlakukan karyawan bekerja di rumah. Tetapi, sambungnya, itupun dikhususkan bagi karyawan yang bisa bekerja menggunakan Laptop maupun Komputer.

“Selebihnya, masih tetap masuk dan bekerja di kantor,” kata dia.

Tak sampai disitu, Mitha menegaskan, rangkaian pencegahan penyebaran Virus Covid-19, dalam rangka kesehatan dan keselamatan ribuan karyawan.

“Karena pencegahan merupakan obat yang paling ampuh, dan bisa kita lakukan bersama. Sebelum wabah ini menjadi lebih buruk lagi. Mari kita biasakan untuk hidup lebih bersih dan sehat, sementara jaga jarak fisik tanpa memutus ikatan sosial. Semoga wabah virus COVID-19, dapat segera berakhir dan kita semua dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasanya,” tutup Mitha. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending