Connect with us

CONFERENCE

Muslim di Amerika Bantu Penyintas Banjir di Banten

Published

on

JAKARTA – Muslim di Amerika yang tergabung dalam Indonesian Muslim Society in America (IMSA) bekerjasama dengan Harfa Rescue Indonesia salurkan bantuan untuk penyintas banjir di wilayah Banten.Sejak banjir yang menerjang pada awal tahun 2020 lalu, kepedulian masyarakat dari berbagai kalangan turut hadir tanpa terkecuali dari warga Indonesia yang tinggal di Amerika.

Indonesian Muslim Society in America (IMSA) adalah organisasi yang sangat perduli terhadap Indonesia, IMSA telah aktif membantu bencana yang terjadi di negara Indonesia.

“Kami dari IMSA ikut prihatin atas bencana banjir yang melanda diberbagai kota, khususnya di wilayah Banten ini. Semoga sedikit bantuan, bisa meringankan beban bapak/ibu. Semoga banjir segera surut dan keadaan kembali normal. Salam dan do’a dari kami warga Muslim Indonesia di Amerika,” ujar Syafrin Murdas, Presiden IMSA.

Sampai hari ini (5/1/2020), tim Harfa Rescue Indonesia dan IMSA masih terus bergerak membantu penyintas banjir. Dengan medan yang luar biasa terjal dan menguras tenaga, penyaluran sejumlah bantuan pun menjadi sangat tidak mudah. Daerah-daerah terisolir khususnya menjadi titik fokus tim Harfa Rescue Indonesia dan IMSA.Akibat banjir warga banyak yang merasakan berbagai keluhan, seperti mual, masuk angin, mata kunang-kunang, kelelahan, tekanan darah rendah, sakit kepala, kesemutan, dan luka-luka ringan akibat terbentur bebatuan.

“Sejak banjir ini mata saya sering kunang-kunang, lemas dan badan terasa sakit semua. Alhamdulillah ada bantuan layanan kesehatan yang sangat kami butuhkan sekarang,” ujar Sariah, salah satu penyintas.

Selain bantuan pelayanan kesehatan dan logistik di Kampung Somang Desa Sukarame dan Desa Luhur Jaya Kecamatan Cipanas, ada juga penyaluran bantuan dan evakuasi warga Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, bantuan pangan, paket sanitarian, air minum, obat-obatan dan kebutuhan lainnya.Indah Prihanande, Direktur LAZ Harapan Dhuafa juga mengungkapkan bahwa Harfa Rescue Indonesia dan IMSA ingin memberikan kontribusi terbaik bagi semua yang tengah berduka tertimpa bencana serta tentunya membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana yang sangat besar ini.

“Kolaborasi ini memberikan kekuatan untuk bisa membantu penyintas banjir dengan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya. (*/yogi)

CONFERENCE

FK UPH adakan Sumpah Dokter bagi 146 Dokter Baru Lewat Videoconference

Published

on

TANGERANG – Di tengah situasi krisis pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, sektor pendidikan tidak luput dari dampak krisis ini. Menyikapi kondisi darurat Covid-19, Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) melangsungkan Sumpah Dokter kepada 146 dokter baru lewat videoconference.

“Videoconference Sumpah Dokter ini merupakan komitmen FK UPH mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dalam situasi darurat, sekaligus sebagai upaya untuk menahan laju pertumbuhan wabah Covid-19. Di tengah krisis pandemi Covid-19 justru FK UPH melahirkan dokter-dokter baru yang siap mendarmabaktikan diri sebagai relawan Covid-19,” ungkap dr. Andree Kurniawan, Sp. PD., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, usai acara videoconference pelantikan dokter baru di kampus FK UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Kamis (26/3/2020).

Adapun pelantikan dan Sumpah Dokter melalui videoconference ini dilakukan oleh Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS., Ph.D – Dekan FK UPH, disaksikan beberapa pimpinan FK UPH, diantaranya Dr. dr. Cucunawangsih, Sp. Mk., Wakil Dekan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. dr. Julius July, Sp. BS., M. Kes., Asisten Dekan Pendidikan Klinis, dr. Andree Kurniawan, Sp. PD., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Beverley Wonsono, BA., MA., Direktur FK UPH, dan dr. Vito A. Damay, Sp. JP (K)., M.Kes., mewakili alumni FK UPH. Dalam acara ini, hadir dua dokter baru, yang juga mengikuti Sumpah Dokter di kampus FK UPH, dr. Cindy Riani dan dr. Wim Pratama Wijaya, keduanya angkatan 2014.

Di tempat terpisah, beberapa dokter baru FK UPH mengikuti prosesi videoconference sumpah dokter ini didampingi pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing. Acara ini berlangsung menggunakan aplikasi Zoom videoconference pada pukul 10:00 sampai 11:00 pada Kamis, 26 Maret 2020.

Dari 146 dokter baru yang mengikuti sumpah dokter ini, 43 di antaranya lulus dengan sangat memuaskan. Angka kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) FK UPH mencapai lebih dari 97%. Pencapaian ini merupakan prestasi membanggakan, seperti juga yang dicapai tahun sebelumnya, dan menempatkan FK UPH pada daftar universitas dengan tingkat kelulusan terbaik di Indonesia. Di usia ke 18 tahun FK UPH sudah menghasilkan lebih dari 1000 dokter yang mengabdi di berbagai institusi kesehatan dalam dan luar negeri.

Usai pembacaan pengumuman kelulusan oleh dr. Andree Kurniawan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dilanjutkan pembacaan sumpah dokter dipimpin oleh Prof. Eka J. Wahjoepramono, Dekan FK UPH, diikuti 146 dokter baru, di tempat masing-masing.

Selanjutnya, melalui pesan videoconference, Prof. Eka J. Wahjoepramono, Dekan FK UPH, mengajak para dokter yang baru dilantik ini untuk ikut berpartisipasi membantu sebagai relawan mengatasi Covid-19, dalam segala hal yang bisa dilakukan dan di manapun mereka berada, untuk mewujudkan sumpah nomor satu sebagai dokter yaitu mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Ajakan inipun langsung direalisasikan oleh sekitar 50 dokter alumni FK UPH yang bersedia menjadi relawan di Siloam Hospitals.

Selamat kepada 146 dokter baru FK UPH yang sudah dilantik! UPH sangat bangga dengan para dokter baru yang turut ambil bagian menolong sesama sebagai relawan dalam mengatasi krisis Covid-19 sambil terus memastikan mereka bekerja di koridor yang aman. UPH bersama dengan segenap lapisan masyarakat, mendukung pemerintah berjuang melewati krisis Covid-19 di negara Indonesia. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

BPJAMSOSTEK Gencarkan Pelatihan Vokasi di Setiap Daerah

Published

on

SERANG – BPJAMSOSTEK kembali gencar melakukan sosialisasi masif terkait pelatihan vokasi yang secara resmi telah dilaksanakan sejak September 2019. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja Indonesia sehingga selaras dengan salah satu prioritas kerja pemerintah, yaitu pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Khrisna Syarif menjelaskan, selama masa piloting, pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para pekerja di mana tercatat 5.321 peserta yang telah mendaftar. Dengan menggandeng 54 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), BPJAMSOSTEK berhasil melatih 2.963 peserta dengan persentase kelulusan 88.62 persen dan sudah tersertifikasi. “Saat ini BPJAMSOSTEK akan memberdayakan seluruh Kantor Cabang untuk pelaksanaan pelatihan vokasi di wilayah masing-masing,” kata Khrisna usai membuka acara sosialisasi vokasi di Cikande, Kabupaten Serang Senin (16/3/2020).

Melalui Vokasi Indonesia Bekerja ini, lanjut dia, BPJAMSOSTEK akan mendampingi pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan putus kontrak untuk selanjutnya melakukan reskilling maupun upskilling sehingga mampu bekerja kembali atau menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Khrisna menuturkan, di tahun 2020 BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pada seluruh aspek pendukung pelatihan vokasi. Salah satunya dengan perluasan kriteria peserta, serta sinergi bersama Pemerintah terkait kolaborasi dengan BLK Pemerintah seperti Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), UPTD dan lainnya.

Partisipasi swasta saat ini sangat penting sebagai stakeholder BPJAMSOSTEK untuk memperluas jangkauan pelatihan ke pelosok dan meningkatkan kapasitas peserta pelatihan vokasi sehingga dapat merambah di seluruh propinsi, ke tiap kota hingga tiap kecamatan dan di pedesaan.

BPJAMSOSTEK juga terus mendorong para peserta untuk mendaftar dalam pelatihan vokasi yang dapat dilakukan melalui kantor cabang terdekat atau kanal digital sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi calon peserta yaitu Warga Negara Indonesia dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid; merupakan peserta terdaftar di BPJAMSOSTEK dengan masa iur minimal 12 bulan; mengalami PHK atau putus kontrak; telah berhenti bekerja minimal satu bulan dan maksimal 24 bulan. Peserta hanya diperbolehkan mendapatkan latihan vokasi sebanyak satu kali.

Sedangkan untuk LPK juga dihimbau segera mendaftar dengan melakukan Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan Kantor Cabang BPJAMSOSTEK dengan memenuhi beberapa syarat diantaranya memiliki izin operasional; terakreditasi oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat, memiliki minimal dua jenis modul pelatihan; telah beroperasi minimal enam bulan; dan melengkapi dengan uji sertifikasi dari BNSP untuk standarisasi mutu bagi peserta.

BPJAMSOSTEK kini sedang melakukan pengembangan ekosistem vokasi dari hulu hingga hilir agar kesempatan bagi peserta vokasi dapat lebih baik. Salah satunya dengan mempersiapkan konsep bapak ssuh yaitu melibatkan pengusaha atau tokoh filantropi untuk mendampingi peserta vokasi hingga mampu menjadi pengusaha mandiri maupun menerima untuk pemagangan.

BPJAMSOSTEK berharap dapat bekerja sama dengan LPK, BUMN dan perusahaan sebagai bapak asuh, fintech, perbankan nasional, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan ekosistem vokasi yang lebih baik. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

PLN Lakukan Penandatanganan MoU dengan Untirta

Published

on

CILEGON – Dalam upaya menjalin kerjasama dengan stakeholder PLN khususnya Institusi Pendidikan dilaksanakan kegiatan PLN Mengajar sekaligus Penandatanganan MoU dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) yang bertempat di Kampus Teknik Untirta Cilegon, Jumat (6/3/2020).

Acara ini dihadiri Rektor Untirta Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, STMT, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Teknik, Wakil Ketua Jurusan, Dosen dan Mahasiswa FT Untirta sedangkan dari PLN UID Banten dihadiri General Manager Doddy B. Pangaribuan, Senior Manager SDMU dan Senior Manager Perencanaan beserta staff.

Untirta mempunyai visi yang bisa diintegrasikan dengan PLN dalam membangun kondisi yang ramah lingkungan, sebagaimana sambutan yang disampaikan Rektor Untirta saat membuka acara.

“Untirta dapat berintegrasi dengan PLN dalam mewujudkan Untirta sebagai Integrated, Smart dan Green (It’S Green) University dengan PLN, dimana saya lihat PLN sudah mempunyai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mendukung Green n Electricity Lifestyle dan kita patut berbangga UNTIRTA sudah memperoleh Akreditasi “A” seperti Universitas UI,” ujarnya.

Kegiatan diawali penandatanganan MoU meliputi pengembangan SDM, Pendidikan dan Penelitian, Pemagangan, Pemanfaatan teknologi informasi serta pemberdayaan masyarakat.

Setelah itu dilanjutkan Kuliah Umum dengan Narasumber Doddy B. Pangaribuan selaku General Manager PLN UID Banten dengan tema Sistem Ketenagalistrikan PLN Banten yg Efisien, Andal dan berkualitas mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.

Kuliah umum ini memberikan edukasi dan Informasi-informasi keteknikan yang memberikan pencerahan bagi mahasiswa/I yang mengikuti, seperti testimoni dari Fajar mahasiswa Teknik Elektro, berikut kutipannya

“Melalui kuliah umum ini saya mengetahui banyak hal yang tentang PLN dan ketenagalistrikan, salah satunya bahwa tarif listrik di Indonesia termasuk rendah walau bukan paling rendah serta tingkat pelayanan dan kehandalan PLN setiap tahunnya semakin meningkat walau di rumah saya kadang masih suka mati lampu, ya itu juga karena panjangnya jaringan dan permasalahan alam”.

Kegiatan edukasi kelistrikan ini merupakan program PLN dalam upaya memahaman kelistrikan kepada masyarakat, pelajar / mahasiswa dan seluruh stakeholder PLN. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending