Connect with us

CONFERENCE

Pesantren Fest Siap Jadi Agenda Tahunan

Published

on

SERANG – Pesantren Fest 2020 yang digagas oleh Korem 064/Maulana Yusuf di Masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang Minggu (23/2/2020) berlangsung sukses. Ribuan santri dari berbagai pesantren di Banten tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang digelar sejak pagi hari.

Acara dibuka Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno tersebut, juga turut dihadiri oleh Ketua MUI Provinsi Banten Dr. KH. A.M. Romly, Tokoh Kesepuhan Banten H. Embay Mulya Syarief, dan Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FSPP) KH. Sulaiman Efendi.

Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno menuturkan, kegiatan tersebut, diharapkan, agar peserta Festival Pesantren sebagai penerus bangsa, agar menggali dan mempelajari Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, festival tersebut, digelar sebagai bentuk sinergitas TNI bersama ulama, santri, dan pesantren.

“Selain itu, lomba ini ditujukan kepada para santri di bawah usia 20 tahun, karena mereka akan mengalami masa transisi dan kelak akan menjadi pemimpin dua puluh atau tiga puluh tahun yang akan datang, sehingga harus dipersiapkan dari sekarang,” katanya.

Pesantren Fest ini rencananya akan diadakan secara rutin tiap tahun dengan mengambil lokasi bergantian di Banten. “Kita akan bikin rutin jadi agenda tahunan,” tegas Windiyatno.

Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Sulaiman Efendi mengatakan, Festival Santri melibatkan semua pondok pesantren di Banten. Meskipun, yang terlibat secara aktif sekitar 50 pesantren.

Pada festival perdana ini, ada beberapa kegiatan diantaranya Lomba Baca Kitab, Lomba Selawat, Jalan Santri Sarungan, Pentas Seni Santri, Pameran dan Bazar Produk Pesantren, Tablig Akbar yang disampaikan oleh seorang Habib Muda alumni Al Azhar, yaitu Al Mukarrom Habib Geys bin Abdurrahman Assegaf dari Jakarta, dan ditutup dengan penggalangan dana untuk korban banjir bandang di Kabupaten Lebak. (yogi)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CONFERENCE

BPJAMSOSTEK Gencarkan Pelatihan Vokasi di Setiap Daerah

Published

on

SERANG – BPJAMSOSTEK kembali gencar melakukan sosialisasi masif terkait pelatihan vokasi yang secara resmi telah dilaksanakan sejak September 2019. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja Indonesia sehingga selaras dengan salah satu prioritas kerja pemerintah, yaitu pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Khrisna Syarif menjelaskan, selama masa piloting, pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para pekerja di mana tercatat 5.321 peserta yang telah mendaftar. Dengan menggandeng 54 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), BPJAMSOSTEK berhasil melatih 2.963 peserta dengan persentase kelulusan 88.62 persen dan sudah tersertifikasi. “Saat ini BPJAMSOSTEK akan memberdayakan seluruh Kantor Cabang untuk pelaksanaan pelatihan vokasi di wilayah masing-masing,” kata Khrisna usai membuka acara sosialisasi vokasi di Cikande, Kabupaten Serang Senin (16/3/2020).

Melalui Vokasi Indonesia Bekerja ini, lanjut dia, BPJAMSOSTEK akan mendampingi pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan putus kontrak untuk selanjutnya melakukan reskilling maupun upskilling sehingga mampu bekerja kembali atau menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Khrisna menuturkan, di tahun 2020 BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pada seluruh aspek pendukung pelatihan vokasi. Salah satunya dengan perluasan kriteria peserta, serta sinergi bersama Pemerintah terkait kolaborasi dengan BLK Pemerintah seperti Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), UPTD dan lainnya.

Partisipasi swasta saat ini sangat penting sebagai stakeholder BPJAMSOSTEK untuk memperluas jangkauan pelatihan ke pelosok dan meningkatkan kapasitas peserta pelatihan vokasi sehingga dapat merambah di seluruh propinsi, ke tiap kota hingga tiap kecamatan dan di pedesaan.

BPJAMSOSTEK juga terus mendorong para peserta untuk mendaftar dalam pelatihan vokasi yang dapat dilakukan melalui kantor cabang terdekat atau kanal digital sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi calon peserta yaitu Warga Negara Indonesia dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid; merupakan peserta terdaftar di BPJAMSOSTEK dengan masa iur minimal 12 bulan; mengalami PHK atau putus kontrak; telah berhenti bekerja minimal satu bulan dan maksimal 24 bulan. Peserta hanya diperbolehkan mendapatkan latihan vokasi sebanyak satu kali.

Sedangkan untuk LPK juga dihimbau segera mendaftar dengan melakukan Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan Kantor Cabang BPJAMSOSTEK dengan memenuhi beberapa syarat diantaranya memiliki izin operasional; terakreditasi oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat, memiliki minimal dua jenis modul pelatihan; telah beroperasi minimal enam bulan; dan melengkapi dengan uji sertifikasi dari BNSP untuk standarisasi mutu bagi peserta.

BPJAMSOSTEK kini sedang melakukan pengembangan ekosistem vokasi dari hulu hingga hilir agar kesempatan bagi peserta vokasi dapat lebih baik. Salah satunya dengan mempersiapkan konsep bapak ssuh yaitu melibatkan pengusaha atau tokoh filantropi untuk mendampingi peserta vokasi hingga mampu menjadi pengusaha mandiri maupun menerima untuk pemagangan.

BPJAMSOSTEK berharap dapat bekerja sama dengan LPK, BUMN dan perusahaan sebagai bapak asuh, fintech, perbankan nasional, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan ekosistem vokasi yang lebih baik. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

PLN Lakukan Penandatanganan MoU dengan Untirta

Published

on

CILEGON – Dalam upaya menjalin kerjasama dengan stakeholder PLN khususnya Institusi Pendidikan dilaksanakan kegiatan PLN Mengajar sekaligus Penandatanganan MoU dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) yang bertempat di Kampus Teknik Untirta Cilegon, Jumat (6/3/2020).

Acara ini dihadiri Rektor Untirta Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, STMT, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Teknik, Wakil Ketua Jurusan, Dosen dan Mahasiswa FT Untirta sedangkan dari PLN UID Banten dihadiri General Manager Doddy B. Pangaribuan, Senior Manager SDMU dan Senior Manager Perencanaan beserta staff.

Untirta mempunyai visi yang bisa diintegrasikan dengan PLN dalam membangun kondisi yang ramah lingkungan, sebagaimana sambutan yang disampaikan Rektor Untirta saat membuka acara.

“Untirta dapat berintegrasi dengan PLN dalam mewujudkan Untirta sebagai Integrated, Smart dan Green (It’S Green) University dengan PLN, dimana saya lihat PLN sudah mempunyai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mendukung Green n Electricity Lifestyle dan kita patut berbangga UNTIRTA sudah memperoleh Akreditasi “A” seperti Universitas UI,” ujarnya.

Kegiatan diawali penandatanganan MoU meliputi pengembangan SDM, Pendidikan dan Penelitian, Pemagangan, Pemanfaatan teknologi informasi serta pemberdayaan masyarakat.

Setelah itu dilanjutkan Kuliah Umum dengan Narasumber Doddy B. Pangaribuan selaku General Manager PLN UID Banten dengan tema Sistem Ketenagalistrikan PLN Banten yg Efisien, Andal dan berkualitas mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.

Kuliah umum ini memberikan edukasi dan Informasi-informasi keteknikan yang memberikan pencerahan bagi mahasiswa/I yang mengikuti, seperti testimoni dari Fajar mahasiswa Teknik Elektro, berikut kutipannya

“Melalui kuliah umum ini saya mengetahui banyak hal yang tentang PLN dan ketenagalistrikan, salah satunya bahwa tarif listrik di Indonesia termasuk rendah walau bukan paling rendah serta tingkat pelayanan dan kehandalan PLN setiap tahunnya semakin meningkat walau di rumah saya kadang masih suka mati lampu, ya itu juga karena panjangnya jaringan dan permasalahan alam”.

Kegiatan edukasi kelistrikan ini merupakan program PLN dalam upaya memahaman kelistrikan kepada masyarakat, pelajar / mahasiswa dan seluruh stakeholder PLN. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

1.511 RW di Kabupaten Serang Berkompetisi Jadi Kampung Bersih

Published

on

SERANG – Semangat gotong royong dan kebersamaan antar masyarakat di Kabupaten Serang, terus dibangkitkan secara masif. Salah satunya melalui lomba Kampung Bersih dan Aman yang diikuti oleh 1.511 rukun warga (RW) dari 29 kecamatan dan 326 desa.Lomba ini digelar atas sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Polda Banten, dan Korem 064/Maulana Yusuf, dan salah satu media harian di Banten. “Lomba Kampung Bersih dan Aman ini digelar untuk membangkitkan semangat gotong royong dan sinergi antara pemda dengan TNI-Polri,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat roadshow Kampung Bersih dan Aman 2020 di Kecamatan Waringinkurung, Selasa (25/2/2020).Menurut Tatu, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan sehat, harus dimulai dari dan oleh masyarakat. Jika lingkungan bersih, maka masyarakat telah melakukan pola hidup sehat yang baik. Selain itu bisa menciptakan persatuan di tengah-tengah masyarakat. “Lomba ini sekadar motivasi, agar warga kembali menggiatkan gotong royong sebagai budaya bangsa Indonesia,” ujarnya.

Lomba Kampung Bersih dan Aman ini digelar untuk tahun kedua. Pada 2019, diikuti oleh 276 RW dan telah sukses membuat ratusan kampung menjadi bersih, asri, dan aman. Bahkan ada beberapa yang menjadi desa wisata seperti Desa Cikolelet di Kecamatan Cinangka dan Desa Sukaratu di Kecamatan Cikeusal. Tahun ini lomba ini lebih banyak lagi yang mengikuti, sebanyak 1.511 RW.

Menurut Tatu, dalam lomba ini seluruh camat bersama kepala desa harus terlibat serta mengajak masyarakat untuk aktif dan berinovasi dalam mengikuti lomba. “Terima kasih kami sampaikan kepada jajaran kepolisian dan TNI yang turut serta mengajak masyarakat untuk aktif bergotong royong serta menciptakan kampung bersih dan aman,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, lomba ini mendapat apresiasi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. “Membangun Indonesia harus dimulai dari desa, dan lebih luas dan khusus dilakukan oleh setiap RW. Maka lomba ini sesuai dengan semangat Bapak Presiden bahwa membangun Indonesia dari desa,” ujarnya. (*/lusi/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending