Connect with us

CONFERENCE

Sambut HUT RI Ke-75, Lapas Kelas I Tangerang Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Published

on

CILEGON – Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus mendatang, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang memantapkan rencana kegiatannya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-74.

Bertempat di Lapangan Lapas Olahraga Kelas I Tangerang, Kegiatan ini ditandai dengan upacara pmbukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (11/08/2020).

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas 1 Tangerang, Jumadi. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon yang ke udara. Berbagai pertandingan dan perlombaan yang akan diselenggarakan, diantaranya futsal, basket, volly, tenis meja, catur, tarik tambang, balap karung, ngamen 17-an, melukis, dekorasi gapura dan kebersihan blok.
 
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Jumadi menyampaikan bahwa pertandingan dan perlombaan untuk warga binaan ini sudah mulai digelar.

“Jadi kepada seluruh pegawai dimohon untuk saling bekerja sama menyukseskan acara ini sesuai dengan apa yang telah diperintahkan,” tutur Kalapas.

Kalapas juga berpesan kepada WBP untuk aktif berpartisipasi dan semangat dalam mengikuti kegiatan ini.

“Saatnya berpikir positif untuk memajukan pemasyarakatan, utamakan sportifitas serta jaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, utanakan kekompakan bukan hanya kemenangan,” tambahnya.
 
Usai pelaksanaan upacara, rangkaian pertandingan pun mulai dilakukan dengan menggelar pertandingan futsal antara Blok F melawan Blok C yang secara simbolis diawali dengan tendangan penalty dari Kalapas Kelas 1 Tangerang.

Pertandingan berlangsung penuh keseruan, ditonton oleh Kalapas dan Pegawai, serta Warga Binaan Lapas Kelas 1 Tangerang berakhir dengan skor 8-5 untuk kemenangan Blok F. Kemudian dilanjutkan dengan perlombaan yang lainnya. (*/yogi)

CONFERENCE

PT Pegadaian-PWI Banten Sepakat Jalin Kerjasama Majukan Ekonomi Indonesia

Published

on

SERANG – Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020, PT Pegadaian (Persero) Area Tangerang dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar Webinar yang bertajuk “Satukan Aksi Keuangan Insklusif untuk Indonesia Maju”.

Tujuan kegiatan ini untuk membangun sinergitas antara perusahaan pegadaian yang bergerak di bidang jasa keuangan dengan insan pers yang berada di Tanah Jawara.

Dalam kesempatan tersebut Marketing Excekutive Pegadaian Area Tangerang, Obie Suryo Wicaksono mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa keuangan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi masalah keuangan. Hal itu sesuai dengan motto pegadaian yaitu mengatasi masalah tanpa masalah.

“Kami berkomitmen untuk membantu masalah keuangan masyarakat, apalagi dalam momen bulan inklusi keuangan tahun 2020 ini banyak program yang kami tawarkan termasuk bantuan bagi pelaku usaha mikro (Gadai Peduli) untuk nasabah yang menggadai dengan uang pinjaman maksimal 1jt akan mendapatkan sewa modal/bunga 0%, dan pegadaian tidak pernah melakukan lelang online,” kata Obie dalam paparannya, Rabu (18/11/2020).

Obie berharap, semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk mendorong perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan wartawan yang berada di Provinsi Banten. “Mudah-mudahan kerjasama ini terus kita bangun dan ke depan hubungan yang sudah terjalin makin erat,” ucapnya.

Diketahui, PT Pegadaian Area Tangerang juga memiliki program Gadai peduli untuk nasabahnya, dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi Covid-19. Dan program Gadai Peduli ini sudah dimulai per tanggal 1 Mei 2020 sampai dengan 31 Juli 2020.

Sementara Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Webinar ini yang diinisiasi oleh Pegadaian untuk membangun sinergitas dengan insan pers yang bertugas di wilayah Banten.

“PWI Banten siap untuk menjaga dan menjalin kerjasama yang baik dengan Pegadaian yang memiliki komitmen untuk membantu keuangan masyarakat,” ungkap Opan sapaan akrab Rian Nopandra.

Pada kesempatan tersebut PT Pegadaian (Persero) Syariah Area Tangerang melakukan penyerahaan buku tabungan emas secara simbolis kepada Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra di Sekretariat PWI Provinsi Banten. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

Hari Ini Pospera Banten Laporkan Arya Sinulingga

Published

on

SERANG – Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Banten hari ini, Senin (16/11/2020), akan mendatangi Reskrimsus Cyber Polda Banten terkait pernyataan Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga yang melakukan penghinaan, ucapan kebencian, dan fitnah yang disampaikan Arya Sinulingga di medimelakuka terhadap organisasi Pospera beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan perwakilan LBH Pospera Banten Septian dan Darwin, Pospera melalui Ketua LBH Pospera, Sarmanto Tambunan menjelaskan bahwa tenggang waktu selama 3 x 24 untuk Arya Sinulingga meminta maaf dan ruang melakukan klarifikasi langsung pada DPP Pospera agar masalah tidak berlarut-larut telah berakhir.

“Hari ini, ini kami secara serentak di 27 provinsi akan melaporkan Arya di Polda masing-masing. Untuk di Banten, kami mendatangi Reskrimsus Polda Banten;” ujar Septian kepada wartawan, Senin (16/11/2020) pagi.

Sementara Pospera, sambungnya, tidak melihat ada sedikitpun niat baik Arya Sinulingga terkait penghinaan, ucapan kebencian, dan fitnah yang disampaikan Arya Sinulingga di media sosial.

Tidak adanya pernyataan maaf dan klarifikasi membuat Pospera memiliki beragam dugaan. Salah satunya dugaan bahwa apa yang disampaikan Arya merupakan pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Ini mengingat posisi Arya Sinulingga juga merupakan stafsus merangkap jubir menteri BUMN dan komisaris holding BUMN yang diangkat menteri BUMN,” tegasnya.

Jika benar pernyataan Arya Sinulingga tersebut mewakili pernyataan Kementrian BUMN, maka Pospera amat menyayangkan. Sebab dalam situasi resesi ekonomi, maraknya pandemi Covid 19, PHK massal, kerugian puluhan Trilyun Rupiah di BUMN, Kementerian BUMN justru mencari kambing hitam atas kegagalannya dengan memecah belah sesama anak bangsa dengan menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah.

“Sesuai dengan janji kami bahwa jika rentang waktu tersebut tuntutan kami tidak diindahkan maka berikutnya kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum dengan membuat pengaduan serentak di 27 Polda,” ujarnya.

Pelaporan akan dilakukan secara serentak pada siang ini pukul 13.00 di polda masing-masing relawan. Yaitu di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

Diikuti Seluruh Perbankan & Masyaraķat Umum, BI Banten Gelar FSPB

Published

on

SERANG – Dalam rangka memberikan update informasi mengenai perkembangan serta arah kebijakan BI ke depan di bidang Sistem Pembayaran, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Forum Sistem Pembayaran Banten dengan tema Kesiapan Operasional Perbankan dalam Menghadapi Era Digital, Sabtu (14/11/2020).

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dengan mengundang seluruh perbankan di Provinsi Banten serta bersifat terbuka untuk umum.

Kegiatan dibuka dengan opening remark oleh Erwin Soeriadimadja selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten. Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan satu keniscayaan sehingga kerangka kebijakan dan tataran implementasinya pun harus menuju ke arah digitalisasi agar dapat sejalan dengan tuntutan global, efisien, dan berdaya saing.

Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia telah: 1) menyusun Blueprint Penelolaan Uang Rupiah (BPUR) 2019-2025 di bidang tunai, dan 2) meluncurkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 di bidang non tunai untuk memastikan arus digitalisasi berkembang dalam ekosistem dan keuangan digital yang kondusif.

Pada kesempatan ini, Erwin juga menyampaikan apresiasi kepada perbankan atas ketangguhan untuk tetap bertahan dan terus mengembangkan layanan mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19, serta menjembatani digitalisasi baik dalam layanan maupun menghidupkan UMKM dalam rangka mengawal pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori oleh Andrea Lee dengan narasumber dari Bank Indonesia menginformasikan mengenai kebijakan di bidang sistem pembayaran baik tunai maupun non tunai serta gambaran sistem pembayaran tunai dan non tunai di Provinsi Banten, sebagai berikut:

  1. Erna Wijayanti selaku Kepala Grup Perizinan dan Pendukung PUR Departemen Pengelolaan Uang (DPU) menyampaikan terkait dengan 6 siklus dalam pengelolaan uang rupiah, dasar hukum pengelolaan uang rupiah, kebijakan dalam pengelolaan uang rupiah termasuk kebijakan- kebijakan khusus di tengah pandemi covid-19 serta arah kebijakan pengelolaan uang rupiah ke depan. Salah satu hal yang beliau sampaikan adalah rencana kebijakan pada tahun 2022 yakni Bank hanya dapat melakukan penyetoran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) kepada Bank Indonesia, sehingga pengelolaan cash management oleh masing-masing bank ke depan diharapkan dapat berlangsung dengan lebih baik.
  2. Ery Setiawan selaku Kepala Grup Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran (DPSP) menyampaikan mengenai kondisi sistem pembayaran non tunai saat ini dan rencana pengembangannya ke depan a.l. terkait dengan BI-FAST sebagai pengembangan dari SKNBI yang telah ada saat ini. Selain itu disampaikan mengenai rencana pengembangan SP ke depan yang tidak hanya dari segi infrastruktur namun juga dari segi SDM melalui sertifikasi SDM SPPUR baik tunai maupun non tunai.
  3. Erry P. Suryanto selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyampaikan mengenai gambaran kondisi SP di Provinsi Banten saat ini. Dari sisi tunai, masih terdapat beberapa tantangan antara lain infrastruktur SP yang timpang antara wilayah Banten Utara dan Banten Selatan serta tingkat kepatuhan perbankan dalam pelaksanaan kegiatan setoran dan bayaran di kantor Bank Indonesia setempat dalam hal ini di KPw BI Prov. Banten.
    Masih terdapat kantor bank yang diketahui masih melakukan kegiatan setoran dan bayaran di DPU, sehingga data inflow dan outflow yang dimiliki oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov.Banten belum cukup riil menggambarkan kondisi di Provinsi Banten.
    Dari segi non tunai, disampaikan apresiasi atas dukungan perbankan dalam mendorong perluasan akseptasi QRIS dan pengembangan elektronifikasi di Provinsi Banten. Saat ini Provinsi Banten tecatat sebagai Provinsi dengan NMR QRIS terbesar ke-4 se-Indonesia. Tantangannya adalah mengatasi ketimpangan terkait dengan jumlah NMR QRIS antara wilayah Banten Utara dan Banten Selatan.

Pada closing statement, Erna dari DPU menyampaikan agar perbankan ke depan melakukan perbaikan di bidang cash management serta menaati ketentuan terkait dengan lokasi setoran dan bayaran perbankan. Sedangkan Ery dari DPU menyampaikan agar perbankan terus bersemangat dalam mendorong efektivitas dan efisiensi di bidang sistem pembayaran serta perlindungan konsumen.

Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Bank pelapor BI-SILK terbaik yakni PT Bank Pembangunan Daerah Banten, bank teraktif dalam kegiatan setoran-bayaran yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk., serta bank penukar UPK paling banyak yakni PT Bank Mandiri Tbk. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending