Connect with us

CONFERENCE

987 Personel Polda Banten Naik Pangkat

Published

on

SERANG – Bertempat di lapangan Apel Mapolda Banten telah dilaksanakan giat Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Polri periode 1 Januari 2020. Selasa (31/12/2019).

Adapun Irup dalam kegiatan Upacara tersebut adalah Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si dan peserta upacara yaitu Pejabat Utama Polda Banten, Para Pamen, Pama, Bintara, PNS, Ketua dan Pengurus Bhayangkari Polda Banten, berikut Personel yang menerima Korps Raport kenaikan pangkat.

Dalam pelaksanaan upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Polri periode 1 Januari 2020 di jajaran Polda Banten sebanyak 987 personel dengan rincian Pamen dan Pama sebanyak 195 personel yang diantaranya 4 (empat) sebagai PJU jajaran Polda Banten yaitu Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol. Agus Nurpatria,S.I.K, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi,S.I.K, M.H, Dansat Brimob Polda Banten Kombes Pol Dedi Suryadi ,S.I.K.dan Ka SPN Polda Banten Kombes Pol Ahmad David, S.I.K, Bintara sebanyak 791 personel kemudian Tamtama sebanyak 1 personel.

Dalam amanatnya Kapolda Banten mengucapkan selamat kepada para Personel yang menerima Korp Raport kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi sekaligus mengatakan bahwa kenaikan pangkat selain sebagai wujud karunia dari Allah SWT juga merupakan manifestasi kepercayaan dan reward dari pimpinan Polri atas pengabdian dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas.

“Pencapaian yang saudara raih hari ini, bukanlah sebuah proses yang mudah tetapi merupakan proses yang amat panjang dan penuh pengorbanan,” ujar Kapolda Banten.

Lanjut Kapolda menyampaikan kenaikan pangkat hendaknya dapat disikapi dengan penuh kesadaran bahwa semakin tinggi pangkat dan jabatan maka akan semakin besar pula tanggung jawab dan amanah yang diemban.

“Saya yakin dan percaya, kita dapat menjalankan dua hal yang fundamental ini baik terkait peningkatan kinerja maupun perbaikan kultural untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” pungkasnya

Setelah upacara selesai, kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat dan jabat tangan dari Kapolda Banten, para PJU dan ketua Bhayangkari kepada seluruh Personel yang naik pangkat yang didampingi oleh bhayangkari masing-masing dan kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran di taman I Love You Polda Banten. (*/yogi)

CONFERENCE

FK UPH adakan Sumpah Dokter bagi 146 Dokter Baru Lewat Videoconference

Published

on

TANGERANG – Di tengah situasi krisis pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, sektor pendidikan tidak luput dari dampak krisis ini. Menyikapi kondisi darurat Covid-19, Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) melangsungkan Sumpah Dokter kepada 146 dokter baru lewat videoconference.

“Videoconference Sumpah Dokter ini merupakan komitmen FK UPH mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan dalam situasi darurat, sekaligus sebagai upaya untuk menahan laju pertumbuhan wabah Covid-19. Di tengah krisis pandemi Covid-19 justru FK UPH melahirkan dokter-dokter baru yang siap mendarmabaktikan diri sebagai relawan Covid-19,” ungkap dr. Andree Kurniawan, Sp. PD., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, usai acara videoconference pelantikan dokter baru di kampus FK UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Kamis (26/3/2020).

Adapun pelantikan dan Sumpah Dokter melalui videoconference ini dilakukan oleh Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS., Ph.D – Dekan FK UPH, disaksikan beberapa pimpinan FK UPH, diantaranya Dr. dr. Cucunawangsih, Sp. Mk., Wakil Dekan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. dr. Julius July, Sp. BS., M. Kes., Asisten Dekan Pendidikan Klinis, dr. Andree Kurniawan, Sp. PD., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Beverley Wonsono, BA., MA., Direktur FK UPH, dan dr. Vito A. Damay, Sp. JP (K)., M.Kes., mewakili alumni FK UPH. Dalam acara ini, hadir dua dokter baru, yang juga mengikuti Sumpah Dokter di kampus FK UPH, dr. Cindy Riani dan dr. Wim Pratama Wijaya, keduanya angkatan 2014.

Di tempat terpisah, beberapa dokter baru FK UPH mengikuti prosesi videoconference sumpah dokter ini didampingi pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing. Acara ini berlangsung menggunakan aplikasi Zoom videoconference pada pukul 10:00 sampai 11:00 pada Kamis, 26 Maret 2020.

Dari 146 dokter baru yang mengikuti sumpah dokter ini, 43 di antaranya lulus dengan sangat memuaskan. Angka kelulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) FK UPH mencapai lebih dari 97%. Pencapaian ini merupakan prestasi membanggakan, seperti juga yang dicapai tahun sebelumnya, dan menempatkan FK UPH pada daftar universitas dengan tingkat kelulusan terbaik di Indonesia. Di usia ke 18 tahun FK UPH sudah menghasilkan lebih dari 1000 dokter yang mengabdi di berbagai institusi kesehatan dalam dan luar negeri.

Usai pembacaan pengumuman kelulusan oleh dr. Andree Kurniawan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dilanjutkan pembacaan sumpah dokter dipimpin oleh Prof. Eka J. Wahjoepramono, Dekan FK UPH, diikuti 146 dokter baru, di tempat masing-masing.

Selanjutnya, melalui pesan videoconference, Prof. Eka J. Wahjoepramono, Dekan FK UPH, mengajak para dokter yang baru dilantik ini untuk ikut berpartisipasi membantu sebagai relawan mengatasi Covid-19, dalam segala hal yang bisa dilakukan dan di manapun mereka berada, untuk mewujudkan sumpah nomor satu sebagai dokter yaitu mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Ajakan inipun langsung direalisasikan oleh sekitar 50 dokter alumni FK UPH yang bersedia menjadi relawan di Siloam Hospitals.

Selamat kepada 146 dokter baru FK UPH yang sudah dilantik! UPH sangat bangga dengan para dokter baru yang turut ambil bagian menolong sesama sebagai relawan dalam mengatasi krisis Covid-19 sambil terus memastikan mereka bekerja di koridor yang aman. UPH bersama dengan segenap lapisan masyarakat, mendukung pemerintah berjuang melewati krisis Covid-19 di negara Indonesia. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

BPJAMSOSTEK Gencarkan Pelatihan Vokasi di Setiap Daerah

Published

on

SERANG – BPJAMSOSTEK kembali gencar melakukan sosialisasi masif terkait pelatihan vokasi yang secara resmi telah dilaksanakan sejak September 2019. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja Indonesia sehingga selaras dengan salah satu prioritas kerja pemerintah, yaitu pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Khrisna Syarif menjelaskan, selama masa piloting, pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para pekerja di mana tercatat 5.321 peserta yang telah mendaftar. Dengan menggandeng 54 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), BPJAMSOSTEK berhasil melatih 2.963 peserta dengan persentase kelulusan 88.62 persen dan sudah tersertifikasi. “Saat ini BPJAMSOSTEK akan memberdayakan seluruh Kantor Cabang untuk pelaksanaan pelatihan vokasi di wilayah masing-masing,” kata Khrisna usai membuka acara sosialisasi vokasi di Cikande, Kabupaten Serang Senin (16/3/2020).

Melalui Vokasi Indonesia Bekerja ini, lanjut dia, BPJAMSOSTEK akan mendampingi pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan putus kontrak untuk selanjutnya melakukan reskilling maupun upskilling sehingga mampu bekerja kembali atau menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Khrisna menuturkan, di tahun 2020 BPJAMSOSTEK berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pada seluruh aspek pendukung pelatihan vokasi. Salah satunya dengan perluasan kriteria peserta, serta sinergi bersama Pemerintah terkait kolaborasi dengan BLK Pemerintah seperti Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), UPTD dan lainnya.

Partisipasi swasta saat ini sangat penting sebagai stakeholder BPJAMSOSTEK untuk memperluas jangkauan pelatihan ke pelosok dan meningkatkan kapasitas peserta pelatihan vokasi sehingga dapat merambah di seluruh propinsi, ke tiap kota hingga tiap kecamatan dan di pedesaan.

BPJAMSOSTEK juga terus mendorong para peserta untuk mendaftar dalam pelatihan vokasi yang dapat dilakukan melalui kantor cabang terdekat atau kanal digital sso.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi calon peserta yaitu Warga Negara Indonesia dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid; merupakan peserta terdaftar di BPJAMSOSTEK dengan masa iur minimal 12 bulan; mengalami PHK atau putus kontrak; telah berhenti bekerja minimal satu bulan dan maksimal 24 bulan. Peserta hanya diperbolehkan mendapatkan latihan vokasi sebanyak satu kali.

Sedangkan untuk LPK juga dihimbau segera mendaftar dengan melakukan Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan Kantor Cabang BPJAMSOSTEK dengan memenuhi beberapa syarat diantaranya memiliki izin operasional; terakreditasi oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat, memiliki minimal dua jenis modul pelatihan; telah beroperasi minimal enam bulan; dan melengkapi dengan uji sertifikasi dari BNSP untuk standarisasi mutu bagi peserta.

BPJAMSOSTEK kini sedang melakukan pengembangan ekosistem vokasi dari hulu hingga hilir agar kesempatan bagi peserta vokasi dapat lebih baik. Salah satunya dengan mempersiapkan konsep bapak ssuh yaitu melibatkan pengusaha atau tokoh filantropi untuk mendampingi peserta vokasi hingga mampu menjadi pengusaha mandiri maupun menerima untuk pemagangan.

BPJAMSOSTEK berharap dapat bekerja sama dengan LPK, BUMN dan perusahaan sebagai bapak asuh, fintech, perbankan nasional, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan ekosistem vokasi yang lebih baik. (*/yogi)

Continue Reading

CONFERENCE

PLN Lakukan Penandatanganan MoU dengan Untirta

Published

on

CILEGON – Dalam upaya menjalin kerjasama dengan stakeholder PLN khususnya Institusi Pendidikan dilaksanakan kegiatan PLN Mengajar sekaligus Penandatanganan MoU dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) yang bertempat di Kampus Teknik Untirta Cilegon, Jumat (6/3/2020).

Acara ini dihadiri Rektor Untirta Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, STMT, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Teknik, Wakil Ketua Jurusan, Dosen dan Mahasiswa FT Untirta sedangkan dari PLN UID Banten dihadiri General Manager Doddy B. Pangaribuan, Senior Manager SDMU dan Senior Manager Perencanaan beserta staff.

Untirta mempunyai visi yang bisa diintegrasikan dengan PLN dalam membangun kondisi yang ramah lingkungan, sebagaimana sambutan yang disampaikan Rektor Untirta saat membuka acara.

“Untirta dapat berintegrasi dengan PLN dalam mewujudkan Untirta sebagai Integrated, Smart dan Green (It’S Green) University dengan PLN, dimana saya lihat PLN sudah mempunyai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mendukung Green n Electricity Lifestyle dan kita patut berbangga UNTIRTA sudah memperoleh Akreditasi “A” seperti Universitas UI,” ujarnya.

Kegiatan diawali penandatanganan MoU meliputi pengembangan SDM, Pendidikan dan Penelitian, Pemagangan, Pemanfaatan teknologi informasi serta pemberdayaan masyarakat.

Setelah itu dilanjutkan Kuliah Umum dengan Narasumber Doddy B. Pangaribuan selaku General Manager PLN UID Banten dengan tema Sistem Ketenagalistrikan PLN Banten yg Efisien, Andal dan berkualitas mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.

Kuliah umum ini memberikan edukasi dan Informasi-informasi keteknikan yang memberikan pencerahan bagi mahasiswa/I yang mengikuti, seperti testimoni dari Fajar mahasiswa Teknik Elektro, berikut kutipannya

“Melalui kuliah umum ini saya mengetahui banyak hal yang tentang PLN dan ketenagalistrikan, salah satunya bahwa tarif listrik di Indonesia termasuk rendah walau bukan paling rendah serta tingkat pelayanan dan kehandalan PLN setiap tahunnya semakin meningkat walau di rumah saya kadang masih suka mati lampu, ya itu juga karena panjangnya jaringan dan permasalahan alam”.

Kegiatan edukasi kelistrikan ini merupakan program PLN dalam upaya memahaman kelistrikan kepada masyarakat, pelajar / mahasiswa dan seluruh stakeholder PLN. (*/yogi)

Continue Reading
Advertisement

PERSONA

Trending